Ruben Onsu Kecewa Kesepakatan Notaris Diabaikan, Pilih Jalur Hukum

showbiz5 Dilihat

DermayuMagz.com – Kisruh rumah tangga yang melibatkan presenter ternama, Ruben Onsu, dengan istrinya, Sarwendah, kembali memanas. Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben Onsu menyatakan kekecewaannya terhadap pihak Sarwendah yang dinilai tidak menjalankan kesepakatan damai yang telah tertulis dalam Akta Nomor 39 di hadapan notaris.

Minola Sebayang mengungkapkan bahwa akta tersebut seharusnya menjadi landasan hukum yang jelas mengenai pembagian waktu pengasuhan anak serta kewajiban nafkah. Namun, ia menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak pernah dilaksanakan sebagaimana mestinya, yang akhirnya memicu permasalahan hingga berujung pada proses hukum di pengadilan.

Pihak Ruben Onsu merasa bahwa upaya damai yang telah ditempuh melalui pertemuan-pertemuan sebelumnya, baik secara tertutup antar kuasa hukum, belum membuahkan hasil yang memuaskan. Pembahasan yang terus berulang kali dilakukan masih berkutat pada isu yang sama, yaitu mengenai pembagian waktu bersama anak dan berbagai aspek terkait pengasuhan.

Minola menekankan bahwa undangan untuk pertemuan bersama atau joint meeting tidak seharusnya dijadikan alat untuk menghambat langkah hukum yang ditempuh oleh kliennya. Upaya hukum ini, menurut Minola, dilakukan demi mempertahankan dan melindungi kepentingan hukum anak-anak mereka.

Lebih lanjut, pihak Ruben Onsu juga menyoroti persoalan biaya pendidikan anak. Minola menjelaskan bahwa seharusnya ada mekanisme yang jelas mengenai biaya pendidikan, di mana setiap kebutuhan harus disampaikan dan didiskusikan terlebih dahulu oleh kedua belah pihak sebelum keputusan diambil. Namun, hal ini pun dinilai tidak berjalan sesuai kesepakatan.

Menyikapi situasi yang terus memburuk dan ketidaktegasan dalam menjalankan kesepakatan, pihak Ruben Onsu kini memilih untuk menyerahkan sepenuhnya penyelesaian sengketa ini kepada proses hukum yang sedang berjalan di pengadilan. Mereka berharap mediasi yang akan dilakukan di bawah pengawasan hakim mediator dapat menghasilkan solusi yang adil bagi kedua belah pihak, terutama demi kebaikan anak-anak.

Oleh karena itu, pihak Ruben Onsu telah secara resmi mengajukan gugatan hak asuh anak. Keputusan ini diambil sebagai langkah tegas untuk memastikan bahwa hak dan kepentingan anak-anak terlindungi melalui jalur hukum yang resmi.

Kisah Haru Nando Hilmy dan Gary Iskak di Film ‘Lastri Arwah Kembang Desa’

Film ‘Lastri Arwah Kembang Desa’ menjadi saksi bisu kolaborasi terakhir antara aktor mendiang Gary Iskak dan putranya, Nando Hilmy, dalam sebuah karya sinematik yang penuh makna.

Perbesar

Nando Hilmy dalam wawancara gala premier film Lastri: Arwah Kembang Desa di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis, (9/7/2026). (Liputan6.com/Afradhiya N. R)

Film horor terbaru, Lastri Arwah Kembang Desa, tidak hanya menawarkan cerita mencekam yang diangkat dari urban legend, tetapi juga menyimpan kisah haru di baliknya. Film yang disutradarai oleh Hendry Tivo ini menampilkan kolaborasi istimewa antara almarhum aktor Gary Iskak dan putranya, Nando Hilmy, yang menjadi momen terakhir mereka beradu akting di layar lebar.

Dalam film ini, Gary Iskak memerankan karakter Turenggo, seorang juragan tambang pasir kaya raya yang menikahi Lastri (Hana Saraswati), sang kembang desa. Kisah bermula ketika rumor dan hasutan mulai menyebar di kampung Bandeng, yang berujung pada konflik tragis. Nando Hilmy sendiri berperan sebagai bodyguard yang mendampingi sang ayah di lokasi syuting.

Saat ditemui di Jakarta pada Kamis, 9 Juli 2026, Nando Hilmy mengungkapkan rasa lega sekaligus haru melihat film ini akhirnya tayang di bioskop. Ia mengaku film ini menjadi pengingat berharga akan sosok sang ayah.

Berikut adalah beberapa fakta menarik seputar keterlibatan Nando Hilmy dan Gary Iskak dalam film Lastri Arwah Kembang Desa:

1. Kerinduan Mendalam Saat Roadshow

Perbesar

Rumah produksi Abelle Pictures luncurkan first look film Lastri: Arwah Kembang Desa yang dibintangi Hana Saraswati, Gary Iskak, hingga Yama Carlos. (Foto: Dok. Istimewa)

Nando Hilmy mengaku kerap merindukan sang ayah, terutama saat ia melakukan roadshow promosi film ke Lumajang, Jawa Timur. Kehadiran sang ayah di lokasi syuting yang sama, membuat momen tersebut semakin terasa spesial sekaligus mengharukan.

Gary Iskak, yang dikenal lewat film Bintang Jatuh dan video klip Krisdayanti, meninggal dunia pada November 2025. Delapan bulan berlalu, Nando masih merasakan kehilangan yang mendalam, namun ia selalu berusaha menguatkan diri dan mendoakan mendiang ayahnya.

2. Kenangan Manis Bersama Sang Ayah

Bagi Nando, Lastri Arwah Kembang Desa bukan sekadar film, melainkan sebuah karya yang sangat berarti karena melibatkan almarhum ayahnya. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Abelle Pictures yang telah mewujudkan kolaborasi ini.

Nando mengenang masa-masa syuting dengan penuh kehangatan. Ia seringkali mendampingi ayahnya, bahkan dalam urusan pribadi seperti membeli obat atau memenuhi kebutuhan sang ayah yang sedang berjuang menjaga kesehatannya.

3. Warisan Profesionalisme Gary Iskak

Nando Hilmy melihat Gary Iskak sebagai sosok seniman yang sangat profesional. Meskipun dalam kondisi kesehatan yang menantang, Gary Iskak tetap menunjukkan komitmennya yang luar biasa dalam berakting. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi Nando.

“Yang paling saya ingat, dia tanggung jawab dan orangnya sangat konsisten. Luar biasa,” ujar Nando, merujuk pada dedikasi ayahnya terhadap seni peran.