Malique, Zizi Kirana, dan Yasin Sulaiman Rilis Lagu Dukungan untuk Palestina

showbiz3 Dilihat

DermayuMagz.com – Dunia musik kembali berduka dengan kepergian salah satu seniman terbaiknya, namun di sisi lain, sebuah karya kolaborasi menyentuh hati hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan.

Malique, musisi ternama asal Malaysia, bersama Zizi Kirana dan Yasin Sulaiman, bersatu padu dalam sebuah lagu berjudul “Yang Tinggal”. Lagu ini bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah seruan kemanusiaan yang didedikasikan untuk rakyat Palestina yang tengah dilanda konflik.

Inisiatif untuk menciptakan lagu ini bermula dari diskusi antara Zizi Kirana dan Direktur Icon Records, Iman Tang, pada pertengahan tahun 2025. Mereka memiliki visi yang sama untuk menggunakan kekuatan musik sebagai sarana menyuarakan kepedulian terhadap tragedi kemanusiaan di Palestina.

Malique dan Tripdisz kemudian dipercaya untuk menggarap komposisi musiknya. Mereka terinspirasi oleh berbagai kisah pilu yang terjadi di Palestina, yang menuntut adanya sentuhan emosional mendalam serta nuansa musik yang khas Timur Tengah.

Pilihan jatuh pada Yasin Sulaiman untuk mengisi vokal yang mampu menghadirkan kedalaman emosi tersebut. Namun, proses kolaborasi ini tidaklah mudah. Pada saat yang bersamaan, Yasin Sulaiman tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Melalui koordinasi intensif dengan pihak rumah sakit dan otoritas terkait, izin produksi akhirnya dapat diperoleh. Hal ini memungkinkan lagu “Yang Tinggal” untuk direkam dan diselesaikan sebagai bagian dari program Premium Artist Collaboration 2026 dari Icon Records.

Pesan Mendalam di Balik Nada

Dalam sebuah sesi wawancara daring yang diadakan pada Jumat, 10 Juli 2026, Zizi Kirana menjelaskan makna di balik lagu “Yang Tinggal”. Ia menyatakan bahwa lagu ini sarat dengan pesan tentang kehilangan, harapan, keteguhan hati, serta nilai-nilai kemanusiaan yang kerap terabaikan di tengah kehancuran akibat konflik bersenjata.

“Lagu ‘Yang Tinggal’ menjadi karya sarat makna tentang kehilangan, harapan, keteguhan hati, serta nilai-nilai kemanusiaan di tengah kehancuran akibat konflik bersenjata,” ujar Zizi Kirana.

Karya ini juga menjadi momen reuni yang emosional bagi Malique dan Yasin Sulaiman. Keduanya pernah berkolaborasi dalam lagu legendaris “Alhamdulillah” yang juga sukses besar. Lagu tersebut bahkan menampilkan Dian Sastrowardoyo yang membacakan puisi, menambah kekayaan artistik karya tersebut.

Kehadiran kembali mereka dalam proyek “Yang Tinggal” menggarisbawahi kekuatan persahabatan dan semangat kolaborasi dalam menyuarakan isu-isu penting.

Suara Anak Pengungsi Menambah Kekuatan Emosional

Keistimewaan lagu “Yang Tinggal” semakin terasa berkat partisipasi dari Voices of Bilad al-Sham Children’s Choir by Cinta Salam Malaysia. Paduan suara ini terdiri dari anak-anak pengungsi Suriah, yang kehadirannya menjadi simbol kuat dan representasi suara dari tanah Syam yang selama ini menggema dalam kepedihan konflik kemanusiaan.

Kontribusi mereka tidak hanya menambah dimensi emosional pada lagu, tetapi juga memberikan harapan dan keteguhan dari generasi yang secara langsung merasakan dampak perang. Suara-suara polos anak-anak ini seolah menjadi pengingat akan masa depan yang harus diperjuangkan.

“Paduan suara ini memberi makna lebih dalam. Suara Voices of Bilad al-Sham Children’s Choir merepresentasikan harapan, keteguhan, dan doa dari generasi yang turut merasakan dampak perang,” jelas Zizi Kirana.

Fakta menarik lainnya yang terungkap adalah inspirasi di balik lirik lagu ini. Malique tergerak untuk mengabadikan kisah tragis seorang anak kecil yang menjadi korban serangan bom saat sedang membeli roti untuk ibunya. Dalam kondisi yang memilukan, anak tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dunia namun tetap menggenggam erat roti di tangannya.

Kisah nyata yang menyayat hati ini menjadi pemicu bagi Malique untuk menerjemahkan rasa duka, kepedulian kemanusiaan, dan harapan menjadi sebuah karya musik yang melampaui batas-batas bahasa dan negara.

Seruan Nurani untuk Perdamaian

“Yang Tinggal” lebih dari sekadar sebuah lagu; ia adalah manifestasi dari panggilan nurani kolektif. Malique berharap melalui karya ini, dunia tidak lagi berpaling dari penderitaan mereka yang terdampak oleh perang.

“Ini seruan nurani agar dunia tidak lagi memalingkan wajah dari penderitaan mereka yang masih tertinggal di tengah perang,” tegas Malique.

Melalui melodi dan lirik yang menyentuh, lagu ini mengajak para pendengar untuk merenungkan kembali arti kasih sayang, kemanusiaan, dan pentingnya perdamaian di dunia yang penuh dengan ketidakpastian. Kehadiran Malique, Zizi Kirana, dan Yasin Sulaiman dalam proyek ini menegaskan bahwa seni memiliki kekuatan luar biasa untuk menyuarakan pesan kemanusiaan yang universal.

Lagu “Yang Tinggal” diharapkan dapat memberikan sedikit kehangatan dan harapan bagi mereka yang sedang berjuang, sekaligus menjadi pengingat bagi dunia akan tanggung jawab moral untuk menciptakan perdamaian.

(DermayuMagz.com)