BPJS Kesehatan Banjar: Kolaborasi Prolanis Perkuat Layanan Laboratorium

Berita7 Views

DermayuMagz.com – Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Banjar, Agus Supratman, memberikan klarifikasi penting mengenai kerja sama pelayanan laboratorium bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah Kota Banjar.

Agus menegaskan bahwa tidak ada praktik pembatasan atau monopoli dalam kerja sama dengan laboratorium tertentu. Pernyataan ini disampaikan untuk menjawab isu yang beredar terkait alur kerja sama fasilitas kesehatan dengan laboratorium mitra BPJS Kesehatan, termasuk peran Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang baru menjalin kerja sama per 1 Januari 2026.

Mekanisme Kerja Sama dan Layanan Penyakit Kronis

Dalam penjelasannya, Agus menguraikan bahwa poin-poin kerja sama telah diatur secara rinci dalam sebuah Memorandum of Understanding (MOU). BPJS Kesehatan memfasilitasi pemeriksaan laboratorium rutin untuk peserta yang memiliki penyakit kronis, seperti Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi, melalui program Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis).

Pemeriksaan yang termasuk dalam layanan ini, seperti tes kimia darah, ureum, kreatinin, dan kolesterol, dijadwalkan dilakukan dua kali dalam setahun atau setiap enam bulan sekali. Agus menekankan bahwa MOU tersebut tidak memberlakukan pembatasan apa pun terhadap layanan ini.

Saat ini, BPJS Kesehatan Banjar telah menjalin kerja sama dengan empat laboratorium yang menyediakan layanan pemeriksaan Lab bagi peserta Prolanis. Keempat laboratorium tersebut adalah Labkesda Kota Banjar, Lab Pertama Banjar, Lab Medistra Ciamis, dan Lab Prodia Ciamis.

Klarifikasi Data Fasilitas Kesehatan

Pada kesempatan yang sama, Agus juga meluruskan data mengenai jumlah fasilitas kesehatan (faskes) di wilayah Kota Banjar untuk mencegah kesalahpahaman di masyarakat. Ia merinci bahwa total Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di wilayah kerja Cabang Banjar, yang mencakup Ciamis dan Pangandaran, berjumlah 145 faskes.

Secara spesifik untuk Kota Banjar, terdapat 27 faskes. Rinciannya adalah 10 Puskesmas dan 17 klinik swasta serta dokter praktik perorangan. Dengan demikian, angka 64 faskes yang beredar perlu dikoreksi.

Mendorong Kolaborasi Aktif dengan Puskesmas

Terkait optimalisasi peran Labkesda, Agus mendorong manajemen laboratorium untuk lebih proaktif dalam berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Puskesmas di wilayah setempat. Menurutnya, kelancaran pelaksanaan teknis di lapangan sangat bergantung pada komunikasi yang baik antara pihak laboratorium dengan kepala Puskesmas atau pengelola klub olahraga Prolanis.

Agus menjelaskan bahwa laboratorium yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan hanya perlu berkoordinasi dengan Puskesmas mengenai jadwal pemeriksaan rutin. “Tim laboratorium tinggal datang ke sana,” ujarnya, merujuk pada pelaksanaan pemeriksaan darah peserta Prolanis.

Ia menekankan bahwa selama peserta memiliki kartu JKN yang aktif dan terdaftar dalam program Prolanis, mereka berhak mendapatkan layanan pemeriksaan laboratorium sesuai dengan prosedur yang berlaku. Agus berharap seluruh mitra laboratorium, termasuk Labkesda yang baru bergabung, dapat memahami isi perjanjian kerja sama secara teknis.

Baca juga di sini: Film Korea Hadir di Bioskop Selama Libur Lebaran

Tujuannya adalah agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal tanpa hambatan administratif. “Intinya tinggal jalan saja. Tidak ada istilah harus bagi-bagi atau pembatasan,” pungkas Agus, menegaskan komitmen BPJS Kesehatan untuk memberikan layanan terbaik bagi warga Kota Banjar.