DermayuMagz.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) bagi para admin media sosial di tingkat kecamatan dan desa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan pengelolaan media sosial secara profesional guna memerangi hoaks serta mewujudkan ekosistem digital yang sehat dan terpercaya.
Di tengah pesatnya arus informasi digital, Pemkab Majalengka melalui Diskominfo berupaya keras memperkuat literasi digital masyarakat. Fokus utamanya adalah mengedukasi penggunaan media sosial yang bijak, produktif, dan bertanggung jawab. Tujuannya jelas, menciptakan ruang digital yang lebih sehat dan informatif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan bimtek ini merupakan salah satu wujud nyata dari upaya tersebut. Dilaksanakan di Kecamatan Argapura pada Selasa, 28 April 2026, acara ini secara spesifik menyasar para admin media sosial yang bertugas di tingkat kecamatan dan desa. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat transparansi informasi yang disampaikan kepada masyarakat.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Majalengka, Kusmiati, menekankan betapa krusialnya peran media sosial saat ini. Ia menyatakan bahwa media sosial telah menjadi salah satu kanal utama dalam penyebaran informasi publik. Oleh karena itu, pengelolaannya tidak boleh dilakukan sembarangan, melainkan harus profesional, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca juga di sini: Klarifikasi dan Fakta Audiensi Wabup Malang dengan Wapres Gibran yang Dipertanyakan
“Media sosial bukan sekadar sarana komunikasi, tetapi juga menjadi wajah informasi pemerintah,” ujar Kusmiati. Ia menambahkan bahwa konten yang disajikan haruslah informatif, kredibel, dan memiliki kemampuan yang kuat untuk menangkal penyebaran hoaks yang semakin marak di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Kusmiati menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas para admin media sosial ini merupakan kunci penting. Tujuannya adalah untuk membangun ekosistem digital yang sehat dan sekaligus mendukung keterbukaan informasi publik di era digital yang serba cepat ini.
Camat Argapura, Ridwan Mochamad Ramdhani, menyambut baik inisiatif Diskominfo Majalengka ini. Ia menilai bahwa peran media sosial saat ini sangat strategis. Keberadaannya sangat vital dalam mendukung penyampaian informasi mengenai program-program pemerintah hingga ke tingkat desa.
Menurut Ridwan, seluruh desa yang berada di wilayah Kecamatan Argapura sudah memiliki admin media sosial. Tugas mereka adalah mempublikasikan berbagai kegiatan dan program pembangunan yang sedang berjalan. Ini merupakan langkah positif dalam mengkomunikasikan kinerja pemerintah kepada masyarakat.
“Terdapat sekitar 14 desa yang telah memiliki admin media sosial, ditambah instansi vertikal. Bimtek ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan mereka dalam mengelola informasi secara efektif,” ungkap Camat Argapura.
Antusiasme peserta dalam mengikuti bimtek ini terlihat jelas dari keterlibatan aktif mereka selama kegiatan berlangsung. Para admin desa dan kecamatan menunjukkan semangat belajar yang tinggi untuk menguasai teknik-teknik baru dalam pengelolaan media sosial.
Salah seorang peserta, Erik, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari pelatihan ini. Ia secara spesifik menyoroti teknik penyampaian informasi yang menarik namun tetap akurat dan tidak menyesatkan. Hal ini sangat relevan dengan tantangan di era digital saat ini.
“Melalui bimtek ini, kami jadi lebih memahami cara membuat konten yang informatif, menarik, serta mampu menangkal hoaks yang beredar di masyarakat,” tutur Erik, salah satu peserta yang merasakan manfaat langsung dari kegiatan tersebut.
Dengan adanya penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang komunikasi digital ini, Diskominfo Majalengka memiliki harapan besar. Diharapkan para admin media sosial di tingkat desa dan instansi dapat benar-benar menjadi garda terdepan. Mereka diharapkan mampu menyebarkan informasi yang benar, akurat, dan memiliki nilai membangun bagi masyarakat.
Langkah strategis ini diharapkan akan mampu mendorong terciptanya ekosistem digital yang lebih sehat dan kondusif. Lebih dari itu, upaya ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap informasi resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah.






