DermayuMagz.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan langkah strategis untuk memperkuat sektor perikanan nasional dengan menargetkan Modernisasi 950 Kapal Ikan pada tahun 2027. Upaya ini merupakan bagian dari mandat presiden untuk mendorong kedaulatan pangan sekaligus meningkatkan daya saing armada perikanan Indonesia di kancah global.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dalam keterangannya pada Jumat (18/9/2026), menegaskan bahwa modernisasi armada merupakan satu dari enam program kerja prioritas nasional KKP. Inisiatif ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari rencana besar pemerintah untuk melakukan pembaruan terhadap 4.582 kapal ikan hingga tahun 2029.
Mengatasi Tantangan Industri Perikanan
Langkah modernisasi ini diambil sebagai respons atas berbagai kendala yang selama ini membebani para nelayan. Beberapa tantangan utama yang diidentifikasi oleh KKP meliputi:
- Armada yang menua: Banyak kapal nelayan saat ini sudah berusia tua sehingga kurang efisien.
- Keterbatasan teknologi: Minimnya penggunaan alat tangkap modern yang berdampak pada produktivitas.
- Biaya operasional tinggi: Ketimpangan antara biaya operasional dengan harga jual ikan di pasar.
- Mutu hasil tangkapan: Kualitas tangkapan yang belum konsisten akibat keterbatasan fasilitas penyimpanan di atas kapal.
Dengan adanya pembaruan armada, pemerintah berharap nelayan dapat menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan kualitas hasil tangkapan yang lebih kompetitif dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Program Prioritas dan Dukungan Anggaran
Dalam mendukung agenda besar ini, KKP telah mendapatkan pagu anggaran sebesar Rp 16,65 triliun untuk tahun 2027. Sebanyak Rp 13,73 triliun atau sekitar 82,45% dari total anggaran tersebut dialokasikan secara khusus untuk mendukung program prioritas nasional, implementasi ekonomi biru, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor kelautan.
Selain modernisasi kapal, KKP juga menjalankan lima program strategis lainnya yang saling terintegrasi, yakni:
“Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di 1.000 lokasi, revitalisasi tambak budi daya seluas 5.500 hektare, pengembangan modeling tambak udang terintegrasi, budi daya ikan darat tematik di 10.000 lokasi, serta pembangunan pergaraman nasional.”
Skala dan Cakupan Modernisasi
Proyek modernisasi ini mencakup spektrum yang luas, mulai dari kapal berukuran 10 hingga 2.500 gross ton (GT). Jenis kapal yang akan dimodernisasi pun beragam, mencakup kapal penangkap ikan dengan berbagai alat tangkap seperti pukat cincin, gillnet, handline, rawai, pole and line, jaring hela, liftnet, hingga bubu. Selain itu, KKP juga akan melakukan modernisasi pada kapal pengangkut, kapal pengolahan, serta kapal pendukung operasional lainnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan rencana investasi mencapai Rp 125,5 triliun untuk pembangunan kapal ikan modern. Langkah ini diharapkan mampu mengubah wajah sektor perikanan nasional menjadi lebih modern, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi kesejahteraan nelayan di seluruh Indonesia.






