BMKG Petakan Kalteng Rawan Karhutla Akibat El Nino Mei-Juli 2026

Berita9 Dilihat

DermayuMagz.com – BMKG Kalimantan Tengah (Kalteng) memberikan klarifikasi terkait isu fenomena cuaca ekstrem El Nino yang diprediksi akan melanda pada tahun 2026.

Munculnya istilah ‘El Nino Godzilla’ sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Namun, pihak BMKG menegaskan bahwa sebutan tersebut tidak resmi dan tidak berasal dari lembaga mereka.

Prakirawan BMKG Kalteng, Renianatae, menjelaskan bahwa klasifikasi El Nino secara ilmiah hanya terbagi menjadi tiga kategori: lemah, sedang, dan kuat.

Dalam wawancara yang berlangsung di Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut, Palangka Raya, pada Kamis (30/4/2026), Renianatae menyampaikan bahwa prediksi El Nino tahun ini berada pada kategori lemah.

Ia merinci, potensi terjadinya El Nino lemah mencapai 96%, sementara potensi kategori moderat berada di angka 50%.

Meskipun intensitasnya diprediksi lemah, Renianatae mengingatkan bahwa periode Mei hingga Juli 2026 akan terasa lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya, 2025.

Tahun 2025 sendiri dilaporkan hampir tidak terdampak oleh fenomena El Nino, sehingga perbedaan kondisi cuaca di tahun ini akan cukup terasa.

“Memang Mei, Juni, hingga Juli nanti suhu akan meningkat dan curah hujan berkurang. Ini tetap harus diwaspadai karena efeknya menambah kekeringan di wilayah kita,” ungkap Renianatae.

Peningkatan suhu dan penurunan curah hujan ini berpotensi menambah tingkat kekeringan di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.

Menyikapi potensi kekeringan tersebut, BMKG Kalteng telah melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang dinilai rawan terhadap titik panas atau hotspot.

Wilayah yang diidentifikasi memiliki kerawanan lebih tinggi umumnya berada di bagian tenggara dan pesisir provinsi.

Beberapa kabupaten yang masuk dalam kategori ini antara lain Pulang Pisau, Kapuas, Kotawaringin Barat, dan sebagian selatan Kotawaringin Timur, serta Kota Palangka Raya.

“Daerah-daerah ini cenderung memiliki suhu yang lebih panas dan potensi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang cukup tinggi saat intensitas hujan mulai berkurang,” jelas Renianatae.

Untuk memastikan kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap potensi bencana, BMKG Kalteng memastikan seluruh tim prakirawan bekerja penuh waktu.

Mereka beroperasi selama 24 jam untuk terus memantau perkembangan cuaca dan iklim.

Koordinasi yang intensif juga terus dijalin dengan pemerintah daerah serta instansi terkait lainnya.

Komunikasi ini dilakukan melalui berbagai kanal digital dan pembaruan data secara berkala untuk memastikan informasi peringatan dini tersampaikan dengan cepat.

“Kami terus memantau pergerakan suhu muka laut di Pasifik setiap saat. Komunikasi dengan pusat dan antar-daerah terus terhubung melalui koordinasi virtual yang aktif 24 jam untuk memastikan data peringatan dini sampai ke tangan yang tepat secara cepat,” ujar Renianatae.

BMKG Kalteng mengimbau seluruh masyarakat di Kalimantan Tengah untuk mulai melakukan antisipasi terhadap kondisi cuaca panas yang diprediksi akan datang.

Masyarakat disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada jam-jam terik matahari.

Selain itu, penting juga untuk menjaga ketersediaan air bersih dan menghindari praktik pembakaran lahan secara sembarangan yang dapat memicu kebakaran.

Baca juga di sini: Sony Pictures Tetap Lanjutkan Reboot Charlie's Angels Meski Pernah Gagal

“Kondisi saat ini masih dinamis, kami akan terus memperbarui data jika terjadi peningkatan status El Nino dari lemah ke sedang atau kuat. Mari bersama-sama menjaga lingkungan demi mencegah terjadinya kabut asap,” pungkas Renianatae.