DermayuMagz.com – Pemerintah Indonesia telah memulai langkah konkret dalam mewujudkan mimpi puluhan tahun untuk memiliki kawasan akomodasi terpadu bagi jemaah haji di Tanah Suci, yang kini dikenal sebagai Kampung Haji.
Inisiatif strategis ini berfokus pada pembebasan lahan di wilayah Jabal Hindawiyah, Makkah, sebuah lokasi yang dipilih karena kedekatannya dengan Masjidil Haram.
Penasihat Khusus Presiden untuk Urusan Haji, Muhadjir Effendy, menjelaskan bahwa area ini berjarak sekitar 2 hingga 2,5 kilometer dari pusat aktivitas ibadah haji.
Ia menambahkan bahwa akses khusus, termasuk pembangunan terowongan, akan diciptakan untuk memastikan kenyamanan jemaah dan meminimalkan gangguan dari lalu lintas kendaraan.
Tahap awal proyek ini direncanakan akan membangun tiga menara hunian, yang diharapkan mampu menampung sekitar 1.600 jemaah.
Targetnya adalah agar fasilitas ini sudah dapat melayani jemaah Indonesia pada musim haji tahun depan, dengan pengelolaan yang akan berada di bawah naungan Danantara.
Proyek Kampung Haji ini merupakan bagian dari visi jangka panjang pemerintah Indonesia yang telah dirintis sejak era Presiden Joko Widodo dan kini dilanjutkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Muhadjir Effendy menyatakan kebanggaannya atas realisasi mimpi yang sudah tertunda selama 40 tahun ini.
Dalam rencana pengembangan jangka panjang, kawasan ini diproyeksikan akan memiliki ratusan menara hunian.
Tujuannya adalah untuk menyediakan akomodasi yang memadai bagi sebagian besar jemaah haji Indonesia yang datang setiap tahun.
Luas lahan yang dibutuhkan untuk proyek ini mencapai sekitar 84 hektare.
Saat ini, proses pembebasan lahan sedang berjalan untuk sekitar 54 hektare dari total kebutuhan tersebut.
Muhadjir Effendy menekankan bahwa proyek pembangunan Kampung Haji ini tidak akan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Skema pembiayaan akan mengedepankan model investasi melalui Danantara, yang juga akan melibatkan investor potensial, termasuk dari Arab Saudi.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan skema pendanaan tambahan senilai sekitar Rp1,7 triliun.
Dana ini dialokasikan untuk mendukung kebutuhan operasional proyek agar tidak menjadi beban tambahan bagi jemaah haji.
Pembangunan Kampung Haji ini dinilai sebagai langkah strategis yang sangat penting.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam penyelenggaraan ibadah haji, memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi jemaah, serta mewujudkan kemandirian layanan haji Indonesia di Arab Saudi.
Baca juga di sini: Rilis Trailer The Death of Robin Hood, Hugh Jackman Merasa Sangat Menyesal
Lebih lanjut, proyek ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbanyak di dunia.






