Qeysa Novtya Aqila Ajak Karawang Jadi Pusat Wisata Budaya dengan Dukungan UMKM dan Kaum Muda

Gaya Hidup4 Dilihat

DermayuMagz.com – Qeysa Novtya Aqila, seorang pelajar sekaligus model muda, memiliki ambisi besar untuk mentransformasi Karawang menjadi destinasi wisata budaya yang unggul.

Dengan semangat yang membara, Qeysa bertekad untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta merangkul generasi muda dalam mewujudkan visi ini.

Perempuan berusia 18 tahun ini sedang menempuh pendidikan di SMKN 1 Cikampek Karawang dengan mengambil jurusan Teknik Mesin. Namun, kesibukannya di dunia akademis tidak menghalanginya untuk merambah dunia profesional.

Qeysa telah aktif sebagai model catwalk dan photoshoot, serta menekuni profesi sebagai kreator konten review. Minatnya pada dunia travelling dan modelling, ia yakini, dapat diselaraskan dengan potensi pariwisata budaya yang dimiliki Karawang.

Ketertarikannya pada ajang Mojang Jajaka (Moka) Karawang didasari oleh keyakinannya akan besarnya potensi yang dapat digali dari ajang tersebut. Ia memiliki niat yang kuat dan tujuan yang jelas sejak awal untuk dapat berkontribusi melalui paguyuban Moka.

Qeysa Novtya Aqila tidak hanya aktif sebagai Mojang Motekar Karawang 2025, tetapi juga merupakan seorang pegiat pramuka yang berprestasi.

Rekam Jejak Prestasi: Dari Pramuka hingga Kompetisi Seni

Qeysa memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan di berbagai bidang. Di tingkat nasional, ia telah mencapai puncak dalam kepramukaan dengan meraih gelar Pramuka Garuda Tingkat Penggalang.

Ia juga pernah menjadi peserta Jambore Nasional XII, sebuah pencapaian yang setara dengan juara kedua di tingkat nasional.

Selain itu, Qeysa juga aktif di bidang kesenian dan kepemimpinan. Ia berhasil meraih Juara 3 FLS2N Gitar Duet se-Kabupaten Karawang.

Di dunia modeling, ia juga tidak kalah bersinar dengan meraih Juara 2 Lomba Catwalk atau Model se-Jawa Barat.

Pengalaman kepemimpinannya juga terasah saat ia dipercaya menjabat sebagai Ketua OSIS di masa sekolah menengah pertama.

Di tingkat sekolah, ia juga mendapatkan pengakuan dengan gelar “Putri Campur Terfavorit” dalam ajang Duta Sekolah.

Advokasi dan Tantangan Pemberdayaan Lokal

Dalam menjalankan advokasinya untuk memajukan Karawang, Qeysa telah mengambil langkah konkret. Ia aktif membuat berbagai konten yang mengulas dan mereview produk-produk lokal.

Konten-konten tersebut mencakup ulasan makanan khas Karawang, profil toko-toko lokal, hingga berbagai produk UMKM yang ada di daerahnya.

“Saya sendiri mengakui bahwa tantangan yang kerap dihadapi cukup besar, terutama karena ini adalah pengalaman pertama terjun ke dunia semacam ini, apalagi masih berstatus sebagai pelajar,” ungkapnya dengan senyum.

Meskipun demikian, Qeysa menegaskan bahwa tantangan tersebut justru diimbangi dengan peluang besar yang terbuka lebar baginya.

Ia memandang ajang Moka Karawang sebagai platform yang memberikan banyak kesempatan untuk mengembangkan potensi daerahnya.

Lebih dari itu, ajang ini juga menjadi sarana baginya untuk meningkatkan kualitas diri agar dapat memberikan kontribusi yang lebih berarti bagi Karawang.

“Peluang-peluang itu semakin banyak saya dapatkan setelah mengikuti Moka Karawang,” ujarnya.

Ajakan Generasi Muda untuk Mencintai Produk Lokal

Qeysa mengakhiri visinya dengan sebuah ajakan yang tegas kepada seluruh generasi muda. Ia mengajak mereka untuk tidak hanya sekadar mencintai, tetapi juga menunjukkan wujud kecintaan tersebut melalui aksi nyata.

Salah satu bentuk aksi nyata yang ia tekankan adalah dengan menggunakan dan mempromosikan produk-produk lokal.

Ia berpendapat bahwa generasi muda memiliki potensi yang sangat besar untuk turut serta mengembangkan segala potensi yang dimiliki oleh Karawang.

“Mari kita kembangkan pariwisata, budaya, dan UMKM yang ada di kota kita,” serunya dengan penuh semangat.

Upaya mulia Qeysa ini mendapatkan dukungan penuh dari kedua orang tuanya, terutama sang ayah yang senantiasa mendampingi dan mengantarnya dalam setiap kegiatan Moka.

Selain dukungan keluarga, Qeysa juga menerima sokongan moril yang besar dari sahabat karibnya, para guru di sekolah, pembina, serta jajaran Kwarcab dan Kwarran Cikampek.

Baca juga di sini: 198 Calon Jemaah Haji Solok 2026 Dilepas, Bupati Sampaikan Pesan Haru

Dukungan juga datang dari coach dan rekan-rekan sesama model yang telah ia kenal.