Pembangunan Mapolda DIY di Sleman, Konsep Smart City dan Pelayanan Presisi

Berita5 Dilihat

DermayuMagz.com – Pembangunan Markas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Mapolda DIY) telah resmi dimulai dengan seremoni peletakan batu pertama di Jalan Bibis, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, pada Minggu, 3 Mei 2026.

Proyek yang sangat penting ini digadang-gadang akan menjadi lambang transformasi dalam pelayanan kepolisian, menjadikannya lebih modern, presisi, dan berbasis teknologi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Acara peletakan batu pertama ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan, mengusung tema ‘Mbangun Bhayangkara Presisi, Hamemayu Hayuning Bawono’. Tema ini mencerminkan komitmen Kepolisian Republik Indonesia untuk menghadirkan institusi yang humanis sekaligus selaras dengan nilai-nilai budaya lokal Yogyakarta.

Acara penting ini dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi, termasuk Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh masyarakat.

Transformasi Pelayanan Kepolisian Modern

Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya menekankan bahwa pembangunan Mapolda DIY bukan sekadar proyek fisik semata. Ini adalah bagian integral dari upaya peningkatan kualitas pelayanan kepolisian yang terus berkembang seiring waktu.

Ia menambahkan bahwa pembangunan ini bertujuan untuk memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah DIY.

Mapolda DIY yang baru akan mengadopsi konsep smart city yang didukung penuh oleh teknologi berbasis Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Dengan adanya sistem ini, diharapkan kepolisian dapat terbantu dalam menganalisis berbagai situasi dan memberikan rekomendasi tindakan yang cepat dan tepat sasaran.

Selama masa pembangunan dan perpindahan dari markas lama, pihak kepolisian menjamin bahwa pelayanan kepada masyarakat akan tetap berjalan secara optimal tanpa ada gangguan yang berarti.

Dukungan Pemerintah dan Dampak bagi Sleman

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan harapannya agar Mapolda DIY tidak hanya berfungsi sebagai gedung perkantoran, tetapi juga menjadi sebuah ruang yang mampu merefleksikan peradaban masa depan.

Beliau menekankan pentingnya desain yang mencakup command center yang terintegrasi, ruang kolaborasi untuk berbagai sektor, fasilitas pelatihan berbasis simulasi, hingga ekosistem kerja yang adaptif dengan manusia sebagai fokus utama pelayanan.

Di sisi lain, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyatakan dukungan penuhnya terhadap pembangunan Mapolda DIY ini.

Ia menilai bahwa keberadaan Mapolda DIY di Sleman merupakan langkah strategis yang sangat penting untuk memperkuat aspek keamanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Harda Kiswaya menambahkan bahwa selain memperkuat sistem keamanan, pembangunan ini juga berpotensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sleman bagian barat.

Mapolda DIY ini akan dibangun di atas lahan Sultan Ground yang memiliki luas mencapai 7,5 hektare. Anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini diperkirakan mencapai Rp120 miliar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta akan didukung oleh hibah pendopo dari Pemerintah Daerah DIY.

Proyek pembangunan ini ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2026.

Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono, menjelaskan bahwa pembangunan ini juga bertujuan untuk memenuhi standar kelayakan Mapolda tipe A, menggantikan fasilitas lama yang sudah dianggap tidak memadai lagi.

Baca juga: Sekda Malut Ungkap Kendala Pelaksanaan MBG

Dengan dimulainya pembangunan ini, Mapolda DIY diharapkan dapat menjadi pusat pelayanan kepolisian yang lebih profesional, sigap dalam merespons kebutuhan masyarakat, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Hal ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Polri dan pemerintah daerah dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Yogyakarta.