Peran Ketua Kloter dalam Distribusi Kuesioner Survei Kepuasan Haji Diapresiasi BPS

Berita4 Dilihat

DermayuMagz.com – Wakil Ketua Tim Survei Kepuasan Jemaah Haji Badan Pusat Statistik (BPS), Nur Ikhlas, memberikan apresiasi mendalam atas peran vital yang dimainkan oleh para ketua kelompok terbang (kloter) dalam kelancaran distribusi kuesioner survei kepuasan jemaah haji Indonesia.

“Alhamdulillah, sejak kami memulai kegiatan survei sekitar 10 hari yang lalu, seluruh ketua kloter telah menunjukkan komitmen dan kesediaan mereka untuk memfasilitasi proses pendistribusian kuesioner ini,” ujar Nur Ikhlas saat ditemui di sela-sela kegiatan penyebaran kuesioner kepada jemaah haji Indonesia di Madinah, pada hari Senin, 4 Mei 2026.

Nur Ikhlas merinci bahwa pendistribusian kuesioner ini ditujukan kepada kurang lebih 14.000 jemaah haji. Skema distribusi yang efektif memanfaatkan peran ketua kloter, yang sebelumnya telah menjalin koordinasi dengan Ketua Sektor (Kasektor) masing-masing.

“Jika BPS harus melakukan penyebaran kuesioner secara langsung kepada 14.000 sampel, tentu akan menjadi tugas yang sangat berat dan memerlukan sumber daya yang besar. Oleh karena itu, kami sangat terbantu dengan adanya fasilitasi koordinasi dan kolaborasi yang baik dengan para ketua kloter,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa mekanisme distribusi kuesioner ini dirancang secara berjenjang untuk memastikan efisiensi dan jangkauan yang optimal. Proses dimulai dari tahap koordinasi awal dengan Kasektor, yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kuesioner melalui ketua kloter untuk didistribusikan lebih lanjut kepada jemaah di bawah tanggung jawab mereka.

Baca juga: Investasi BIYC Dorong Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja Menurut Lurah Kampung Mandar

“Konsep pelaksanaannya adalah kami melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Kasektor, lalu berlanjut ke ketua kloter untuk proses pendistribusian kuesioner kepada masing-masing jemaah,” ungkapnya.

Dalam praktiknya di lapangan, tujuh petugas lapangan yang ditugaskan oleh BPS secara proaktif mendatangi ketua kloter yang telah teridentifikasi. Mereka meminta kesediaan para ketua kloter untuk membantu mendistribusikan kuesioner tersebut kepada jemaah yang mereka pimpin.

“Apabila ada ketua kloter yang berhalangan karena satu dan lain hal, pendistribusian kuesioner dapat dialihkan melalui ketua rombongan atau bahkan ketua regu. Namun, berdasarkan pantauan kami hingga saat ini, seluruh ketua kloter menunjukkan partisipasi yang sangat baik dan memberikan bantuan yang berarti. Kerja sama yang terjalin sangatlah positif,” tuturnya.

Lebih lanjut, Nur Ikhlas menginformasikan bahwa proses pengolahan data hasil survei ini akan dilakukan di Arab Saudi. Hasil akhir survei ini nantinya akan disajikan dalam bentuk Indeks Kepuasan Haji di Indonesia, yang menjadi tolok ukur penting bagi evaluasi penyelenggaraan ibadah haji.

“Pimpinan BPS Pusat akan berkolaborasi erat dengan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia untuk menentukan waktu yang paling tepat dan strategis dalam merilis Indeks Kepuasan Haji ini kepada publik,” pungkasnya.