FIA UB Gelar Workshop Kampus Ramah Lingkungan

Berita7 Dilihat

DermayuMagz.com – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) memulai langkah strategis untuk mewujudkan lingkungan kampus yang peduli terhadap kelestarian alam. Hal ini ditandai dengan penyelenggaraan Workshop Green Campus yang dilaksanakan pada hari Kamis, 23 April 2025.

Kegiatan ini merupakan ajang kolaborasi antara pimpinan fakultas, para akademisi, serta mahasiswa. Tujuannya adalah untuk merumuskan dan menyusun strategi pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan FIA UB.

Acara workshop ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya adalah Dekan FIA UB, Prof. Dr. Hamidah Nayati Utami, dan Ketua UPT Green Campus UB, Prof. Sri Suhartini, STP, M.Env.Mgt., Ph.D. Turut hadir pula Wakil Dekan 2 FIA, Saparila W, Ph.D., dan Wakil Dekan 3 FIA, Dr. M. Said. Selain itu, hadir pula Ketua GRAFIA, Dr. Rosalita Rachma Agusti, SE., MSA., Ak., beserta jajaran pimpinan lainnya.

Fokus utama diskusi dalam workshop ini adalah mengidentifikasi dampak dari aktivitas harian seluruh sivitas akademika terhadap lingkungan. Pembahasan mencakup berbagai aspek, mulai dari pola konsumsi air hingga penggunaan energi listrik.

Diskusi diarahkan untuk mencari solusi konkret dalam menekan jejak lingkungan. Hal ini akan diupayakan melalui perumusan kebijakan yang praktis dan didukung oleh data yang akurat.

Dr. Rosalita Rachma Agusti, SE., MSA., Ak., yang juga merupakan Dosen Departemen Administrasi Bisnis dan Ketua Program Green Campus FIA UB, menjelaskan bahwa inisiatif ini telah melahirkan sebuah tim relawan yang diberi nama GRAFIA. Tim ini beranggotakan mahasiswa, dosen, serta staf kependidikan yang memiliki kepedulian dan komitmen tinggi.

Tugas utama tim GRAFIA adalah memastikan bahwa praktik-praktik ramah lingkungan dapat terintegrasi dan diterapkan secara konsisten dalam rutinitas kegiatan sehari-hari di kampus.

Dalam forum tersebut, berbagai rencana teknis untuk implementasi mulai dibahas secara mendalam. Salah satu poin penting yang diangkat adalah upaya peningkatan efisiensi dalam penggunaan air.

Selain itu, pengelolaan limbah secara bertanggung jawab juga menjadi prioritas. FIA UB berencana untuk menerapkan sistem pengelolaan limbah yang lebih baik guna mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Baca juga: Ratusan Sapi Terbaik Berpartisipasi dalam Lomba Ternak Kediri

Lebih lanjut, FIA UB juga sedang dalam proses penyusunan sistem baseline karbon. Sistem ini akan berfungsi sebagai alat ukur untuk memantau jejak emisi karbon yang dihasilkan oleh aktivitas kampus.

Tujuan utama dari penyusunan baseline karbon ini adalah untuk memastikan transparansi dan akurasi dalam pengukuran jejak emisi. Hal ini penting untuk evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.

Langkah-langkah yang diambil oleh FIA UB ini sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs). Secara spesifik, inisiatif ini mendukung Tujuan ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Selain itu, upaya ini juga berkontribusi pada Tujuan ke-13 yang berfokus pada penanganan perubahan iklim secara global.

Namun, FIA UB menekankan bahwa inisiatif ini bukan semata-mata untuk memenuhi kriteria penilaian internasional. Lebih dari itu, ini adalah bentuk tanggung jawab moral institusi pendidikan tinggi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Saat ini, sejumlah kebijakan yang berkaitan dengan konsep kampus berkelanjutan masih dalam tahap pembahasan. Proses ini melibatkan berbagai pihak untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan efektif dan dapat diimplementasikan.

Meskipun demikian, FIA UB telah menegaskan komitmennya. Komitmen tersebut adalah untuk terus berinovasi dan mengembangkan konsep kampus yang berkelanjutan, dimulai dari langkah-langkah kecil di lingkungan internal fakultas.

FIA UB meyakini bahwa melalui upaya kolektif dan bertahap, visi kampus ramah lingkungan dapat terwujud. Hal ini akan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan generasi mendatang.