DermayuMagz.com – Misteri hilangnya seorang bocah bernama Pradifta (11) di Desa Girimukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, akhirnya mulai terkuak.
Pradifta, yang merupakan seorang murid sekolah dasar, diduga kuat tenggelam di aliran Sungai Cikondang ketika sedang berenang bersama empat orang temannya.
Titik terang kasus ini baru didapatkan pada Selasa siang, 5 Mei 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Hal ini terjadi setelah salah satu saksi kunci, yang merupakan teman korban, akhirnya memberikan pengakuan jujur mengenai peristiwa yang sebenarnya terjadi.
Sebelumnya, keluarga korban dilanda kepanikan yang mendalam karena Pradifta tidak kunjung pulang ke rumah selama dua hari. Upaya pencarian mandiri yang dilakukan oleh warga sekitar juga belum membuahkan hasil.
Baca juga: Fresha Rezkana, Anggota DPRD, Hadiri Festival Mapag Sri dan Sunatan Massal
Kecurigaan keluarga semakin menguat ketika ponsel milik Pradifta diketahui masih dalam keadaan aktif. Namun, segala upaya untuk menghubungi korban melalui ponsel tersebut tidak mendapatkan respons.
Belakangan diketahui bahwa ponsel tersebut ternyata disimpan oleh salah satu teman korban. Teman korban tersebut merasa ketakutan untuk segera mengakui kejadian yang sebenarnya.
Keempat teman Pradifta akhirnya mengakui bahwa korban terseret arus sungai. Namun, mereka memilih untuk bungkam karena dilanda kecemasan mendalam atas apa yang telah terjadi.
Merespons laporan dari warga, aparat kepolisian segera berkoordinasi dengan berbagai pihak. Tim SAR dari Basarnas, BPBD, serta petugas Pemadam Kebakaran dikerahkan untuk memulai operasi pencarian di Bendungan Sindang Resmi.
Petugas menggunakan perahu karet untuk melakukan penyisiran. Pencarian difokuskan pada titik awal kejadian dan area di sepanjang aliran sungai yang diduga menjadi lokasi Pradifta hanyut.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan upaya penyisiran secara intensif di lapangan. Pencarian dilakukan dengan harapan menemukan keberadaan Pradifta.
Kanit Siaga SAR Basarnas Cianjur, M. Andika Zein, menjelaskan bahwa rencana pencarian akan diperluas. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan hasil pencarian dan meningkatkan peluang ditemukannya korban.
Pihak Basarnas melakukan penyisiran hingga sejauh delapan kilometer dari titik dugaan tenggelamnya korban. Tujuannya adalah untuk melacak keberadaan Pradifta yang hingga kini masih dinyatakan hilang di aliran Sungai Cikondang.






