DermayuMagz.com – Luke Thomas Mahony, seorang warga negara Australia, kini menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Penunjukan ini menandai langkah strategis dalam penguatan tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) Indonesia.
Pria kelahiran Australia ini memiliki pengalaman yang sangat luas di sektor pertambangan. Rekam jejaknya mencakup posisi-posisi penting di perusahaan-perusahaan tambang kelas dunia.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, secara resmi mengonfirmasi penunjukan Luke Thomas Mahony. Hal ini dilakukan untuk memperkuat tim di PT DSI, sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang dibentuk untuk tujuan tersebut.
Rosan menekankan bahwa pemilihan Luke didasarkan pada rekam jejak dan kompetensi yang dimilikinya. Pengalaman Luke dianggap sangat relevan untuk memimpin entitas baru ini.
“Ya ini kan kita lagi dalam tahap untuk menguatan tim. Nanti kita akan tampilkan fullnya tim. Bisa dilihat track record-nya apa, kemampuannya jelas gitu. seperti kita bangun Danantara dulu,” ujar Rosan.
Sebelum memegang tampuk kepemimpinan di PT DSI, Luke Thomas Mahony juga pernah menjabat sebagai Direktur di PT Vale Indonesia. Pengangkatannya sebagai Direktur Vale Indonesia dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 10 Juni 2024.
Latar belakang pendidikan Luke sangat kuat di bidang pertambangan dan keuangan. Ia meraih gelar Sarjana Teknik Pertambangan dari University of New South Wales (UNSW) Australia pada tahun 2002.
Perjalanan pendidikannya berlanjut dengan raihan gelar Master of Commerce Finance pada tahun 2004. Ia juga menyelesaikan studi Master of Mining Engineering pada tahun 2006 dan Master of Geomechanics pada tahun 2009, semuanya dari UNSW Australia.
Karier profesional Luke sebagian besar dijalani dalam industri pertambangan global. Ia telah menempati berbagai posisi strategis di perusahaan tambang terkemuka.
Sebelum bergabung dengan PT Vale Indonesia, Luke pernah bekerja di perusahaan seperti Vale, BHP Billiton, dan Xstrata Coal. Pengalaman ini memberikannya pemahaman mendalam tentang operasional pertambangan.
Di Vale, Luke memegang peran penting sebagai Global Head of Technology & Innovation selama periode 2021-2022. Ia juga sebelumnya dipercaya menjadi Global Head of Geology, Mine Engineering, Geotechnical, Tailings Dams and Technology dari tahun 2019 hingga 2021.
Tak hanya itu, ia juga pernah menjabat sebagai Technical Executive – Global Coal Business pada periode 2017-2019. Jabatan-jabatan ini menunjukkan keahliannya dalam berbagai aspek teknis pertambangan.
Baca juga : Pimpinan Ponpes Ponorogo Diduga Cabuli Belasan Santri dengan Iming-iming Sekolah Gratis
Selama berkarier di BHP Billiton, Luke mengisi berbagai peran penting. Ia pernah menjadi Geotechnical/Mining Engineer, Principal Business Analyst, hingga Manager Production Projects. Pengalaman ini membuktikan kemampuannya dalam berbagai fungsi di industri.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di sektor pertambangan, pengembangan teknologi, geologi, hingga perencanaan sumber daya, Luke diharapkan dapat memimpin PT DSI dengan efektif.
Peran PT DSI adalah mengelola tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Penunjukan Luke Thomas Mahony menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memperkuat sektor ini.
Pemerintah sendiri telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA). Aturan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengawasan dan mencegah praktik-praktik kecurangan.
Melalui PP tersebut, BUMN ditunjuk sebagai eksportir tunggal untuk komoditas-komoditas strategis. Komoditas ini termasuk minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloy).
Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di DPR RI pada 20 Mei 2026, menjelaskan bahwa kebijakan ini akan meningkatkan penerimaan negara.
“Kita wajibkan, harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai pengekspor tunggal. Dalam artian, hasil dari setiap penjualan ekspor akan diteruskan oleh BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah kepada pelaku usaha pengelola kegiatan tersebut,” ujar Presiden Prabowo.
Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk memperkuat pengawasan dan memberantas praktik seperti under invoicing, transfer pricing, serta pelarian devisa hasil ekspor.
Dengan dipimpin oleh Luke Thomas Mahony, PT DSI diharapkan dapat menjalankan mandatnya dengan baik. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia dikelola secara optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi negara.
Pengalaman Luke yang mendalam di industri pertambangan global, dikombinasikan dengan pemahaman tentang pasar internasional, akan menjadi aset berharga bagi PT DSI.
Penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Dirut PT DSI merupakan langkah strategis yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola ekspor SDA Indonesia.






