DermayuMagz.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan jaminan bahwa pembentukan Badan Ekspor tidak akan mengganggu kontrak jangka panjang yang telah terjalin antara perusahaan-perusahaan di Indonesia.
Menurut Purbaya, penanganan kontrak jangka panjang tersebut akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari Badan Ekspor yang baru dibentuk, yaitu PT Danantara Sumberdaya Indonesia.
Beliau menjelaskan bahwa detail mengenai penanganan kontrak ini akan melibatkan diskusi antara Badan Ekspor dengan perusahaan pemilik komoditas terkait.
Purbaya menambahkan bahwa beliau tidak memiliki kewenangan langsung terkait penanganan kontrak ekspor komoditas tersebut, karena hal itu berada di bawah naungan Badan Ekspor.
“Nanti kita lihat bagaimana badan ekspor itu mengendalikan, karena bukan saya, dan itu perusahaan yang nanti adalah perusahaan independen, nanti dia akan mungkin diskusi sama perusahaannya seperti apa,” ungkap Purbaya.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, pada Kamis, 21 Mei 2026.
Ia juga mengemukakan bahwa kontrak yang ditangani oleh Badan Ekspor umumnya tidak berjangka waktu terlalu panjang.
Kontrak jangka panjang biasanya lebih umum terjadi pada sektor minyak dan gas bumi (migas), yang mekanismenya tidak melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia.
“Kalau kontrak jangka panjang juga enggak 10 tahun pasti. Kalau migas enggak masuk situ, yang jangka panjang biasanya gas, minyak kan, gas utamanya,” ujar dia.
Baca juga : Pihak yang Mengundang TNI-Polri ke Jabatan Sipil Diungkap, Bukan oleh Presiden
Untuk komoditas seperti batu bara, Purbaya menyebutkan bahwa kontraknya tidak mencapai 10 tahun dan umumnya akan berakhir dalam beberapa bulan.
“Kalau yang batu bara enggak ada yang 10 tahun, paling beberapa bulan mungkin. Itu pasti akhir tahun sudah habis,” imbuh Bendahara Negara ini.
Investor Menunggu Kebijakan Badan Ekspor
Sebelumnya, Purbaya juga telah memberikan tanggapan mengenai potensi dampak pembentukan Badan Ekspor terhadap pasar saham.
Sempat terjadi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diduga dipengaruhi oleh isu pembentukan Badan Ekspor tersebut.
Menurut Purbaya, pelaku pasar mungkin belum sepenuhnya memahami tujuan sebenarnya dari pembentukan Badan Ekspor ini.
Ia berpendapat bahwa penurunan pasar saham kemungkinan besar disebabkan oleh kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian.
“Mungkin mereka belum tahu dampak sebenarnya seperti apa. Kan kalau ada ketidakpastian, biasanya takut, jual dulu. Nanti kalau mereka mengerti dampak yang sebetulnya seperti apa, harusnya akan naik,” kata Purbaya.
Pernyataan ini kembali disampaikan oleh Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, pada Kamis, 21 Mei 2026.
Hentikan Under-invoicing Ekspor
Badan Ekspor yang dimaksud merujuk pada PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang baru saja dibentuk.
Tujuan utama pembentukan badan ini adalah untuk menekan praktik under-invoicing dalam proses ekspor komoditas unggulan Indonesia.
Purbaya membenarkan bahwa praktik penjualan komoditas di bawah harga pasar memang sering terjadi.
Praktik inilah yang diharapkan dapat diberantas melalui peran aktif dari Danantara Sumberdaya Indonesia ke depannya.
“Karena begini, nanti under-invoicing kan akan tertutup dengan adanya Badan Ekspor itu. Jadi tadinya yang biasanya uangnya dimainkan oleh pemilik, karena perusahaan yang di luar negeri punya pemilik kan, sekarang bisa harusnya terefleksi langsung di penjualan mereka yang murni,” tuturnya.
Perusahaan Bisa Untung
Dengan skema yang akan dijalankan melalui Badan Ekspor, Purbaya melihat adanya potensi keuntungan tambahan bagi para perusahaan pemilik komoditas.
Keuntungan tambahan ini diharapkan dapat memberikan respons positif terhadap kinerja pasar saham.
“Jadi perusahaannya juga akan untung. Jadi harusnya bisa double untungnya yang listed di bursa yang dilaporkan.
Jadi harusnya ini akan meningkatkan valuasi dari perusahaan-perusahaan itu di bursa, jadi pasti pelan-pelan akan naik secara signifikan malah kalau menurut saya ya,” jelas dia.






