Darto Berani Terobos Api Selamatkan Cucu dari Kebakaran

News6 Dilihat

DermayuMagz.com – Sebuah aksi heroik dilakukan oleh Darto, seorang pedagang di Tambora, Jakarta Barat, yang nekat menerobos kobaran api demi menyelamatkan anak dan cucunya saat terjadi kebakaran hebat pada Kamis malam, 28 Mei 2026.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di Jalan Krendang Barat, Tambora. Saat itu, Darto sedang melayani pembeli di warung kelontongnya yang terletak di depan rumah kontrakan yang ia tinggali bersama keluarganya.

Tiba-tiba, api mulai terlihat membesar dari lantai dua bangunan kontrakan yang bersebelahan dengan tempat tinggalnya. Dalam sekejap, kobaran api melalap bangunan tersebut dan dengan cepat merembet.

“Saya lagi jualan tuh semalam. Warung saya depan kontrakan. Tiba-tiba dari sini api udah membesar, sekitar pukul 19.30 WIB,” kenang Darto saat ditemui di lokasi kejadian pada Jumat sore, 29 Mei 2026.

Menyadari bahaya yang mengancam, insting Darto langsung tertuju pada anak dan cucunya yang berada di dalam rumah. Tanpa memikirkan keselamatannya sendiri, ia segera menyuruh istrinya untuk menjauh ke tempat yang aman.

Baca juga : Potret Dapur dan Ruang Makan Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag yang Minimalis

Sementara itu, Darto berlari kencang menuju rumahnya yang mulai dilalap api. Namun, ia menghadapi kendala karena pintu rumah dalam keadaan terkunci.

“Saya enggak pikir panjang, langsung lari ke rumah dengan mendobrak pintu yang terkunci untuk nyelamatin anak dan cucu,” tutur Darto, suaranya masih terdengar tegang menceritakan momen menegangkan tersebut.

Di tengah kepulan asap yang semakin menyesakkan, Darto bergegas naik ke lantai dua. Prioritas utamanya adalah menyelamatkan anggota keluarganya.

“Anak sama cucu saya di lantai dua. Saya lari ke atas. Syukurnya kita empat-empatnya selamat,” ucapnya dengan nada lega.

Meskipun berhasil menyelamatkan seluruh anggota keluarganya, Darto harus menerima kenyataan pahit. Keterbatasan waktu membuatnya tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga. Ponsel, KTP, Kartu Keluarga (KK), hingga tabungannya ludes dilalap api.

Namun, bagi Darto, kehilangan harta benda tidak sebanding dengan keselamatan keluarganya. “Semuanya ludes, tapi intinya anak sama cucu saya selamatlah, kita berempat sama istri saya,” katanya dengan tabah.

Berdasarkan kesaksian Darto, kebakaran hebat tersebut diduga kuat berasal dari korsleting listrik di lantai atas rumah tetangganya. “Semalam sih dari lantai dua, korsleting listrik katanya. Jam setengah delapan itu udah membesar aja apinya gitu,” jelasnya.

Darto hanyalah satu dari ratusan warga yang terdampak musibah kebakaran ini. Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Tambora tersebut dilaporkan menghanguskan sedikitnya 27 rumah tinggal.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, membenarkan luasnya dampak kebakaran ini. “Objek yang terdampak, 27 rumah tinggal,” ujar Syaiful saat dikonfirmasi pada Jumat.

Akibat insiden tersebut, sebanyak 113 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 250 jiwa terpaksa mengungsi dari kediaman mereka.

Para pengungsi kini berlindung di musala terdekat serta tenda-tenda darurat yang telah didirikan oleh pemerintah setempat. Beruntung, di balik kerugian materiil yang besar, tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa kebakaran ini.