Akhir Pelarian Pria Terduga Penyekap dan Pemerkosa Wanita di Makassar

News6 Dilihat

DermayuMagz.com – Aparat kepolisian terpaksa melumpuhkan pelaku penculikan dan pemerkosaan berinisial IS (30) dengan menembak kakinya saat hendak ditangkap di Makassar pada Sabtu (16/5). Pelaku yang melarikan diri setelah melakukan aksi kejinya terhadap korban berinisial WA (21) asal Kalimantan Utara, tertangkap saat tiba dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Kapolestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, tindakan tegas itu diambil karena pelaku melakukan perlawanan saat tiba di Makassar. “Karena memang ada tindakan melawan pada saat pas tiba ke Makassar, maka dilakukan tindakan melumpuhkan kepada si pelaku ini,” ujar Arya Perdana seperti dilansir Antara, Senin (18/5/2026).

Pelaku melarikan diri setelah menyekap dan memperkosa korban selama tiga hari sejak Jumat (8/5) di sebuah perumahan elit di Jalan Metro Tanjung Bunga, kawasan Barombong, Makassar. Awalnya polisi menduga pelaku kabur ke Sumatera, namun kemudian diketahui ia menumpangi kapal laut menuju Surabaya.

Tim gabungan dari Polrestabes Surabaya, Polres KP3 Tanjung Perak, dan tim Jatanras Polrestabes Makassar berhasil membekuk pelaku sesaat setelah turun dari kapal. “Saat pelaku ini sudah turun dari kapal, ditangkap (tim gabungan) lalu dibawa lah ke mana ke Makassar tadi malam,” tegas Arya.

Setibanya di Makassar, pelaku kembali berupaya melawan dan mencoba melarikan diri, sehingga petugas mengambil tindakan terukur dengan melumpuhkan kedua kakinya menggunakan timah panas.

Modus Pelaku

Kapolestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menjelaskan bahwa modus operandi tersangka IS adalah dengan membuka lowongan kerja secara daring melalui media sosial Facebook untuk posisi babysitter atau pengasuh bayi.

“Korban membaca di facebook lalu tertarik dan menghubungi, disuruhnya datang ke rumah pelaku ini. Ketika di rumah pelaku, pelaku ini menyampaikan kalau pekerjaan itu belum ada, jadi suruh kerja jadi pembantu rumah tangga dulu,” tutur Arya.

Baca juga : Usaha Kecil di Gang Sempit yang Selalu Laku

Setelah bekerja selama dua hari sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah pelaku, pada hari ketiga, pelaku tiba-tiba masuk ke kamar korban dan mengancamnya dengan pisau cutter agar tidak berteriak. Pelaku kemudian memperkosa korban.

“Setelah diperkosa, uang korban juga diambil, handphone (ponselnya) diambil, motornya juga diambil dan dijual,” ungkap Arya.

Perbuatan bejat pelaku tidak hanya sekali dilakukan. Korban juga disekap selama beberapa hari di rumah kontrakan pelaku. Mulut korban ditutup lakban, dan tangannya diikat.

Korban akhirnya berhasil melepaskan diri dan kabur dari rumah pelaku. “Setelah beberapa kali diperkosa akhirnya korban bisa (lolos), sebelumnya korban juga disekap, ditutup mulutnya dengan lakban, diikat tangan juga dengan lakban. Korban akhirnya bisa dan berusaha melepaskan diri dan kabur dari rumah itu,” ucapnya.

Pelaku Dilumpuhkan Polisi

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa rumah yang digunakan pelaku untuk menyekap korban adalah rumah kontrakan harian, dengan biaya sewa Rp300 ribu per hari.

“Setelah itu korban (menyelamatkan dirinya) melapor ke kantor polisi dan kita melakukan penyelidikan. Tapi ternyata pelaku ini sudah kabur,” kata Arya.

Saat ini, pelaku IS ditahan di sel tahanan Polrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut setelah dilumpuhkan oleh tim gabungan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.