Alasan Pertamina Mengubah Harga Pertamax dan Pertamax Green

Bisnis19 Dilihat

DermayuMagz.com – PT Pertamina Patra Niaga, sebagai salah satu subholding PT Pertamina (Persero), telah mengumumkan penyesuaian harga untuk produk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yaitu Pertamax dan Pertamax Green. Langkah ini diambil berdasarkan evaluasi berkala yang mempertimbangkan fluktuasi harga minyak dunia dan kondisi pasar.

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam menjaga keseimbangan antara keberlanjutan operasional bisnis, peningkatan kualitas layanan, dan memastikan pasokan energi yang stabil bagi masyarakat.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia. Ia menekankan bahwa setiap perubahan harga telah melalui koordinasi dengan pemerintah selaku regulator.

Hal ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan harga BBM sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan energi nasional. Roberth juga menambahkan bahwa penyesuaian ini merupakan bagian dari tata kelola energi yang baik.

Menurutnya, penetapan harga jual BBM nonsubsidi mengikuti formula yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Formula ini mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk harga rata-rata publikasi minyak internasional, nilai tukar mata uang, serta biaya operasional.

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator,” ujar Roberth, dikutip dari keterangan yang diterima pada Selasa, (9/6/2026).

Ia melanjutkan, “dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal.”

Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ketersediaan dan kualitas produk BBM di seluruh penjuru Indonesia. Upaya ini dilakukan demi memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh konsumen.

Perusahaan juga memastikan bahwa stok Pertamax dan Pertamax Green di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina tetap aman. Masyarakat diimbau untuk mendapatkan informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, yaitu melalui website Pertamina Patra Niaga atau aplikasi MyPertamina.

Penting untuk dicatat bahwa penyesuaian harga ini hanya berlaku untuk produk BBM nonsubsidi. Untuk produk BBM bersubsidi, seperti Pertalite dan Biosolar, harganya tetap stabil dan tidak mengalami perubahan.

Pertalite masih dijual dengan harga Rp 10.000 per liter, sementara Biosolar tetap pada harga Rp 6.800 per liter. Kebijakan ini menunjukkan konsistensi Pertamina dalam menyediakan BBM bersubsidi sesuai dengan kuota dan harga yang ditetapkan pemerintah untuk masyarakat.

Daftar Harga BBM Pertamina per 10 Juni 2026

Berikut adalah daftar harga BBM yang berlaku di SPBU Pertamina per tanggal 10 Juni 2026:

  • Pertamax Series:
    • Pertamax (RON 92): Mengalami penyesuaian dari Rp 12.300/liter menjadi Rp 16.250/liter.
    • Pertamax Green 95 (RON 95): Mengalami penyesuaian dari Rp 12.900/liter menjadi Rp 17.000/liter.
    • Pertamax Turbo (RON 98): Tetap pada harga Rp 20.750/liter.
  • Dex Series:
    • Dexlite (CN 51): Tetap pada harga Rp 23.000/liter.
    • Pertamina Dex (CN 53): Tetap pada harga Rp 24.800/liter.

Masyarakat dapat mengakses informasi lebih lanjut mengenai harga BBM terbaru dan program-program Pertamina melalui situs web resmi Pertamina Patra Niaga di www.pertaminapatraniaga.com. Selain itu, aplikasi MyPertamina juga menyediakan fitur lengkap untuk informasi dan transaksi BBM.

Untuk pertanyaan atau informasi tambahan, konsumen dapat menghubungi Contact Center Pertamina 135. Layanan ini siap membantu menjawab segala pertanyaan terkait produk dan layanan yang ditawarkan oleh perusahaan.

Penyesuaian harga ini diharapkan dapat terus menjaga kelancaran distribusi energi di seluruh Indonesia, sekaligus memastikan bahwa masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap bahan bakar berkualitas.