Biaya Parkir Ojol untuk Penumpang

News5 Dilihat

DermayuMagz.com – Pengemudi ojek online (ojol) kini kerap membebankan biaya parkir di pusat perbelanjaan kepada konsumen. Hal ini terjadi kecuali jika pengelola mal menyediakan fasilitas parkir gratis khusus untuk para pengemudi ojol.

Seorang warga Jakarta Timur, Raynald, seringkali harus mengeluarkan biaya tambahan saat memesan makanan dari mal melalui aplikasi ojol. Terkadang, pengemudi ojol akan menginformasikan adanya biaya parkir tambahan langsung melalui aplikasi.

“Biasanya setelah pesanan sampai, saya kasih uang parkir Rp 2.000,” ujar Raynald kepada Liputan6.com pada Minggu (17/5/2026).

Biaya parkir ini di luar dari ongkos pengiriman yang sudah diatur dalam aplikasi. Meskipun aplikasi seringkali menawarkan diskon ongkos kirim, biaya parkir tetap harus dibayarkan secara tunai atau melalui fitur tip di aplikasi.

“Setahu saya, kalau parkir yang liar biasanya malah tukang parkirnya enggak minta duit ke driver ojol,” tambahnya.

Seorang pengemudi ojol, Nanang, membenarkan adanya praktik pembebanan biaya parkir kepada konsumen. Menurutnya, hal ini terpaksa dilakukan agar para pengemudi tidak mengalami kerugian karena harus mengeluarkan biaya parkir dari kantong pribadi.

Tidak ada aturan resmi yang mengatur hal ini. Nanang mengakui bahwa beberapa konsumen mungkin belum memahami bahwa biaya parkir seharusnya ditanggung oleh pemesan, bukan pengemudi. Mereka mengira semua biaya sudah tercakup dalam tarif aplikasi.

Namun, Nanang juga menyadari adanya oknum pengemudi ojol yang tidak jujur. Ia pernah mendengar cerita dari rekan-rekannya mengenai pengemudi yang sengaja meminta biaya parkir kepada pelanggan meskipun parkir di lokasi tersebut gratis. Oknum seperti ini seringkali mendapatkan sanksi.

“Akun mereka dibanned,” tegas Nanang, yang biasa beroperasi di sekitar Mal Kota Kasablanka.

Nanang sempat menunjukkan akun salah satu pengemudi ojol yang terindikasi bermasalah. Akun tersebut terkunci, dan Nanang menduga bahwa masalah biaya parkir bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Oleh karena itu, keberadaan tempat parkir khusus bagi ojol sangat penting bagi mereka. Selain memberikan kenyamanan, fasilitas ini juga menghilangkan potensi perdebatan dengan konsumen mengenai biaya parkir.

Rizki, pengemudi ojol lainnya, seringkali menghadapi konsumen yang enggan membayar biaya parkir. Hal ini kerap menimbulkan cekcok, bahkan ia pernah dituduh mencari keuntungan tambahan hanya dari biaya parkir.

“Bukan tidak mau membayarnya, tapi seringkali biaya parkir harus menombok sendiri. Karena biaya parkir menjadi tanggungjawab customer,” jelas Rizki.

Shelter Khusus untuk Ojol

Rizki merasa bersyukur karena beberapa mal di Jakarta Selatan menyediakan area parkir khusus untuk ojol. Salah satunya adalah di Mal Kota Kasablanka, yang tidak hanya menyediakan tempat parkir, tetapi juga sebuah Shelter Grab yang dirancang untuk memudahkan mobilitas dan aktivitas para pengemudi ojol.

Baca juga : Berbagai Cara Membayar PBB Tanpa Perlu Antre

Fasilitas di shelter ini terbilang lengkap. Pengemudi ojol dapat menggunakan toilet, tempat duduk untuk beristirahat sejenak, serta stop kontak untuk mengisi daya perangkat mereka. Tersedia juga air minum untuk melepas dahaga.

Aspek keamanan juga menjadi prioritas di shelter ini, terbukti dengan adanya kamera CCTV yang terpasang di sudut area parkir.

Nanang dipercaya untuk menjaga shelter ini. Meskipun shelter ini dibangun oleh perusahaan ojol sebagai fasilitas bagi para mitra, keberadaannya sangat membantu para pengemudi.

Terlebih lagi, dalam beberapa pekan terakhir, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) sering melakukan penertiban terhadap kendaraan yang parkir sembarangan. Keberadaan shelter ini menjadi keuntungan tersendiri bagi para mitra ojol.

“Yang enggak ojol yang enggak umum pokoknya yang parkir di jalan kan diangkut semua. Yang di halte-halte itu diangkut semua,” ungkap Nanang.

Nanang melakukan pemeriksaan selektif terhadap ojol yang ingin parkir. Pengemudi diwajibkan mengenakan atribut ojol, minimal jaket, untuk mencegah oknum yang hanya ingin memanfaatkan fasilitas parkir gratis.

Selain itu, Nanang juga sesekali memeriksa akun pengemudi untuk memastikan mereka benar-benar memiliki pesanan aktif. Langkah ini diambil untuk menjaga ketertiban parkir, terutama saat volume pesanan tinggi di hari libur, yang mengharuskan para ojol untuk bergantian parkir.

Kerja Sama dengan Pengelola Mal

Nanang dan pengemudi ojol lainnya yang sering beroperasi di area Mal Kota Kasablanka telah menjalin hubungan baik dengan pengelola mal. Jika terjadi masalah, Nanang dapat langsung berkomunikasi dengan pihak manajemen mal untuk mencari solusi.

“Yang bisa ngelobi ke dalem misalkan ada masalah dia ngerti jalurnya, ke Kokas-nya,” ujar Nanang.

Pihak mal menyambut baik keberadaan shelter ini. Meskipun shelter ini utamanya diperuntukkan bagi pengemudi untuk melakukan aktivitas antar jemput barang atau makanan, area ini tetap ramai oleh lalu lintas ojol yang silih berganti.

Jika ada penumpang yang membutuhkan layanan ojol, Nanang dan mitra lainnya siap membantu, meskipun titik penjemputan mungkin berada di pinggir jalan, bukan langsung di shelter.

Anton (56), seorang pengemudi ojol, merasakan manfaat besar dari keberadaan shelter ini. Selain mempermudah mobilitas, shelter ini juga memberikan rasa aman bagi kendaraannya, menghilangkan kekhawatiran akan kehilangan helm atau barang bawaan.

“Sangat diuntungkan karena kita itu kalau kadang-kadang di tempat lain itu parkir di luar mal. Kita khawatir segala macam,” kata Anton.