Optimalisasi Pelabuhan Ketapang, Ipuk Ajukan Pelebaran Jalan dan Peningkatan Layanan

News3 Dilihat

DermayuMagz.com – Kemacetan yang kerap terjadi di akses Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Untuk mengatasi persoalan vital ini, Bupati Ipuk Fiestiandani telah mengajukan sejumlah proyek strategis kepada Kementerian Perhubungan. Langkah ini diambil guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, terutama menjelang periode puncak.

Pelabuhan Ketapang, yang menjadi gerbang utama penyeberangan antara Jawa dan Bali, memegang peranan krusial dalam konektivitas nasional. Namun, kepadatan lalu lintas yang parah seringkali menghambat aktivitas di pelabuhan tersebut. Menyadari urgensi penanganan, Bupati Ipuk secara resmi melayangkan surat permohonan dukungan kepada Menteri Perhubungan.

Dalam surat tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memaparkan beberapa usulan prioritas yang diharapkan dapat segera direalisasikan. Fokus utama adalah pada perbaikan infrastruktur jalan yang menjadi akses langsung menuju pelabuhan. Beberapa ruas jalan nasional yang diidentifikasi sebagai titik kemacetan kritis, seperti jalur Ketapang-Jembatan Sungai Selogiri, Watudodol-Jembatan Grand Watudodol, serta sepanjang Kecamatan Wongsorejo, diusulkan untuk dilebarkan.

Selain pelebaran jalan, Bupati Ipuk juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas armada penyeberangan. Permohonan diajukan untuk penambahan kapal feri yang memiliki kapasitas lebih besar, minimal 3.000 GT. Penambahan armada ini diharapkan dapat meningkatkan daya angkut kendaraan dan penumpang secara signifikan, memperpendek waktu tunggu, dan mengurangi antrean panjang di pelabuhan.

Lebih lanjut, usulan juga mencakup pembangunan dan rehabilitasi dermaga, khususnya jenis *movable bridge* (MB). Dermaga yang lebih modern dan kuat ini diharapkan mampu melayani kendaraan berat dengan tonase hingga 50 ton. Peningkatan fasilitas dermaga ini tidak hanya akan mempercepat proses bongkar muat, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan secara keseluruhan.

Untuk mendukung kelancaran arus kendaraan yang lebih terintegrasi, Pemkab Banyuwangi juga mengajukan pembangunan jembatan akses. Jembatan ini akan menghubungkan Pelabuhan LCT (Landing Craft Tank) Ketapang dengan kawasan pelabuhan di Kelurahan Bulusan, menciptakan jalur distribusi yang lebih optimal.

Dorongan Percepatan Tol Besuki-Banyuwangi

Selain fokus pada penanganan langsung di sekitar pelabuhan, Bupati Ipuk juga memberikan perhatian pada konektivitas jangka panjang. Ia secara tegas mendorong percepatan pembangunan Jalan Tol Probowangi Tahap II, khususnya ruas Besuki-Banyuwangi. Pembangunan ruas tol ini dinilai sangat penting untuk memperlancar akses menuju Pelabuhan Ketapang dari wilayah timur Jawa Timur.

Pembangunan tol ini diharapkan dapat mengalihkan sebagian beban lalu lintas dari jalan nasional yang saat ini kerap mengalami kepadatan. Dengan tersedianya jalur tol yang memadai, mobilitas logistik dan perjalanan pribadi diperkirakan akan jauh lebih lancar dan efisien. Jalur tol ini juga akan terhubung dengan akses Tol Bajulmati dan Asembagus, semakin memperkuat jaringan transportasi darat.

“Kami berharap program-program ini dapat menjadi prioritas pemerintah pusat. Penanganan kemacetan di Pelabuhan Ketapang ini sangat krusial, tidak hanya bagi masyarakat Banyuwangi, tetapi juga bagi kelancaran konektivitas nasional dan pertumbuhan ekonomi di kawasan ini,” tegas Bupati Ipuk pada Kamis (25/6/2026).

Permohonan yang diajukan oleh Bupati Ipuk ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mencari solusi komprehensif untuk mengatasi permasalahan kompleks di salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia. Dengan dukungan dari pemerintah pusat, diharapkan Pelabuhan Ketapang dapat berfungsi lebih optimal, mendukung pariwisata, perdagangan, dan mobilitas masyarakat secara keseluruhan.