DermayuMagz.com – Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP) Universitas Negeri Malang (UM) sukses menggelar perayaan Hari Tari, Musik, dan Teater yang mengusung tema “Beyond Movement: Ketika Seni Pertunjukan Menjadi Pengalaman”. Acara ini diselenggarakan di Malang Town Square pada Rabu, 30 April 2026, dan berhasil menarik perhatian publik.
Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi apik dari tiga angkatan mahasiswa, yaitu angkatan 2023, 2024, dan 2025. Para mahasiswa tidak hanya berperan sebagai panitia penyelenggara, tetapi juga turut unjuk gigi sebagai penampil di panggung terbuka yang dirancang untuk interaksi langsung dengan masyarakat.
Hanifah Gheriya Azzahra, salah satu anggota Sie Acara, menjelaskan bahwa konsep perhelatan tahun ini mengalami perubahan signifikan dibandingkan dengan pelaksanaan sebelumnya yang cenderung terbatas di lingkungan kampus. Inovasi ini menjadi poin penting dalam penyelenggaraan kali ini.
“Tahun-tahun sebelumnya acara masih kami laksanakan di lingkungan kampus dan belum terbuka secara umum. Namun, di tahun ini, kami benar-benar fokus mempersiapkan acara di ruang publik dan juga melibatkan partisipasi dari pihak eksternal,” ungkap Hanifah.
Selain menampilkan sekitar 20 hingga 30 mahasiswa sebagai penampil internal, panitia juga dengan cermat mengundang delapan grup seniman eksternal. Keberagaman pertunjukan tidak hanya terbatas pada seni tari, tetapi juga merambah ke ranah teater dan pembacaan puisi. Bahkan, beberapa karya dari pemenang ajang Persima turut dipersembahkan, menambah kekayaan konten acara.
Dengan banyaknya pihak yang terlibat, rangkaian acara ini berlangsung meriah hingga malam hari. Penjadwalan penampilan yang beragam menjadi kunci utama agar setiap segmen dapat tersaji secara optimal dan dinikmati oleh seluruh pengunjung.
Lebih lanjut, Hanifah menambahkan bahwa tema “Beyond Movement” dipilih untuk merefleksikan semangat kebebasan berekspresi. Tema ini juga menekankan pentingnya perluasan pengalaman seni, yang tidak hanya sekadar menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sarana interaksi aktif antara para seniman dan masyarakat luas.
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya keras untuk menunjukkan bahwa seni pertunjukan sesungguhnya dapat menjadi sebuah pengalaman yang jauh lebih luas dan dapat dinikmati oleh masyarakat umum tanpa batasan,” jelasnya.
Salah satu penampilan yang berhasil mencuri perhatian audiens adalah Tari Gading Alit. Tarian kreasi ini terinspirasi dari kekayaan budaya Kota Malang. Dibelai oleh delapan penari mahasiswa, tarian ini memukau penonton dengan durasi sekitar tujuh menit yang penuh makna.
Asya Indah Ramadhani, salah satu penari Tari Gading Alit, mengungkapkan rasa antusiasmenya yang tinggi untuk terlibat dalam kegiatan tahunan ini. Perasaan ini semakin membuncah mengingat ini adalah kali pertama acara tersebut diselenggarakan di luar lingkungan kampus.
“Saya merasa sangat antusias karena ini adalah acara tahunan yang kami tunggu-tunggu, apalagi sekarang kami berkesempatan untuk tampil di tempat umum yang lebih luas,” ujarnya dengan penuh semangat.
Di balik kemegahan penampilan tersebut, para penari menghadapi berbagai tantangan yang tidak sedikit. Keterbatasan waktu latihan menjadi salah satu kendala utama, terutama dalam hal menghafalkan koreografi dan penyesuaian formasi. Hal ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi para mahasiswa.
“Kami hanya memiliki waktu latihan selama dua hari untuk menghafal gerakan sekaligus pola lantai. Bahkan, formasi sempat mengalami perubahan mendadak karena ada salah satu anggota yang berhalangan hadir, sehingga kami harus segera melakukan penyesuaian kembali,” tutur penari lainnya, Anifa Zeni Fitriani, menceritakan lika-liku persiapan.
Anifa juga menambahkan bahwa para penari berasal dari latar belakang daerah yang sangat beragam, seperti dari Nganjuk, Kabupaten Malang, Banyuwangi, hingga Madura. Keragaman ini secara alami menghadirkan tantangan tersendiri dalam proses penyatuan gerak dan ekspresi artistik mereka.
Melalui penyelenggaraan kegiatan “Beyond Movement” ini, PSP UM tidak hanya berhasil menghadirkan pertunjukan seni yang berkualitas, tetapi juga secara efektif memperluas jangkauan pengenalan program studi mereka kepada masyarakat. Ke depannya, PSP UM memiliki target ambisius untuk berkembang menjadi sebuah fakultas tersendiri, yang diharapkan akan semakin meningkatkan eksistensinya di kancah pendidikan seni.
Baca juga di sini: Tom Hardy Akan Bergabung dengan Transformers? Peran Decepticon Jadi Perbincangan
“Harapan terbesar kami ke depan adalah agar PSP UM dapat berkembang menjadi lebih besar lagi, semakin dikenal luas oleh masyarakat, dan mampu menunjukkan betapa besar potensi yang dimiliki oleh bidang seni pertunjukan,” pungkas Hanifah, menutup pembicaraan.






