Gaji Pemain Timnas Inggris di Piala Dunia 2026

bola3 Dilihat

Segini Upah Pemain Timnas Inggris di Piala Dunia 2026

Berapa jumlah uang yang diterima oleh pemain Timnas Inggris ketika berlaga di Piala Dunia 2026?

OlehHarley IkhsanDiterbitkan 07 Juni 2026, 13:00 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarSelebrasi striker Timnas Inggris, Harry Kane (kiri) bersama rekannya, Jude Bellingham setelah mencetak gol kedua timnya ke gawang Timnas Slovakia pada laga babak 16 besar Euro 2024 di Arena AufSchalke, Gelsenkirchen, Jerman, Minggu (30/6/2024). (AP Photo/Thanassis Stavrakis)

Liputan6.com, Jakarta – Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen paling monumental dalam sejarah sepak bola, terutama dalam hal jumlah peserta yang terlibat. Event yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini juga diprediksi akan menjadi yang paling menguntungkan dari segi finansial.

FIFA telah menyiapkan total dana distribusi sebesar 650 juta poundsterling untuk seluruh negara yang berpartisipasi. Dari total tersebut, sebesar 520 juta poundsterling akan diberikan sebagai hadiah berdasarkan prestasi yang diraih selama turnamen.

Di tengah perhatian yang tinggi terhadap besarnya gaji yang diperoleh para pemain Inggris di klub, muncul pertanyaan yang jarang terungkap: seberapa besar sebenarnya kompensasi yang mereka terima saat memperkuat tim nasional?

Publik mungkin lebih mengenal nilai kontrak Harry Kane di Bayern Munchen atau pendapatan Jude Bellingham di Real Madrid. Namun, cara pembayaran yang diterima ketika para pemain mengenakan seragam Timnas Inggris ternyata memiliki mekanisme yang sangat berbeda.

Gaji Pokok Tergolong RendahPerbesarKiper Inggris nomor satu, Jordan Pickford, serta para pemain lainnya seperti bek John Stones, Marc Guehi, Luke Shaw, dan gelandang Declan Rice dan Phil.

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tidak pernah secara terbuka mempublikasikan rincian mengenai pembayaran yang diterima oleh pemain tim nasional. Meskipun demikian, berbagai laporan menunjukkan bahwa setiap pemain Inggris mendapatkan biaya penampilan sekitar 2.000 poundsterling (sekitar Rp 48,2 juta) untuk setiap pertandingan yang mereka jalani.

Jumlah ini terbilang kecil jika dibandingkan dengan gaji mingguan yang mereka terima dari klub masing-masing. Namun, FA memiliki pandangan yang berbeda mengenai hal ini. Mereka menganggap membela negara sebagai suatu kehormatan, bukan sekadar cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Sumber pendapatan yang paling signifikan bagi pemain justru berasal dari bonus yang diberikan berdasarkan pencapaian tim dalam berbagai turnamen. Menurut informasi yang dirilis oleh The Mirror, setiap pemain Inggris dapat memperoleh bonus hingga 500.000 poundsterling (setara dengan Rp 12 miliar) jika mereka berhasil membawa tim meraih gelar juara di Piala Dunia 2026 dan mengangkat trofi di New Jersey pada tanggal 19 Juli mendatang.

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, juga memiliki peluang untuk mendapatkan bonus yang bernilai jutaan poundsterling jika ia berhasil mengakhiri penantian panjang Inggris untuk meraih gelar juara dunia pertama sejak tahun 1966. Dalam sistem yang diterapkan oleh FIFA, hadiah dari turnamen tidak diberikan secara langsung kepada pemain, melainkan disalurkan kepada federasi nasional. Dengan demikian, FA memiliki hak untuk mengatur bagaimana dana tersebut dibagikan, termasuk untuk operasional tim, kebutuhan staf pendukung, fasilitas, serta bonus bagi para pemain.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Bagi sejumlah atlet, keuntungan utama dari berpartisipasi dalam Piala Dunia tidak selalu berasal dari imbalan finansial yang diberikan oleh federasi. Turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini sering kali menciptakan peluang bisnis yang nilainya jauh lebih besar. Banyak perusahaan memilih untuk menunda peluncuran kampanye iklan mereka hingga skuad resmi diumumkan. Setelah seorang pemain terpilih ke dalam tim nasional, nilai komersialnya di mata sponsor biasanya mengalami peningkatan yang signifikan.
Untuk pemain-pemain ternama seperti Harry Kane, Jude Bellingham, dan Declan Rice, penampilan yang mengesankan di Piala Dunia dapat membuka jalan untuk kontrak sponsor baru atau mengaktifkan klausul bonus dalam perjanjian yang sudah ada.
Penampilan impresif atau momen ikonis di hadapan audiens global bahkan bisa menghasilkan keuntungan yang jauh melampaui bonus dari FA. Dengan demikian, kesempatan untuk bersinar di panggung dunia tidak hanya berujung pada pengakuan, tetapi juga pada peningkatan nilai komersial yang sangat menguntungkan bagi para pemain.

Show AllHarley IkhsanTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanOrganisasiTim Nasional Inggris berisi pemain-pemain bintang yang merumput di liga top EropaLihat SelengkapnyaTimnas Inggris

  • NegaraInggris merupakan salah satu negara yang merupakan dari bagian Britania RayaLihat SelengkapnyaInggris
  • Ajang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026
  • Piala Dunia
  • Pentas Bola Dunia 2026
  • Segini Upah Pemain Timnas Inggris di Piala Dunia 2026

    Berapa jumlah uang yang diterima oleh pemain Timnas Inggris ketika berlaga di Piala Dunia 2026?

    OlehHarley IkhsanDiterbitkan 07 Juni 2026, 13:00 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarSelebrasi striker Timnas Inggris, Harry Kane (kiri) bersama rekannya, Jude Bellingham setelah mencetak gol kedua timnya ke gawang Timnas Slovakia pada laga babak 16 besar Euro 2024 di Arena AufSchalke, Gelsenkirchen, Jerman, Minggu (30/6/2024). (AP Photo/Thanassis Stavrakis)Nilai Komersial Dapat MeningkatPerbesarDi akhir pertandingan kualifikasi Piala Dunia Grup K melawan Serbia pada 9 September 2025, Harry Kane (Inggris) menyapa para penggemar di Rajko Mitic Stadium, Beograd, Serbia. (AP Photo/Darko Vojinovic)

    Bagi sejumlah atlet, keuntungan utama dari berpartisipasi dalam Piala Dunia tidak selalu berasal dari imbalan finansial yang diberikan oleh federasi. Turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini sering kali menciptakan peluang bisnis yang nilainya jauh lebih besar. Banyak perusahaan memilih untuk menunda peluncuran kampanye iklan mereka hingga skuad resmi diumumkan. Setelah seorang pemain terpilih ke dalam tim nasional, nilai komersialnya di mata sponsor biasanya mengalami peningkatan yang signifikan.

    Untuk pemain-pemain ternama seperti Harry Kane, Jude Bellingham, dan Declan Rice, penampilan yang mengesankan di Piala Dunia dapat membuka jalan untuk kontrak sponsor baru atau mengaktifkan klausul bonus dalam perjanjian yang sudah ada.

    Penampilan impresif atau momen ikonis di hadapan audiens global bahkan bisa menghasilkan keuntungan yang jauh melampaui bonus dari FA. Dengan demikian, kesempatan untuk bersinar di panggung dunia tidak hanya berujung pada pengakuan, tetapi juga pada peningkatan nilai komersial yang sangat menguntungkan bagi para pemain.

    Imbalan BesarPerbesarPemain Inggris merayakan gol kedua mereka dalam kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Eropa melawan Albania di stadion “Air Albania” di Tirana, pada hari Senin.

    Skema bonus besar bagi Timnas Inggris sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru. Ketika mereka berkompetisi di Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Qatar, para pemain dilaporkan berhak menerima bonus sebesar 500.000 poundsterling per orang jika berhasil meraih gelar juara dunia.

    Angka tersebut mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan bonus tertinggi pada Piala Dunia 2018 di Rusia, yang berada di angka sekitar 215.000 poundsterling. Keberhasilan Inggris mencapai semifinal pada 2018, yang merupakan pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia sejak tahun 1966, dianggap sebagai salah satu faktor yang mendorong FA untuk meningkatkan insentif bagi turnamen berikutnya.

    Namun, perjalanan Timnas Inggris di Qatar terhenti di babak perempat final setelah mereka disingkirkan oleh Prancis. Oleh karena itu, bonus maksimal yang dijanjikan tersebut tidak pernah dibayarkan, mengingat nilai bonus tersebut disesuaikan dengan pencapaian tim dalam turnamen. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada janji insentif yang besar, realisasi bonus sangat tergantung pada performa di lapangan. Dengan demikian, pencapaian tim di turnamen menjadi penentu utama dalam distribusi bonus yang telah ditetapkan sebelumnya.

    Seluruh Pendapatan DisumbangPerbesarDari kiri ke kanan, terdapat bek Inggris #02 Kyle Walker, kiper Inggris #01 Jordan Pickford, bek Inggris #05 Ezri Konsa, bek Inggris #12 Dan Burn, serta gelandang Inggris #17 Curtis Jones.

    Di balik angka besar yang beredar, terdapat satu fakta menarik yang sering kali tidak diketahui oleh masyarakat tentang sistem keuangan Timnas Inggris. Sejak tahun 2007, semua pemain tim nasional putra Inggris secara sukarela menyumbangkan seluruh biaya penampilan yang mereka terima kepada England Footballers’ Foundation (EFF), bukan untuk kepentingan pribadi mereka. Tradisi ini muncul dari kesepakatan yang dibuat oleh komite pemain sebelumnya yang terdiri dari David Beckham, Gary Neville, dan John Terry. Kebijakan ini terus dilanjutkan hingga saat ini.

    Pada tahun 2018, total dana yang berhasil dikumpulkan melalui EFF telah melebihi angka 5 juta poundsterling (setara dengan Rp 120,6 miliar). Dana tersebut kemudian disalurkan untuk mendukung berbagai organisasi dan kegiatan sosial, seperti UNICEF, Help for Heroes, Cancer Research UK, dan The Bobby Moore Fund.

    Ketika Kylian Mbappe mendapatkan banyak pujian pada Piala Dunia 2018 karena menyumbangkan uang hasil penampilannya untuk kegiatan amal, Gary Neville mengingatkan melalui media sosial bahwa para pemain Inggris telah melakukan hal yang sama selama lebih dari sepuluh tahun. Sampai sekarang, EFF menjadi salah satu contoh paling konsisten dalam aksi sosial kolektif di dunia sepak bola.

    Tradisi ini akan terus berlanjut pada Piala Dunia 2026 yang akan diadakan di Amerika Utara, tidak peduli sejauh mana pencapaian Inggris dalam turnamen tersebut. Hal ini menunjukkan komitmen yang kuat dari para pemain Inggris untuk berkontribusi kepada masyarakat melalui EFF. Dengan demikian, mereka tidak hanya berfokus pada prestasi di lapangan, tetapi juga memberikan dampak positif di luar sepak bola. Inisiatif ini mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi dan kepedulian sosial yang patut dicontoh oleh atlet di seluruh dunia.

     

    Sumber: Aning Jati (Bola.com)

    Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

    Show AllHarley IkhsanTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanOrganisasiTim Nasional Inggris berisi pemain-pemain bintang yang merumput di liga top EropaLihat SelengkapnyaTimnas Inggris

  • NegaraInggris merupakan salah satu negara yang merupakan dari bagian Britania RayaLihat SelengkapnyaInggris
  • Ajang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026
  • Piala Dunia
  • Pentas Bola Dunia 2026
  • Segini Upah Pemain Timnas Inggris di Piala Dunia 2026

    Berapa jumlah uang yang diterima oleh pemain Timnas Inggris ketika berlaga di Piala Dunia 2026?

    OlehHarley IkhsanDiterbitkan 07 Juni 2026, 13:00 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarSelebrasi striker Timnas Inggris, Harry Kane (kiri) bersama rekannya, Jude Bellingham setelah mencetak gol kedua timnya ke gawang Timnas Slovakia pada laga babak 16 besar Euro 2024 di Arena AufSchalke, Gelsenkirchen, Jerman, Minggu (30/6/2024). (AP Photo/Thanassis Stavrakis)

    Liputan6.com, Jakarta – Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen paling monumental dalam sejarah sepak bola, terutama dalam hal jumlah peserta yang terlibat. Event yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini juga diprediksi akan menjadi yang paling menguntungkan dari segi finansial.

    FIFA telah menyiapkan total dana distribusi sebesar 650 juta poundsterling untuk seluruh negara yang berpartisipasi. Dari total tersebut, sebesar 520 juta poundsterling akan diberikan sebagai hadiah berdasarkan prestasi yang diraih selama turnamen.

    Di tengah perhatian yang tinggi terhadap besarnya gaji yang diperoleh para pemain Inggris di klub, muncul pertanyaan yang jarang terungkap: seberapa besar sebenarnya kompensasi yang mereka terima saat memperkuat tim nasional?

    Publik mungkin lebih mengenal nilai kontrak Harry Kane di Bayern Munchen atau pendapatan Jude Bellingham di Real Madrid. Namun, cara pembayaran yang diterima ketika para pemain mengenakan seragam Timnas Inggris ternyata memiliki mekanisme yang sangat berbeda.

    Gaji Pokok Tergolong RendahPerbesarKiper Inggris nomor satu, Jordan Pickford, serta para pemain lainnya seperti bek John Stones, Marc Guehi, Luke Shaw, dan gelandang Declan Rice dan Phil.

    Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tidak pernah secara terbuka mempublikasikan rincian mengenai pembayaran yang diterima oleh pemain tim nasional. Meskipun demikian, berbagai laporan menunjukkan bahwa setiap pemain Inggris mendapatkan biaya penampilan sekitar 2.000 poundsterling (sekitar Rp 48,2 juta) untuk setiap pertandingan yang mereka jalani.

    Jumlah ini terbilang kecil jika dibandingkan dengan gaji mingguan yang mereka terima dari klub masing-masing. Namun, FA memiliki pandangan yang berbeda mengenai hal ini. Mereka menganggap membela negara sebagai suatu kehormatan, bukan sekadar cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

    Sumber pendapatan yang paling signifikan bagi pemain justru berasal dari bonus yang diberikan berdasarkan pencapaian tim dalam berbagai turnamen. Menurut informasi yang dirilis oleh The Mirror, setiap pemain Inggris dapat memperoleh bonus hingga 500.000 poundsterling (setara dengan Rp 12 miliar) jika mereka berhasil membawa tim meraih gelar juara di Piala Dunia 2026 dan mengangkat trofi di New Jersey pada tanggal 19 Juli mendatang.

    Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, juga memiliki peluang untuk mendapatkan bonus yang bernilai jutaan poundsterling jika ia berhasil mengakhiri penantian panjang Inggris untuk meraih gelar juara dunia pertama sejak tahun 1966. Dalam sistem yang diterapkan oleh FIFA, hadiah dari turnamen tidak diberikan secara langsung kepada pemain, melainkan disalurkan kepada federasi nasional. Dengan demikian, FA memiliki hak untuk mengatur bagaimana dana tersebut dibagikan, termasuk untuk operasional tim, kebutuhan staf pendukung, fasilitas, serta bonus bagi para pemain.

    Nilai Komersial Dapat MeningkatPerbesarDi akhir pertandingan kualifikasi Piala Dunia Grup K melawan Serbia pada 9 September 2025, Harry Kane (Inggris) menyapa para penggemar di Rajko Mitic Stadium, Beograd, Serbia. (AP Photo/Darko Vojinovic)

    Bagi sejumlah atlet, keuntungan utama dari berpartisipasi dalam Piala Dunia tidak selalu berasal dari imbalan finansial yang diberikan oleh federasi. Turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini sering kali menciptakan peluang bisnis yang nilainya jauh lebih besar. Banyak perusahaan memilih untuk menunda peluncuran kampanye iklan mereka hingga skuad resmi diumumkan. Setelah seorang pemain terpilih ke dalam tim nasional, nilai komersialnya di mata sponsor biasanya mengalami peningkatan yang signifikan.

    Untuk pemain-pemain ternama seperti Harry Kane, Jude Bellingham, dan Declan Rice, penampilan yang mengesankan di Piala Dunia dapat membuka jalan untuk kontrak sponsor baru atau mengaktifkan klausul bonus dalam perjanjian yang sudah ada.

    Penampilan impresif atau momen ikonis di hadapan audiens global bahkan bisa menghasilkan keuntungan yang jauh melampaui bonus dari FA. Dengan demikian, kesempatan untuk bersinar di panggung dunia tidak hanya berujung pada pengakuan, tetapi juga pada peningkatan nilai komersial yang sangat menguntungkan bagi para pemain.

    Imbalan BesarPerbesarPemain Inggris merayakan gol kedua mereka dalam kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Eropa melawan Albania di stadion “Air Albania” di Tirana, pada hari Senin.

    Skema bonus besar bagi Timnas Inggris sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru. Ketika mereka berkompetisi di Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Qatar, para pemain dilaporkan berhak menerima bonus sebesar 500.000 poundsterling per orang jika berhasil meraih gelar juara dunia.

    Angka tersebut mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan bonus tertinggi pada Piala Dunia 2018 di Rusia, yang berada di angka sekitar 215.000 poundsterling. Keberhasilan Inggris mencapai semifinal pada 2018, yang merupakan pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia sejak tahun 1966, dianggap sebagai salah satu faktor yang mendorong FA untuk meningkatkan insentif bagi turnamen berikutnya.

    Namun, perjalanan Timnas Inggris di Qatar terhenti di babak perempat final setelah mereka disingkirkan oleh Prancis. Oleh karena itu, bonus maksimal yang dijanjikan tersebut tidak pernah dibayarkan, mengingat nilai bonus tersebut disesuaikan dengan pencapaian tim dalam turnamen. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada janji insentif yang besar, realisasi bonus sangat tergantung pada performa di lapangan. Dengan demikian, pencapaian tim di turnamen menjadi penentu utama dalam distribusi bonus yang telah ditetapkan sebelumnya.

    Seluruh Pendapatan DisumbangPerbesarDari kiri ke kanan, terdapat bek Inggris #02 Kyle Walker, kiper Inggris #01 Jordan Pickford, bek Inggris #05 Ezri Konsa, bek Inggris #12 Dan Burn, serta gelandang Inggris #17 Curtis Jones.

    Di balik angka besar yang beredar, terdapat satu fakta menarik yang sering kali tidak diketahui oleh masyarakat tentang sistem keuangan Timnas Inggris. Sejak tahun 2007, semua pemain tim nasional putra Inggris secara sukarela menyumbangkan seluruh biaya penampilan yang mereka terima kepada England Footballers’ Foundation (EFF), bukan untuk kepentingan pribadi mereka. Tradisi ini muncul dari kesepakatan yang dibuat oleh komite pemain sebelumnya yang terdiri dari David Beckham, Gary Neville, dan John Terry. Kebijakan ini terus dilanjutkan hingga saat ini.

    Pada tahun 2018, total dana yang berhasil dikumpulkan melalui EFF telah melebihi angka 5 juta poundsterling (setara dengan Rp 120,6 miliar). Dana tersebut kemudian disalurkan untuk mendukung berbagai organisasi dan kegiatan sosial, seperti UNICEF, Help for Heroes, Cancer Research UK, dan The Bobby Moore Fund.

    Ketika Kylian Mbappe mendapatkan banyak pujian pada Piala Dunia 2018 karena menyumbangkan uang hasil penampilannya untuk kegiatan amal, Gary Neville mengingatkan melalui media sosial bahwa para pemain Inggris telah melakukan hal yang sama selama lebih dari sepuluh tahun. Sampai sekarang, EFF menjadi salah satu contoh paling konsisten dalam aksi sosial kolektif di dunia sepak bola.

    Tradisi ini akan terus berlanjut pada Piala Dunia 2026 yang akan diadakan di Amerika Utara, tidak peduli sejauh mana pencapaian Inggris dalam turnamen tersebut. Hal ini menunjukkan komitmen yang kuat dari para pemain Inggris untuk berkontribusi kepada masyarakat melalui EFF. Dengan demikian, mereka tidak hanya berfokus pada prestasi di lapangan, tetapi juga memberikan dampak positif di luar sepak bola. Inisiatif ini mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi dan kepedulian sosial yang patut dicontoh oleh atlet di seluruh dunia.

     

    Sumber: Aning Jati (Bola.com)

    Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

    Show AllHarley IkhsanTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanOrganisasiTim Nasional Inggris berisi pemain-pemain bintang yang merumput di liga top EropaLihat SelengkapnyaTimnas Inggris

  • NegaraInggris merupakan salah satu negara yang merupakan dari bagian Britania RayaLihat SelengkapnyaInggris
  • Ajang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026
  • Piala Dunia
  • Pentas Bola Dunia 2026