DermayuMagz.com – Harga emas dari berbagai produsen seperti UBS, Antam, dan Galeri24 terpantau mengalami kenaikan di Pegadaian pada Sabtu, 30 Mei 2026. Kenaikan ini bervariasi antara Rp 20 ribu hingga Rp 70 ribu per gram.
Emas UBS mengalami kenaikan paling signifikan, yaitu sebesar Rp 70 ribu, menjadi Rp 2.834.000 per gram. Sebelumnya, harga emas UBS tercatat di angka Rp 2.764.000 per gram.
Sementara itu, harga emas Antam juga ikut menguat sebesar Rp 20 ribu. Harga emas Antam kini berada di level Rp 2.885.000 per gram, naik dari posisi kemarin yang berada di Rp 2.865.000 per gram.
Produk emas dari Galeri24 juga mencatat kenaikan harga sebesar Rp 33 ribu. Kini, harga emas Galeri24 dipatok pada Rp 2.772.000 per gram, naik dari sebelumnya Rp 2.739.000 per gram. Perlu dicatat bahwa harga-harga ini dapat berubah sewaktu-waktu.
Untuk ketersediaan ukuran, emas dari Galeri24 dijual dalam pilihan berat mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Emas UBS tersedia dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram.
Sementara itu, harga emas Antam yang dijual di Sahabat Pegadaian hanya menampilkan pilihan mulai dari 0,5 gram hingga 100 gram. Harga emas Antam yang tertera di laman resmi Logam Mulia biasanya diperbarui setelah pukul 08.30 WIB.
Berikut adalah rincian lengkap harga emas di Pegadaian per Sabtu, 30 Mei 2026, berdasarkan data yang dirilis:
Harga Emas Galeri24:
- 0,5 gram: Rp 1.454.000
- 1 gram: Rp 2.772.000
- 2 gram: Rp 5.477.000
- 5 gram: Rp 13.591.000
- 10 gram: Rp 27.111.000
- 25 gram: Rp 67.411.000
- 50 gram: Rp 134.714.000
- 100 gram: Rp 269.296.000
- 250 gram: Rp 671.585.000
- 500 gram: Rp 1.343.168.000
- 1.000 gram: Rp 2.686.334.000
Harga Emas Antam:
- 0,5 gram: Rp 1.495.000
- 1 gram: Rp 2.885.000
- 2 gram: Rp 5.708.000
- 3 gram: Rp 8.536.000
- 5 gram: Rp 14.191.000
- 10 gram: Rp 28.325.000
- 25 gram: Rp 70.681.000
- 50 gram: Rp 141.279.000
- 100 gram: Rp 282.477.000
Harga Emas UBS:
- 0,5 gram: Rp 1.532.000
- 1 gram: Rp 2.834.000
- 2 gram: Rp 5.623.000
- 5 gram: Rp 13.893.000
- 10 gram: Rp 26.640.000
- 25 gram: Rp 68.964.000
- 50 gram: Rp 137.644.000
- 100 gram: Rp 275.179.000
- 250 gram: Rp 687.745.000
- 500 gram: Rp 1.373.875.000
Harga Emas Dunia
Di pasar global, harga emas dunia dilaporkan mengalami penguatan selama dua sesi perdagangan berturut-turut pada Jumat, 29 Mei 2026. Kenaikan ini dipicu oleh adanya potensi kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Meskipun demikian, harga emas secara keseluruhan masih bergerak menuju penurunan bulanan. Sentimen negatif ini disebabkan oleh kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan yang lebih tinggi, yang membebani minat investor terhadap logam mulia.
Harga emas spot tercatat naik 0,6 persen menjadi US$ 4.519,64 per ounce pada Jumat. Sebelumnya, emas sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan di US$ 4.356,76 pada Kamis, sebelum akhirnya ditutup lebih tinggi.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga menunjukkan kenaikan sebesar 0,4% menjadi US$ 4.550.
Sementara itu, harga perak spot mengalami sedikit penurunan 0,2% menjadi US$ 75,51 per ounce, namun masih berada di jalur kenaikan bulanan. Platinum stabil di US$ 1.923,55, dan palladium naik 0,6% menjadi US$ 1.375,57, meskipun mencatat penurunan lebih dari 9% sepanjang bulan ini.
Sumber yang mengetahui situasi ini menyebutkan bahwa kesepakatan yang diusulkan antara AS dan Iran akan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan mencabut pembatasan pengiriman melalui Selat Hormuz. Namun, Presiden AS dilaporkan belum memberikan persetujuan akhir, dan media pemerintah Iran menyatakan bahwa perjanjian tersebut belum final.
Sentimen Harga Emas Lainnya
Philip Streible, Chief Market Strategist Blue Line Futures, mengamati bahwa emas berhasil memantul dari level support teknis yang krusial. Optimisme terkait perpanjangan gencatan senjata juga turut mendorong kenaikan harga minyak dan dolar AS, yang secara tidak langsung memberikan sentimen positif bagi emas batangan.
Indeks dolar AS diperkirakan akan mengalami penurunan mingguan, yang membuat logam mulia yang dihargai dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pembeli internasional. Harga minyak juga diprediksi akan menurun pada akhir pekan ini.
Namun, Streible menekankan bahwa narasi “suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama” masih menjadi perhatian utama. Gangguan pada pasokan dan infrastruktur energi dapat menjaga harga minyak tetap tinggi, sehingga Federal Reserve kemungkinan akan tetap berhati-hati dalam kebijakan moneternya.
Data yang dirilis pada Kamis menunjukkan bahwa inflasi di Amerika Serikat meningkat dengan laju tercepat dalam tiga tahun pada bulan April. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh lonjakan harga energi yang terkait dengan konflik di Iran, yang semakin memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah hingga tahun depan.
Kenaikan suku bunga acuan umumnya meningkatkan biaya peluang bagi investor untuk memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti emas. Akibatnya, harga emas spot tercatat mengalami penurunan lebih dari 2% sepanjang bulan ini.
Baca juga : Survei: Pendapatan Besar Tak Jamin Bebas Cemas Finansial
Di pasar Asia, permintaan emas di India masih menunjukkan tren yang lesu akibat tingginya harga dan bea masuk yang dikenakan. Sementara itu, premi emas di China, salah satu konsumen utama, juga mengalami penyempitan di tengah sentimen pasar yang cenderung hati-hati.






