DermayuMagz.com – Jemaah haji Indonesia telah menyelesaikan rangkaian ibadah puncak haji 2026, termasuk lempar jumrah di Mina. Selama berada di tenda Mina, banyak jemaah yang mengungkapkan rasa puas terhadap fasilitas dan pelayanan yang diberikan.
Pariem Pirmawati, seorang jemaah haji asal Palembang dari kloter PLM 4, menyampaikan pengalamannya usai melaksanakan lempar jumrah Aqabah pada Hari Tasyrik 11 Zulhijah. Ia mengaku prosesi ini berjalan lancar berkat dukungan fasilitas yang memadai.
“Kemarin sudah (lempar jumrah) Aqabah. Sekarang yang kedua (Ula, Wustha, dan Aqabah),” ujar Pirma kepada tim Media Center Haji di Mina, Makkah.
Ia sangat mengapresiasi kenyamanan yang ditawarkan oleh tenda Mina. Fasilitas di sana dinilai sangat mendukung jemaah untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas ibadah yang padat.
“Makanan berlimpah ruah,” ungkapnya, menyoroti ketersediaan konsumsi yang tidak pernah kurang.
Lebih lanjut, Pirma juga memuji kualitas fasilitas lain di dalam tenda. Tempat tidur yang disediakan terasa nyaman, begitu pula dengan sistem pendingin ruangan (AC) yang berfungsi baik dan memberikan kesejukan.
“Kasurnya cukup nyaman, AC-nya juga Alhamdulillah (dingin),” tuturnya. Hal ini sangat membantu jemaah untuk memulihkan energi.
Baca juga : Michael Dell Lewati Mark Zuckerberg, Jadi Orang Terkaya ke-6 Dunia
Menurut Pirma, petugas haji Indonesia menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam memberikan pelayanan. Bantuan yang diberikan oleh para petugas sangat membantu kebutuhan para jemaah selama di Mina.
“Pelayanan sekarang hebat banget,” katanya dengan nada apresiatif.
Selama puncak ibadah haji, Pirma memanfaatkan momen untuk memanjatkan doa. Ia berdoa untuk kebaikan keluarga, kerabat, dan teman-temannya yang ada di Tanah Air.
“Saling mendoakan. Semoga kita selamat sampai ke rumah dan ketemu keluarga lagi,” harapnya.
Penataan Tenda Diperbaiki
Di sisi lain, Sri Amini, jemaah haji asal Klaten dari kloter SOC 60, menyampaikan adanya catatan terkait penataan tenda di Arafah dan Mina. Ia merasa rombongannya kerap terpisah selama puncak ibadah haji karena pengaturan tenda yang kurang optimal.
Sri berharap agar pengaturan tenda untuk jemaah Indonesia dapat dievaluasi dan diperbaiki pada musim haji tahun-tahun mendatang. Hal ini penting demi kenyamanan seluruh jemaah.
Ia menceritakan bahwa kloternya beberapa kali harus berpindah tenda, bahkan ada yang harus berbagi tempat tidur melebihi kapasitas yang seharusnya. Hal ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan.
Kondisi tenda baru terasa lebih lega setelah sebagian jemaah memilih untuk mengambil Nafar Awal dan kembali lebih cepat ke Makkah. Jemaah yang tersisa kemudian dapat menikmati ruang akomodasi yang lebih memadai.
Meskipun demikian, Sri tetap mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran ibadah hajinya. Ia menilai pelayanan makanan dan akomodasi di hotel, serta fasilitas secara umum di Tanah Suci sudah berjalan dengan baik.
“Makanan selama di hotel dan di luar bagus banget. Cuma mungkin menu berkuah lebih diperbanyak karena sampai sekarang saya belum ketemu sayur berkuah,” ujarnya saat ditemui tim Media Center Haji di Mina, Makkah, pada Jumat (29/5/2026).
Sri juga memberikan kabar baik kepada keluarga di Indonesia mengenai kondisi kesehatannya dan jemaah SOC 60. Ia memastikan bahwa semuanya dalam keadaan sehat dan bahagia selama menjalankan ibadah haji.
“Alhamdulillah kami baik-baik saja, sehat dan bahagia. Insyaallah semuanya baik-baik saja,” pungkasnya.






