Induk TikTok Menyangkal Kemitraan dengan Seres

Otomotif2 Dilihat

DermayuMagz.com – ByteDance, perusahaan induk TikTok, secara tegas membantah rumor yang beredar mengenai rencana kolaborasi dengan Seres Group untuk meluncurkan mobil baru. Penyangkalan ini menegaskan bahwa ByteDance, termasuk sub-merek AI-nya, Seedance, tidak memiliki saham pengendali di Saidou Technology yang merupakan bagian dari Seres.

Melalui pernyataan resminya, ByteDance juga mengklarifikasi bahwa tidak ada rencana peluncuran mobil atau pengembangan merek baru yang sedang mereka persiapkan. Pernyataan ini secara spesifik menanggapi spekulasi yang telah beredar luas di industri otomotif.

ByteDance menyampaikan empat poin penting terkait isu ini:

  • ByteDance tidak memiliki rencana untuk meluncurkan mobil atau merek baru apa pun.
  • “Saidou” bukanlah merek mobil yang diluncurkan oleh ByteDance atau Dola (Doubao) AI.
  • ByteDance tidak memiliki kepemilikan saham di Saidou.
  • Dola (Doubao) dan Volcano Engine berfokus pada pengembangan teknologi kokpit pintar dan kecerdasan buatan untuk industri otomotif.

Munculnya rumor tentang peluncuran mobil baru ini berawal dari adanya restrukturisasi pada Chongqing Landian Technology, sebuah anak perusahaan Seres yang sebelumnya mengelola merek baru Saidou Technology.

Perubahan nama dari Landian Technology menjadi Saidou Technology merupakan bagian dari restrukturisasi besar-besaran yang melibatkan suntikan modal signifikan. Total pendanaan yang diterima mencapai 6,67 miliar yuan, atau setara dengan sekitar Rp 15 triliun.

Pendanaan ini didukung oleh sejumlah investor strategis, termasuk dana investasi pemerintah dari Distrik Shapingba di Chongqing. Selain itu, afiliasi dari CATL, produsen baterai terbesar di dunia, juga turut berpartisipasi dalam putaran pendanaan ini.

Setelah proses restrukturisasi tersebut selesai, kepemilikan Seres di Saidou Technology mengalami penurunan, kini hanya sekitar 33 persen. Sementara itu, investor yang didukung oleh pemerintah daerah justru menjadi pemegang saham mayoritas.

Strategi restrukturisasi ini dilaporkan bertujuan untuk memperbaiki struktur aset perusahaan. Selain itu, langkah ini juga dimaksudkan untuk memisahkan unit bisnis lama yang dinilai kurang menguntungkan dari laporan keuangan grup secara keseluruhan.

Dengan pemisahan ini, Seres diharapkan dapat lebih memfokuskan sumber dayanya pada pengembangan lini kendaraan listrik dan inovasi teknologi masa depan yang menjadi fokus utama mereka.

Sebelumnya, telah beredar kabar yang mengindikasikan keterlibatan ByteDance dalam industri otomotif. Laporan-laporan tersebut menyebutkan bahwa perusahaan induk TikTok tersebut sedang menyiapkan mobil masa depan, yang memicu spekulasi kolaborasi dengan produsen mobil.

Namun, dengan klarifikasi terbaru dari ByteDance, dapat dipastikan bahwa fokus mereka dalam industri otomotif adalah pada pengembangan teknologi pendukung seperti kokpit pintar dan AI, bukan pada produksi kendaraan secara langsung atau peluncuran merek mobil baru.

Klarifikasi ini penting untuk mengeliminasi kesalahpahaman dan memberikan informasi yang akurat kepada publik dan para pemangku kepentingan di industri teknologi serta otomotif.