Jokowi Terkejut, Tren ‘Mas Bahlil Ganteng’ Meluas

News7 Dilihat

DermayuMagz.com – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku terkejut saat mengetahui lagu “Mas Bahlil Ganteng” yang sempat viral di media sosial ternyata telah sampai ke halaman rumahnya di Solo.

Fenomena lagu yang merujuk pada Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, ini bahkan terlihat dalam sebuah video yang diunggah Jokowi melalui akun Instagram pribadinya @jokowi.

Dalam video tersebut, tampak sekumpulan anak muda sedang bernyanyi dan berjoget dengan riang di depan kediaman Jokowi di Solo.

“Rupanya lagu Pak Bahlil sudah sampai ke halaman rumah. Awalnya saya kira ada apa di depan rumah saya Gang Kutai Utara, Solo. Ternyata anak-anak muda lagi semangat joget, Mas Bahlil ganteng!” tulis Jokowi dalam keterangan unggahannya.

Jokowi menambahkan bahwa ia menyaksikan langsung bagaimana generasi muda mengekspresikan kegembiraan mereka melalui cara yang unik.

Ia menilai kreativitas dan semangat yang ditunjukkan oleh para pembuat lagu tersebut sangat patut untuk diapresiasi. Jokowi pun mengirimkan salam dari Solo untuk mereka.

Respons Bahlil Lahadalia

Menanggapi fenomena lagu viral yang menyebut namanya, Bahlil Lahadalia yang juga merupakan Ketua Umum Partai Golkar, angkat bicara.

Bahlil mengaku penasaran dengan sosok pencipta lagu tersebut dan menyatakan keinginannya untuk mengundang mereka.

Hal ini diungkapkan Bahlil melalui sebuah video yang dibagikan oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.

“Saya minta tolong untuk saya mengundang kalau yang bersangkutan berkenan saya akan mengundang untuk berbincang-bincang sekaligus makan karena penasaran juga saya,” ujar Bahlil dalam video tersebut.

Bahlil menyatakan apresiasinya terhadap kreativitas para netizen, termasuk lagu yang diciptakan untuk dirinya.

Menurutnya, lagu tersebut tercipta secara alami dan spontan. Ia mengaku sangat penasaran ingin mengetahui siapa yang membuatnya.

“Saya sendiri nggak tahu, dan itu alami sekali, dan saya sendiri penasaran ini siapa yang buat. Jadi kalau boleh, Fi (Raffi) bisa temukan, saya pengen sekali ketemu, Fi. Tetapi saya menghargai lah kreativitas orang-orang ya anak-anak muda sekarang itu teman-teman ya,” jelas Bahlil.

Meskipun demikian, Bahlil juga memberikan catatan penting agar kreativitas yang ditampilkan tidak melanggar batas-batas etika dan tidak mengandung unsur Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

“Cuma satu saja saran saya, di era demokrasi, sosmed ini penting, namun kalau boleh juga dipergunakan dengan terukur. Contoh jangan sampai masuk di SARA, SARA tidak boleh, karena apa, itu akan memicu soliditas kita sesama anak bangsa, jadi kreativitas itu harus dihargai selama dalam kerangka yang baik dan benar,” tegasnya.

Bahlil menambahkan bahwa sebagai pejabat publik, menerima berbagai macam kritik dan masukan, bahkan yang disampaikan melalui lagu, adalah sebuah risiko yang harus diterima.

Baca juga : Polsek Indramayu Tindak Lanjuti Aduan Warga: Geng Motor Diberantas

“Ya risiko pejabat publik harus menerima semuanya,” pungkasnya.