DermayuMagz.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah berupaya keras mengungkap identitas pelaku yang membocorkan surat dinas penting milik Menteri PU Dody Hanggodo. Dokumen yang bocor ke publik ini memicu perhatian luas, terutama karena menyangkut nama anak menteri yang tertera dalam daftar rombongan kunjungan kerja ke New York, Amerika Serikat.
Untuk itu, Kementerian PU telah membentuk sebuah tim investigasi khusus. Tim ini bertugas menelusuri asal-usul surat dinas tersebut dan mengidentifikasi siapa saja yang terlibat dalam penyebarannya. Fokus utama penyelidikan adalah memastikan bagaimana dokumen internal tersebut bisa sampai ke tangan publik dan menjadi viral di media sosial.
Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Apri Artoto, menyatakan bahwa proses investigasi sedang berjalan intensif. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai sumber kebocoran surat yang menjadi sorotan. Ia menegaskan bahwa setiap langkah dilakukan untuk menjaga integritas dan kerahasiaan dokumen kementerian.
“Kami sedang melakukan investigasi dan membentuk tim untuk mencari tahu dari mana sumber kebocoran surat dinas tersebut,” ujar Apri Artoto dalam keterangannya, dikutip dari Liputan6 SCTV pada Rabu, 8 Juli 2026.
Apri menambahkan bahwa apabila hasil investigasi membuktikan bahwa kebocoran surat tersebut berasal dari lingkungan internal Kementerian PU, maka pegawai yang terbukti bersalah akan dikenakan sanksi disiplin. Sanksi yang diberikan akan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan, apakah termasuk kategori ringan, sedang, atau berat, sesuai dengan peraturan yang berlaku di kementerian.
“Kalau memang terbukti berasal dari internal, tentu akan diberikan sanksi. Namun saat ini kami masih melakukan pendalaman sehingga belum bisa dipastikan bentuk sanksinya, apakah ringan, sedang, atau berat,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses investigasi masih terus berlangsung. Pihak kementerian belum dapat memberikan kesimpulan pasti mengenai siapa yang bertanggung jawab atas penyebaran dokumen tersebut. Penyelidikan mendalam ini diharapkan dapat mengungkap fakta yang sebenarnya dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Penegasan Mengenai Penggunaan Anggaran
Di tengah ramainya pemberitaan mengenai kebocoran surat dinas tersebut, Kementerian PU memberikan klarifikasi penting terkait penggunaan anggaran. Sekretaris Jenderal Apri Artoto menegaskan bahwa surat yang beredar di media sosial sejatinya adalah dokumen administrasi biasa. Surat tersebut diterbitkan semata-mata untuk memenuhi persyaratan pengurusan visa melalui Kementerian Luar Negeri.
Apri secara tegas menyatakan bahwa surat tersebut sama sekali bukan merupakan surat persetujuan perjalanan dinas resmi. Dokumen itu juga bukan bukti penggunaan anggaran negara untuk keperluan pribadi. Ia menekankan bahwa seluruh pembiayaan perjalanan, jika memang ada anggota keluarga yang turut serta, akan sepenuhnya ditanggung menggunakan dana pribadi, bukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Yang perlu kami tegaskan adalah tidak ada penggunaan APBN untuk pembiayaan anggota keluarga ataupun kepentingan pribadi. Apabila nantinya terdapat anggota keluarga yang mendampingi, seluruh pembiayaannya menggunakan dana pribadi,” tegas Apri.
Lebih lanjut, Apri menjelaskan bahwa rencana kunjungan Menteri PU ke New York pada saat itu masih bersifat tentatif atau belum pasti. Keberangkatan tersebut sangat bergantung pada prioritas tugas-tugas negara yang harus diselesaikan di dalam negeri. Beberapa prioritas yang dimaksud meliputi penanganan pasca-bencana, percepatan penyelesaian program Sekolah Rakyat, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi fenomena El Nino yang dapat berdampak pada ketahanan pangan.
Apri juga merinci bahwa pencantuman nama anggota keluarga dalam surat administrasi tersebut dilakukan berdasarkan koordinasi yang baik dengan Kementerian Luar Negeri. Dalam prosedur pengurusan visa, memang disarankan agar nama-nama pendamping dicantumkan dalam satu dokumen sebagai bagian dari kelengkapan administrasi pengajuan visa.






