DermayuMagz.com – Dunia hiburan kembali diramaikan dengan penayangan film horor terbaru berjudul Lastri: Arwah Kembang Desa, yang tidak hanya menghadirkan kisah mencekam, tetapi juga momen haru bagi Nando Hilmy. Dalam sebuah wawancara eksklusif usai gala premier film tersebut di Jakarta pada Kamis, 9 Juli 2026, Nando berbagi cerita tentang keterlibatannya dalam proyek film yang juga dibintangi oleh mendiang ayahnya, Gary Iskak.
Film ini, yang diadaptasi dari urban legend populer di Pati, Jawa Tengah, menandai kolaborasi terakhir Gary Iskak di layar lebar. Nando Hilmy mengungkapkan rasa bangganya dapat terlibat dalam karya terakhir sang ayah. Baginya, ini bukan sekadar sebuah persembahan, melainkan kebahagiaan tersendiri bisa berbagi layar dengan Gary Iskak dalam proyek yang begitu berarti.
“Senang juga, maksudnya karya terakhir beliau ada akunya gitu,” ungkap Nando dengan nada haru, menunjukkan betapa berharganya momen tersebut baginya.
Telah delapan bulan berlalu sejak kepergian Gary Iskak, Nando mengaku bahwa kenangan terkuat yang membekas adalah saat mereka melakukan roadshow ke Lumajang, Jawa Timur. Momen kebersamaan di kota tersebut, di mana ayah dan anak ini menghabiskan banyak waktu melakukan aktivitas bersama, menjadi pengingat yang tak ternilai.
“Soalnya kita bareng-bareng di Lumajang banyak melakukan aktivitas barenglah di Lumajang bareng sama almarhum,” kenangnya, menyiratkan kerinduan mendalam terhadap sosok sang ayah.
Sebelumnya, produser film, Joe Richard, sempat membeberkan kondisi kesehatan Gary Iskak selama proses syuting. Diketahui bahwa Gary Iskak dalam kondisi yang tidak prima, bahkan harus menggunakan tabung oksigen setiap malam untuk membantunya bernapas. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh tim produksi.
Dedikasi Nando sebagai “Bodyguard” Sang Ayah
Kondisi kesehatan Gary Iskak yang menurun tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap berkarya. Sebagai anak, Nando Hilmy menunjukkan baktinya dengan menjadi sosok yang selalu siaga mendampingi ayahnya di lokasi syuting. Ia bahkan mendeskripsikan dirinya sebagai ‘bodyguard’ bagi sang ayah.
“Kalau aku kan bodyguard-nya, jadi nemenin dia kayak misalkan beli obat, apa kayak misalkan kebutuhan dia kalau misalkan sakit,” jelas Nando, menggambarkan perannya yang penuh perhatian dan kepedulian.
Peran ini tidak hanya sekadar mendampingi, tetapi juga memastikan kenyamanan dan kebutuhan Gary Iskak terpenuhi selama proses syuting yang menuntut fisik. Dedikasi Nando ini menjadi bukti kuatnya ikatan emosional antara ayah dan anak.
Kesamaan Tanggal Lahir dan Ikatan Batin
Satu fakta menarik yang diungkapkan Nando Hilmy adalah kesamaan tanggal lahir antara dirinya dan mendiang ayahnya, yaitu pada tanggal 11 Juli. Kesamaan ini seolah menjadi penanda ikatan batin yang kuat di antara keduanya.
“Aku katanya perilakunya hampir enggak beda jauh sama almarhum, terus sama sifat enggak beda jauh sama kelakuannya, pokoknya semuanya,” ucap Nando, sedikit bercanda namun tersirat rasa bangga.
Lebih lanjut, Nando mengungkapkan rencananya untuk berziarah ke makam sang ayah pada hari ulang tahun mereka yang sama. Momen ini menjadi waktu yang tepat baginya untuk mendoakan almarhum serta mengenang kembali kebersamaan mereka.
“Iya dong, pasti (ke makam). Makanya mungkin buat teman-teman minta doanya aja buat almarhum, semoga almarhum tenang di sisi-Nya,” pintanya dengan penuh harap.
Menguak Misteri Film “Lastri: Arwah Kembang Desa”
Film Lastri: Arwah Kembang Desa mengangkat cerita berlatar belakang urban legend yang berkembang di Pati, Jawa Tengah. Film ini mengisahkan Lastri, seorang wanita yang semasa hidupnya setia kepada suaminya, Turenggo (diperankan oleh Gary Iskak). Namun, setelah kematiannya, Lastri bergentayangan karena merasa dicurangi oleh suaminya dan dituduh mandul setelah lima tahun pernikahan tanpa kehadiran buah hati.
Film ini dibintangi oleh Hana Saraswati sebagai Lastri, Audy Bella sebagai Atmi, dan Gary Iskak sebagai Turenggo. Dalam gala premier yang dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Hana Saraswati, Audy Bella, Yama Carlo, Ratu Meta, Nando Hilmy, Debby Sahertian, serta keluarga mendiang Gary Iskak, suasana haru dan apresiasi terlihat jelas dari para tamu undangan.
Lastri: Arwah Kembang Desa dijadwalkan akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 16 Juli 2026, siap menghantui para penikmat film horor.
Fakta Menarik Seputar Film “Lastri: Arwah Kembang Desa”:
- Kolaborasi Ayah-Anak: Film ini menjadi penanda kolaborasi layar lebar pertama dan terakhir antara Gary Iskak dan putranya, Nando Hilmy.
- Kondisi Kesehatan Gary Iskak: Gary Iskak menjalani syuting dalam kondisi kesehatan yang menurun, bahkan membutuhkan bantuan oksigen.
- Peran Nando sebagai “Bodyguard”: Nando Hilmy berperan aktif menjaga dan mendampingi ayahnya selama proses syuting.
- Kesamaan Tanggal Lahir: Nando dan Gary Iskak berbagi tanggal lahir yang sama, yaitu 11 Juli.
- Ziarah di Hari Ulang Tahun: Nando berencana berziarah ke makam ayahnya pada hari ulang tahun mereka sebagai bentuk penghormatan.
- Adaptasi Urban Legend: Film ini diangkat dari kisah urban legend yang populer di daerah Pati, Jawa Tengah.
Penayangan film ini tidak hanya menjadi momen perayaan karya seni, tetapi juga pengingat akan warisan Gary Iskak di dunia perfilman Indonesia. Bagi Nando Hilmy, ini adalah kesempatan untuk mengenang dan menghormati jejak sang ayah melalui sebuah karya yang akan terus dikenang.






