DermayuMagz.com – Dunia perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran film horor yang mengangkat kisah urban legend lokal, “Lastri Arwah Kembang Desa”. Film ini tidak hanya menjanjikan ketegangan namun juga membawa cerita haru tentang hubungan ayah dan anak, terutama bagi Nando Hilmy yang beradu akting dengan mendiang ayahnya, Gary Iskak.
Film yang disutradarai oleh Hendry Tivo ini telah tayang di bioskop Tanah Air sejak 16 Juli 2026. “Lastri Arwah Kembang Desa” mengisahkan Atmi (Audy Bella) yang diteror oleh arwah Lastri (Hana Saraswati), seorang gadis desa yang menjadi korban kesalahpahaman dan intrik sosial. Lastri, yang dulunya dikenal sebagai kembang desa, harus menghadapi nasib tragis akibat gosip dan hasutan yang disebarkan oleh orang-orang terdekatnya, termasuk Darman (Yama Carlos), rival suaminya Turenggo (Gary Iskak).
Kehadiran Gary Iskak dalam film ini menjadi momen yang sangat berarti, terutama bagi putranya, Nando Hilmy. Dalam sebuah kesempatan wawancara di Jakarta pada Kamis, 9 Juli 2026, Nando mengungkapkan rasa lega dan terima kasihnya atas kesempatan ini. Ia merasa film ini menjadi sebuah karya penutup yang indah bagi sang ayah.
Nando Hilmy mengaku bahwa proses syuting film ini, yang berlatar di Lumajang, Jawa Timur, diwarnai dengan berbagai kenangan bersama ayahnya. Ia berperan sebagai bodyguard Gary Iskak dalam film tersebut, yang berarti ia selalu berada di dekat ayahnya, bahkan saat sang ayah harus berjuang menjaga kesehatannya.
Meskipun film ini telah tayang, Nando Hilmy masih menyimpan kerinduan mendalam terhadap sosok ayahnya. Ia menceritakan momen ketika ia merasa sangat merindukan ayahnya saat mereka melakukan roadshow promosi film di Lumajang. Kehadiran sang ayah di lokasi syuting, baik sebagai aktor profesional maupun sebagai sosok ayah yang suportif, meninggalkan jejak yang kuat dalam ingatan Nando.
Sejak kepergian Gary Iskak pada November 2025, Nando Hilmy terus berusaha untuk mengenang dan mendoakan mendiang ayahnya. Ia mengakui bahwa rasa kehilangan itu masih terasa berat, namun ia juga menemukan kekuatan dari ketegaran ibunya, Richa Novisha.
Nando Hilmy sangat mengagumi profesionalisme dan dedikasi ayahnya dalam dunia seni peran. Ia mengenang Gary Iskak sebagai sosok yang bertanggung jawab, konsisten, dan memiliki jiwa pengabdian yang tinggi. Pengalaman berakting bersama sang ayah dalam “Lastri Arwah Kembang Desa” menjadi sebuah pengalaman yang tak ternilai baginya.
Film ini tidak hanya menjadi sebuah karya horor yang menarik, tetapi juga menjadi pengingat akan warisan seni Gary Iskak dan ikatan kuat antara ayah dan anak. Melalui film ini, Nando Hilmy berharap dapat terus mengharumkan nama ayahnya dan memberikan persembahan terbaik bagi para penggemar almarhum.
Fakta Menarik Seputar Syuting “Lastri Arwah Kembang Desa”
Berikut adalah beberapa fakta menarik terkait keterlibatan Nando Hilmy dan Gary Iskak dalam film “Lastri Arwah Kembang Desa”:
-
Kangen Ayah Saat Roadshow di Lumajang: Nando Hilmy mengungkapkan bahwa momen roadshow film di Lumajang membuatnya teringat akan kebersamaannya dengan sang ayah. Ia merasa kangen karena banyak aktivitas yang mereka lakukan bersama di sana.
-
Karya Terakhir Gary Iskak: “Lastri Arwah Kembang Desa” menjadi salah satu film terakhir Gary Iskak. Kehadirannya dalam film ini menjadi penanda penting dalam perjalanan kariernya di dunia perfilman.
-
Nando Sebagai “Bodyguard” Ayah: Dalam film ini, Nando Hilmy berperan sebagai bodyguard Gary Iskak. Peran ini memberinya kesempatan untuk lebih dekat dan merawat ayahnya selama proses syuting, terutama mengingat kondisi kesehatan Gary Iskak saat itu.
-
Urban Legend Pati Menjadi Inspirasi: Kisah “Lastri Arwah Kembang Desa” diangkat dari urban legend yang populer di Pati, Jawa Tengah. Film ini berusaha menghadirkan cerita yang mencekam namun tetap relevan dengan budaya lokal.
-
Kekaguman pada Profesionalisme Gary Iskak: Nando Hilmy sangat mengagumi dedikasi dan profesionalisme ayahnya. Gary Iskak tetap menunjukkan komitmennya terhadap seni peran meskipun sedang berjuang dengan kesehatannya.
-
Persembahan untuk Sang Ayah: Bagi Nando, film ini bukan hanya sekadar proyek akting, melainkan juga sebuah persembahan dan cara untuk terus mengenang sosok ayahnya. Ia berharap film ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Film “Lastri Arwah Kembang Desa” diharapkan dapat menghibur sekaligus memberikan pengalaman menonton yang berbeda bagi para penikmat film horor Indonesia, sekaligus menjadi kenangan berharga bagi keluarga Gary Iskak.






