DermayuMagz.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu, Dra. Hj. Nurhayati, M.Pd.I., baru-baru ini menerima kunjungan audiensi dari perwakilan mahasiswa. Pertemuan ini menjadi wadah penting untuk membahas berbagai isu krusial yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait potensi dampak dari revisi Undang-Undang Cipta Kerja dan pentingnya perlindungan terhadap lahan pertanian.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, Ketua DPRD Indramayu didampingi oleh salah satu Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI, H. Edi Fauzi, S.IP. Kehadiran beliau berdua menunjukkan komitmen DPRD dalam mendengarkan aspirasi langsung dari generasi muda yang peduli terhadap masa depan daerah.
Mahasiswa yang hadir dalam audiensi ini menyampaikan keprihatinan mendalam mengenai beberapa pasal dalam revisi Undang-Undang Cipta Kerja yang dinilai berpotensi mengurangi perlindungan bagi pekerja dan lingkungan. Mereka menyoroti bagaimana perubahan regulasi ini bisa memengaruhi stabilitas ekonomi dan sosial di tingkat daerah.
Selain isu ketenagakerjaan, fokus utama lainnya yang diangkat oleh para mahasiswa adalah urgensi perlindungan lahan pertanian di Kabupaten Indramayu. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu sentra pertanian penting, dan alih fungsi lahan menjadi ancaman nyata yang dapat mengganggu ketahanan pangan serta mata pencaharian para petani.
Dra. Hj. Nurhayati, M.Pd.I., menyambut baik aspirasi yang disampaikan oleh para mahasiswa. Beliau menegaskan bahwa DPRD Indramayu senantiasa terbuka terhadap dialog dan siap menampung segala masukan konstruktif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi.
Lebih lanjut, Ketua DPRD menyatakan bahwa isu-isu yang diangkat oleh mahasiswa sangat relevan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Revisi UU Cipta Kerja, meskipun bertujuan untuk mempermudah investasi, memang harus dicermati dampaknya terhadap kesejahteraan buruh dan kelestarian lingkungan.
Terkait perlindungan lahan pertanian, Nurhayati menekankan bahwa ini adalah aset vital bagi Kabupaten Indramayu. Upaya pelestarian lahan produktif harus terus digalakkan melalui regulasi yang kuat dan pengawasan yang ketat. DPRD siap untuk memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada petani dan menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
H. Edi Fauzi, S.IP., menambahkan bahwa peran mahasiswa sebagai agen perubahan sangatlah strategis. Melalui aksi advokasi dan edukasi seperti yang dilakukan dalam audiensi ini, masyarakat dapat lebih sadar akan hak dan kewajiban mereka, serta pentingnya partisipasi aktif dalam mengawal kebijakan publik.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga mengusulkan beberapa langkah konkret yang dapat diambil oleh DPRD dan pemerintah daerah. Di antaranya adalah melakukan kajian ulang terhadap dampak sosial dan lingkungan dari implementasi UU Cipta Kerja di Indramayu, serta memperkuat peraturan daerah mengenai perlindungan lahan pertanian berkelanjutan.
Mereka berharap agar DPRD dapat menjadi jembatan yang efektif antara masyarakat dan pemerintah pusat dalam menyuarakan kekhawatiran dan usulan perbaikan regulasi. Transparansi dalam proses pengambilan kebijakan juga menjadi poin penting yang terus didorong oleh para mahasiswa.
Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan untuk terus menjalin komunikasi yang baik. Ketua DPRD Indramayu berjanji akan menindaklanjuti setiap aspirasi yang telah disampaikan dan membawa isu-isu tersebut dalam pembahasan di tingkat legislatif maupun eksekutif.
Baca juga: Peran Perempuan sebagai Inspirasi dan Agen Perubahan, Didukung Bupati Pangandaran
Diharapkan, dialog semacam ini dapat terus berlanjut, menciptakan sinergi yang kuat antara mahasiswa, DPRD, dan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang pro-rakyat dan berorientasi pada pembangunan yang berkelanjutan bagi Kabupaten Indramayu.






