DermayuMagz.com – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang berkedok kegiatan studi tur kembali mengemuka di Kabupaten Indramayu, menyita perhatian publik dan memicu desakan untuk transparansi dari berbagai pihak, termasuk organisasi wartawan.
Isu ini mencuat dari lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mulyasari, sebuah institusi pendidikan dasar yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan pendidikan berkualitas tanpa dibebani praktik-praktik yang merugikan orang tua siswa.
Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Indramayu, Muhammad Mustofa, angkat bicara mengenai persoalan ini. Beliau menekankan pentingnya akuntabilitas dan keterbukaan dalam pengelolaan dana pendidikan di sekolah.
Mustofa secara tegas meminta pihak sekolah dan dinas terkait untuk memberikan penjelasan yang transparan mengenai adanya dugaan pungutan yang dibebankan kepada siswa SDN Mulyasari, khususnya yang terkait dengan kegiatan studi tur.
Menurut informasi yang beredar, pungutan tersebut diduga dilakukan di luar ketentuan resmi yang berlaku. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa yang merasa terbebani secara finansial.
Kegiatan studi tur sendiri, jika dilaksanakan dengan benar, dapat menjadi sarana edukasi yang berharga bagi siswa. Namun, ketika kegiatan tersebut dibarengi dengan praktik pungli, esensi pendidikannya bisa tercoreng.
Ketua IWOI Indramayu juga menyoroti potensi penyalahgunaan dana yang dihimpun dari siswa. Beliau mendesak agar setiap rupiah yang dikeluarkan oleh orang tua siswa dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya.
Transparansi dalam pengelolaan dana pendidikan adalah kunci untuk membangun kepercayaan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat luas. Tanpa itu, potensi terjadinya praktik-praktik yang tidak diinginkan akan semakin terbuka.
Mustofa menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus ini. IWOI Indramayu berkomitmen untuk mengawal isu ini agar mendapatkan kejelasan dan penyelesaian yang adil.
Beliau berharap agar Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu segera melakukan investigasi mendalam terhadap dugaan pungli di SDN Mulyasari. Respons cepat dan tindakan tegas sangat dibutuhkan untuk mencegah praktik serupa terulang di masa mendatang.
Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa, dan seharusnya tidak dijadikan ajang komersialisasi yang memberatkan masyarakat. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan terpercaya bagi tumbuh kembang generasi muda.
Dugaan pungli berkedok studi tur di SDN Mulyasari ini menjadi pengingat bagi semua pihak, terutama pengelola pendidikan, untuk senantiasa menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan amanah.
Organisasi seperti IWOI Indramayu berperan penting dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Keberadaan mereka dapat membantu mengungkap dan menyelesaikan berbagai persoalan yang mungkin luput dari perhatian publik.
Melalui permintaan transparansi ini, diharapkan pihak SDN Mulyasari dan stakeholder terkait dapat segera memberikan klarifikasi dan bukti pertanggungjawaban atas dugaan pungutan yang terjadi.
Transparansi ini bukan hanya soal akuntabilitas keuangan, tetapi juga tentang menjaga marwah dunia pendidikan agar tetap berada pada jalur yang benar, yakni mendidik dan mencerdaskan anak bangsa tanpa membebani orang tua secara tidak semestinya.






