Larangan Kapolda Metro untuk Polisi Membawa Senjata Saat Mengamankan Demo

News2 Dilihat

DermayuMagz.com – Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri, telah mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh personel kepolisian yang bertugas mengamankan aksi unjuk rasa di wilayah hukumnya. Instruksi tersebut menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam mengawal demonstrasi dan secara eksplisit melarang penggunaan senjata api oleh anggota di lapangan.

Arahan ini disampaikan langsung oleh Kapolda Metro Jaya kepada anak buahnya dalam sebuah apel kesiapan pengamanan aksi unjuk rasa yang berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026. Penekanan ini bertujuan untuk memastikan jalannya aksi tetap tertib, aman, dan mengedepankan prinsip-prinsip kemanusiaan.

Menurut Direktur Pengamanan Objek Vital (Dir Pamobvit) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Joko Sulistio, Kapolda Metro Jaya secara spesifik mengingatkan bahwa massa yang turun ke jalan adalah warga negara yang sedang menggunakan hak konstitusionalnya untuk menyampaikan aspirasi.

Oleh karena itu, tugas kepolisian adalah memastikan bahwa penyampaian aspirasi tersebut dapat berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali tanpa menimbulkan gangguan yang berarti bagi masyarakat umum.

Joko Sulistio menambahkan bahwa Kapolda Metro Jaya menggarisbawahi pentingnya menjaga profesionalisme dan ketenangan dalam setiap tindakan. Personel diminta untuk tidak mudah terpancing emosi ketika berhadapan dengan para demonstran.

Sikap sabar, tenang, dan proporsional menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi yang mungkin timbul selama aksi berlangsung.

Dalam amanatnya, Kapolda Metro Jaya juga menegaskan bahwa penegakan hukum seharusnya menjadi langkah terakhir dalam penanganan unjuk rasa. Prioritas utama adalah upaya persuasif dan dialogis untuk meredakan potensi konflik.

Instruksi larangan membawa senjata api sangat ditekankan. Kombes Pol Joko Sulistio menyatakan bahwa Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) wajib melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap perlengkapan setiap personel sebelum bertugas.

Proses pemeriksaan ini bahkan harus didokumentasikan melalui perekaman video untuk memastikan kepatuhan terhadap instruksi.

Seluruh anggota yang bertugas di lapangan diwajibkan untuk mematuhi sistem satu komando. Tindakan yang bersifat individual atau di luar instruksi pimpinan sangat dilarang.

Hal ini penting untuk menjaga kekompakan dan efektivitas pelaksanaan tugas di lapangan.

Lebih lanjut, Kapolda Metro Jaya juga menginstruksikan jajaran Bhabinkamtibmas dan Tim Pengurai Massa (Tim Raimas) untuk melakukan sterilisasi area di belakang barisan pasukan pengamanan.

Tujuannya adalah untuk mengantisipasi keberadaan provokator atau benda-benda yang berpotensi membahayakan jalannya aksi.

Sementara itu, jajaran intelijen diperintahkan untuk melakukan pemantauan intensif dan mendokumentasikan seluruh pergerakan massa, mulai dari titik keberangkatan hingga kepulangan.

Tindakan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai dinamika aksi.

Untuk personel Reserse Kriminal (Reskrim), Kapolda memberikan instruksi agar segera mengamankan setiap peserta aksi yang kedapatan membawa alat-alat berbahaya.

Hal ini merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Metro Jaya juga menyampaikan apresiasinya kepada personel TNI, khususnya dari Kodam Jaya, yang telah turut serta membantu dalam pengamanan ibu kota.

Sinergi antara Polri dan TNI ini dianggap sangat penting untuk menjaga stabilitas keamanan di Jakarta.

Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi pembakaran ban, setiap regu Sabhara dan Brimob diwajibkan untuk menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) yang siap digunakan kapan saja.

Persiapan ini menunjukkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai skenario yang mungkin terjadi.

Menutup amanatnya, Kapolda Metro Jaya kembali menekankan pentingnya menjaga profesionalisme dan mengedepankan pendekatan yang bersifat persuasif dalam setiap interaksi.

“Kita hadir untuk melindungi, bukan untuk membenturkan. Laksanakan tugas dengan kepala dingin dan hati yang teguh,” pungkas Joko Sulistio, mengutip pesan Kapolda Metro Jaya.