Mengenal Ngarak Posong, Seni Khas Cibeber Cianjur

Berita3 Dilihat

DermayuMagz.com – Pemerintah Kabupaten Cianjur kembali mengangkat eksistensi kesenian tradisional Ngarak Posong melalui perhelatan akbar Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026.

Pementasan ini menjadi upaya strategis untuk memperkenalkan jati diri Kecamatan Cibeber. Wilayah ini dikenal luas sebagai sentra kuliner belut di Kabupaten Cianjur.

Melalui kolaborasi antara Sanggar Seni Hibar dan Sanggar Sawargi, tradisi ini ditampilkan. Tujuannya adalah merepresentasikan kearifan lokal masyarakat agraris dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.

Inti dari pementasan ini berpusat pada penggunaan posong, sebuah alat tangkap tradisional untuk belut yang ramah lingkungan. Informasi ini dilansir dari akun Instagram @disbudpar.cianjur.

Posong sendiri merupakan warisan benda yang telah digunakan secara turun-temurun. Para petani di wilayah Cibeber menggunakannya untuk menangkap hasil bumi di area persawahan.

Nilai edukasi mengenai alat tangkap ramah lingkungan ini menjadi poin utama yang ditonjolkan. Tujuannya adalah memberikan pemahaman mendalam tentang teknik tradisional yang tidak merusak ekosistem kepada publik.

Baca juga: Ahmad Syadali Promosi, Lucky Hakim Beri Pesan Krusial ke Birokrasi

Sejarah dan makna mendalam mengenai instrumen ini dijelaskan lebih lanjut dalam catatan resmi Team Kesenian Ngarak Posong. Pementasan ini ditampilkan oleh Sanggar Hibar bekerja sama dengan Sanggar Sawargi, mewakili Cianjur pada Helaran Milangkala Tatar Sunda.

Kesenian ini kini tidak hanya dipandang sebagai aktivitas pasca-panen semata. Ia telah bertransformasi menjadi simbol syukur dan identitas sosial masyarakat setempat.

Upaya memvisualisasikan cara kerja posong ke dalam sebuah pawai budaya diharapkan dapat memicu minat generasi muda. Hal ini penting agar mereka tetap menjaga kelestarian tradisi tersebut.

Dengan pengenalan yang lebih masif, Ngarak Posong diproyeksikan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Wisatawan dapat mengenal lebih jauh sisi unik budaya agraris di Jawa Barat.

Selain itu, upaya ini juga bertujuan memperkuat posisi Cibeber di peta destinasi budaya nasional.