Mewujudkan Pendidikan Inklusif dan Bermutu: Peran FIP dalam Gebyar Bulan Pendidikan Unesa

Berita5 Dilihat

DermayuMagz.com – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar serangkaian acara dalam rangka memperingati Bulan Pendidikan 2026, menegaskan komitmennya untuk memajukan pendidikan yang inklusif dan berkualitas di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Acara ini menjadi momentum penting bagi FIP Unesa untuk menunjukkan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pendidikan fundamental. Wakil Rektor II Unesa, Prof. Bachtiar Syaiful Bachri, menyatakan bahwa tema peringatan tahun ini sejalan dengan upaya nasional untuk memperkuat FIP dalam menghasilkan lulusan pendidikan yang bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat.

Prof. Bachtiar menekankan bahwa pendidikan di era modern harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi informasi dan dinamika sosial yang terus berubah. Konsep pembelajaran kini tidak lagi terbatas pada ruang kelas, melainkan dapat diakses dari berbagai sumber belajar di mana pun dan kapan pun.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya prinsip inklusivitas dalam pendidikan. Pendidikan berkualitas seharusnya dapat dijangkau oleh semua orang, termasuk individu dengan kebutuhan khusus. Hak atas pendidikan merupakan hak fundamental setiap warga negara.

Baca juga di sini: Limp Bizkit Tunda Konser di Estonia Demi Dukung Vladimir Putin

Prof. Bachtiar menambahkan bahwa peringatan Bulan Pendidikan ini bukan sekadar perayaan semata, melainkan sebuah pengingat akan pentingnya investasi pada sumber daya manusia. Kekuatan suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas pendidikannya.

Salah satu upaya konkret yang dilakukan Unesa untuk pemerataan kualitas pendidikan, terutama di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), adalah melalui program Student Mobility. Program ini telah berjalan selama kurang lebih tiga tahun dan melibatkan mahasiswa reguler dari berbagai program studi.

Melalui program ini, sekitar 4.000 mahasiswa semester lima ke atas dikirim untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui kegiatan magang dan pengabdian selama sekitar dua bulan. Meskipun terdapat tantangan terkait jarak dan biaya transportasi, antusiasme mahasiswa terhadap program ini sangat tinggi.

Laporan menunjukkan bahwa sebaran mahasiswa program ini tidak hanya terbatas di Jawa Timur, tetapi juga telah menjangkau daerah-daerah seperti Batam, Sumatera, hingga Kalimantan Selatan. Hal ini menunjukkan jangkauan program yang luas dan dampaknya dalam mengatasi kesenjangan guru di berbagai wilayah.

Dekan FIP Unesa, Prof. Mochammad Nursalim, turut menegaskan bahwa kurikulum di fakultasnya telah disesuaikan dengan tuntutan era digitalisasi. Unesa secara aktif mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) ke dalam mata kuliah guna mempersiapkan lulusan yang kompetitif di pasar kerja global.

Integrasi digitalisasi dan AI dalam kurikulum diharapkan dapat mewujudkan pendidikan yang dapat diakses oleh semua kalangan, tanpa memandang latar belakang ekonomi mereka. Hal ini sejalan dengan upaya Unesa untuk menciptakan kesetaraan akses pendidikan.

Terkait prospek kerja, Prof. Nursalim mengklaim bahwa lulusan FIP Unesa memiliki tingkat penyerapan yang tinggi di dunia kerja. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Lulusan dari semua program studi dilaporkan terserap dengan baik, dengan gaji yang memenuhi target dan masa studi yang efisien.

Gebyar Bulan Pendidikan di FIP Unesa juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik, termasuk bazar UMKM Surabaya, penampilan band, pentas seni mahasiswa, serah terima karya berdampak, peluncuran buku tentang nilai budaya dan kebangsaan Unesa, serta kegiatan donor darah. Rangkaian acara ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kontribusi FIP Unesa bagi masyarakat.