DermayuMagz.com – Perguruan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Banyuwangi sukses menggelar kegiatan manasik haji akbar yang disambut antusias oleh ribuan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga berhasil menanamkan pemahaman dan semangat ibadah haji sejak dini, yang mana mendapatkan apresiasi positif dari para wali siswa.
Suasana khidmat dan religius terasa kental sejak awal acara. Para peserta memulai rangkaian manasik haji dengan sebuah perjalanan simbolis yang mengambil rute dari area Pabrik Kertas Basuki Rachmat (PKBR) menuju lingkungan sekolah.
Perjalanan ini semakin syahdu dengan lantunan talbiyah yang bergema sepanjang jalan, seolah membawa nuansa Tanah Suci ke tanah Blambangan.
Setibanya di lokasi yang telah disiapkan, para siswa diajak untuk mempraktikkan berbagai tahapan ibadah haji. Mulai dari niat ihram, simulasi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga kegiatan lempar jumrah dan tawaf mengelilingi miniatur Ka’bah.
Seluruh rangkaian acara dirancang dengan metode yang sederhana namun tetap edukatif, memastikan bahwa setiap tahapan mudah dipahami oleh anak-anak dari berbagai usia, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Salah satu wali siswa, Sofiyah, yang merupakan orang tua dari Azfer Marecan (4 tahun) dari KB Al-Irsyad Al-Islamiyyah Banyuwangi dan Athif Marecan (6 tahun) dari TK Al-Irsyad Al-Islamiyyah Banyuwangi, menyatakan kekagumannya atas konsistensi sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan manasik haji akbar setiap tahunnya.
“Masya Allah, setiap tahun memang Al-Irsyad mengadakan manasik haji akbar. Anak-anak diperkenalkan rukun Islam yang ke lima, mulai dari tata cara hingga apa saja yang dilakukan saat ibadah haji. Ini pendidikan yang memang penting sejak dini,” ujar Sofiyah.
Menurut Sofiyah, pembelajaran praktik seperti ini tidak hanya sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga mampu menumbuhkan motivasi intrinsik pada anak-anak untuk memiliki impian menunaikan ibadah haji di masa depan.
“Anak-anak jadi senang dan mulai tahu seperti apa kondisi di Baitullah. Ini bisa menjadi motivasi mereka untuk suatu saat bisa berangkat ke sana,” tambahnya, menunjukkan dampak positif kegiatan tersebut.
Senada dengan Sofiyah, Ana Zulfia, wali murid dari Keys Al Khomas yang merupakan siswa kelas 9 SMP Al-Irsyad Banyuwangi, juga memberikan pujian atas penyelenggaraan acara ini.
Dia menilai bahwa kegiatan manasik haji akbar ini sangat efektif dalam membangkitkan antusiasme dan rasa ingin tahu para siswa terhadap salah satu rukun Islam yang penting ini, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha.
“Alhamdulillah, setiap tahun ada manasik haji akbar, jadi anak-anak sangat tertarik dan semangat untuk ikut. Karena selain diajari, juga tumbuh semangat untuk berhaji nanti,” jelas Ana Zulfia.
Ana Zulfia menambahkan bahwa pengalaman praktik langsung yang diberikan melalui kegiatan manasik haji ini membuat para siswa lebih mudah dalam mencerna dan memahami keseluruhan rangkaian ibadah haji.
Baca juga di sini: Ahmad Dhani Ajukan Solusi Royalti Musisi Lewat Teknologi Digital
“Anak-anak jadi tahu, oh ternyata haji itu seperti ini, ada rangkaiannya. Harapannya, semoga ini bisa memotivasi mereka, sehingga ketika sudah dewasa nanti benar-benar bisa menunaikan ibadah haji,” harapnya, menegaskan tujuan jangka panjang dari edukasi keagamaan ini.






