DermayuMagz.com – Jakarta tengah dilanda cuaca panas ekstrem, di mana suhu udara yang tercatat di termometer terasa jauh lebih terik dari angka sebenarnya, bahkan mencapai sekitar 42 derajat Celsius.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai perbedaan antara suhu udara dan suhu yang dirasakan tubuh.
Menurut data dari AccuWeather pada Selasa (12/5), suhu udara di Jakarta pada siang hari berada di kisaran 33 derajat Celsius. Namun, sensasi panas yang dialami warga, atau yang dikenal sebagai suhu terasa (feels like), melonjak hingga menyentuh angka 42 derajat Celsius.
Perbedaan signifikan ini dijelaskan oleh ahli meteorologi, Cyrena Arnold. Ia menyatakan bahwa suhu terasa berkaitan erat dengan bagaimana tubuh manusia merespons kondisi panas di lingkungan sekitarnya.
“Kulit kita memiliki sensor dan terdiri dari air. Jadi, kulit kita sebenarnya bereaksi berbeda tergantung pada proses penguapan air tersebut,” ujar Cyrena, seperti dikutip dari Popular Science.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa suhu terasa merupakan sebuah indikator penting. Indikator ini menggambarkan sensasi panas yang dirasakan manusia, dan dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor meteorologis.
Faktor-faktor tersebut meliputi suhu udara itu sendiri, tingkat kelembapan udara, kecepatan angin, serta intensitas radiasi Matahari yang diterima permukaan.
KELEMBAPAN TINGGI BIKIN PANAS TERASA LEBIH MENYENGAT
Kelembapan udara menjadi salah satu kontributor utama mengapa suhu terasa jauh lebih tinggi dari angka yang tertera di termometer. Ketika tingkat kelembapan udara sangat tinggi, atmosfer sudah jenuh dengan uap air.
Kondisi ini menyebabkan proses penguapan keringat dari permukaan kulit menjadi sangat terhambat. Padahal, penguapan keringat adalah mekanisme alami tubuh untuk mendinginkan diri.
Secara ilmiah, proses pendinginan tubuh manusia sangat bergantung pada laju evaporasi atau penguapan keringat. Ketika kelembapan relatif meningkat, laju penguapan menurun drastis.
Akibatnya, tubuh menjadi lebih kesulitan untuk melepaskan panas berlebih yang dihasilkannya, sehingga sensasi panas yang dirasakan menjadi semakin menyengat.
Konsep ini dikenal sebagai heat index atau indeks panas. Indeks panas merupakan ukuran gabungan antara suhu udara dan kelembapan, yang dirancang untuk menggambarkan suhu yang dirasakan oleh tubuh manusia secara lebih akurat.
Baca juga: Kreatif Dorong Seniman Film Cianjur Kembangkan Industri Film Lokal
National Weather Service (NWS) di Amerika Serikat secara rutin menggunakan konsep heat index ini. Tujuannya adalah untuk menjelaskan dampak gabungan antara suhu udara dan kelembapan terhadap kesehatan dan kenyamanan manusia.
Pada saat pengukuran suhu di Jakarta, tingkat kelembapan udara tercatat berada di kisaran 68 persen, berdasarkan data cuaca yang tersedia.
Kombinasi antara suhu udara yang tinggi dan tingkat kelembapan yang signifikan inilah yang menyebabkan kondisi cuaca terasa begitu menyengat dan tidak nyaman bagi warga.
Sebagai negara yang berada di wilayah tropis, Indonesia secara alami memiliki tingkat kelembapan udara yang cenderung tinggi. Hal ini disebabkan oleh lokasinya yang dikelilingi oleh perairan hangat dan paparan sinar Matahari sepanjang tahun.
Kondisi geografis ini turut memperkuat sensasi panas yang lembap, terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta yang memiliki banyak bangunan dan permukaan yang menyerap panas.
Meskipun cuaca terasa sangat terik, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi secara cepat. Perubahan ini seringkali terjadi pada periode siang hingga malam hari.
Oleh karena itu, warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan disarankan untuk mengambil langkah pencegahan. Membawa perlengkapan seperti payung atau jas hujan sangat disarankan untuk mengantisipasi kemungkinan turunnya hujan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.
Baca juga:
- Monsun Australia menguat, Indonesia semakin terpanggang, suhu tembus 37 derajat
- ‘Terasa lebih menyengat’: Warga Malaysia dan Indonesia berjibaku dengan panas, pakar nilai suhu akan memburuk
Source: Others/ew(ar)






