10 Jemaah Haji Meninggal, Kemenag Ingatkan Bahaya Kesehatan Akibat Cuaca Panas

Berita3 Dilihat

DermayuMagz.com – Kementerian Agama (Kemenag) melaporkan bahwa hingga awal Mei 2026, sebanyak 10 jemaah haji asal Indonesia telah meninggal dunia. Angka ini menyoroti tingginya risiko kesehatan yang dihadapi para jemaah di tengah kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi.

Juru Bicara Kemenag, Suci Annisa, pada Rabu (6/5/2026) merinci bahwa mayoritas kasus kematian disebabkan oleh penyakit kardiovaskular dan gangguan pernapasan. Penyakit seperti serangan jantung dan radang paru-paru menjadi penyebab utama hilangnya nyawa jemaah.

Salah satu jemaah yang dilaporkan wafat terbaru adalah A.N. Soleh Salimar, yang berasal dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Beliau meninggal dunia pada tanggal 5 Mei 2026.

Selain angka kematian, layanan kesehatan juga mencatat tingginya jumlah jemaah yang memerlukan perhatian medis. Tercatat ada 12.725 jemaah yang menjalani rawat jalan, 144 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia, dan 232 lainnya mendapatkan perawatan di rumah sakit yang dikelola oleh otoritas Arab Saudi.

Hingga saat ini, masih ada 70 jemaah yang terus menjalani perawatan intensif di berbagai rumah sakit. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya penanganan kesehatan bagi jemaah haji terus menjadi prioritas utama.

Suci Annisa menekankan bahwa pemerintah Indonesia berupaya semaksimal mungkin untuk mengoptimalkan semua fasilitas layanan kesehatan. Ini mencakup penyediaan pos kesehatan di setiap kloter hingga penyediaan rumah sakit rujukan yang memadai di tanah suci.

Suhu udara di kota-kota suci seperti Madinah dan Mekah dilaporkan mencapai kisaran 38 hingga 40 derajat Celsius. Kemenag mengimbau seluruh jemaah untuk senantiasa menjaga kondisi fisik mereka dengan baik.

Jemaah diingatkan untuk mengatur jadwal aktivitas mereka agar tidak berlebihan, memastikan asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi, dan selalu menggunakan pelindung diri seperti payung atau topi saat beraktivitas di luar ruangan.

Baca juga: Pemerintah Kota Bontang Raih Penghargaan Terbaik Kategori Penurunan Pengangguran

“Kedisiplinan dalam menjaga kesehatan adalah kunci utama agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan khusyuk dan optimal tanpa kendala berarti,” tegas Suci Annisa. Kemenag berharap dengan langkah-langkah preventif ini, risiko kesehatan dapat diminimalisir.