DermayuMagz.com – Ratusan orang tua calon siswa memadati posko pengaduan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Depok untuk tahun ajaran 2026/2027. Mereka datang untuk melaporkan kendala yang dihadapi saat proses validasi data pendaftaran secara daring.
Salah satu orang tua, Septi, terpaksa mendatangi posko pengaduan di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, yang berlokasi di gedung Dibaleka II, Balai Kota Depok. Septi berjuang agar anaknya dapat mendaftar ke sekolah yang diinginkan melalui jalur prestasi.
“Saya datang untuk meminta bantuan verifikasi data, karena saat mendaftar online mengalami kendala,” ujar Septi pada Jumat (5/6/2026).
Septi harus bersabar dalam antrean, mengingat banyaknya orang tua lain yang juga datang ke posko tersebut. Sebanyak 10 petugas operator terlihat kewalahan melayani permintaan para orang tua.
“Ini karena ada kendala saat mendaftar online saat melakukan verifikasi data,” jelas Septi.
Septi menambahkan bahwa data anaknya telah lengkap 100 persen sesuai persyaratan dan semua dokumen telah dilampirkan secara daring. Namun, hingga pagi harinya, status kelengkapan data anaknya masih tertulis belum terverifikasi.
“Karena statusnya belum terverifikasi, jadi saya belum bisa memilih SMP Negeri yang mau dituju di wilayah Cilodong,” ungkap Septi.
Waktu terus berjalan, mengingat batas akhir verifikasi pendaftaran jalur prestasi adalah 5 Juni. Oleh karena itu, Septi berupaya keras mendapatkan bantuan verifikasi di posko SPMB.
“Makanya saya coba datang ke sini, karena ini hari terakhir pendaftaran untuk sekolah yang dituju,” terang Septi.
Hal serupa dialami Rosid, warga Sawangan, yang juga mengadukan nasib anaknya yang belum bisa melakukan verifikasi. Rosid bahkan harus meninggalkan pekerjaannya sebagai pengemudi ojek daring demi kelangsungan pendidikan anaknya.
“Saya terpaksa tidak ngojek dulu demi anak, karena ini hari terakhir pendaftaran melalui jalur prestasi,” ucap Rosid.
Rosid telah menunggu lebih dari dua jam untuk mendapatkan pelayanan verifikasi data. Ia menduga ada masalah pada sistem penginputan data, sehingga data anaknya yang sudah lengkap belum juga terverifikasi.
“Kayaknya gangguan sistem, data anak sudah lengkap, tapi verifikasi sekolah yang dituju tidak bisa terakses, untuk itu saya ke sini,” ungkap Rosid.
Rosid berharap Dinas Pendidikan Kota Depok memperhatikan kemungkinan kendala pada sistem daring. Ia juga meminta agar Disdik meningkatkan pelayanan dan kecepatan akses data pada pendaftaran daring.
“Kalau bisa dilakukan perbaikan dan banyaknya orang tua yang datang karena keluhan sistem online, dapat dijadikan evaluasi,” pinta Rosid.
Respons Disdik
Menanggapi hal tersebut, Panitia SPMB Dinas Pendidikan Kota Depok, Bahrudin, menjelaskan bahwa posko atau helpdesk telah dibuka sejak 22 Mei hingga 7 Juli 2026. Layanan ini memang ditujukan untuk membantu orang tua dan calon peserta didik yang mengalami kendala selama proses pendaftaran.
“Pengaduan yang paling banyak diterima berkaitan dengan kendala teknis, seperti verifikasi akun, Kartu Keluarga (KK) yang baru terbit akibat perubahan data, serta perbaikan titik koordinat domisili,” ujar Bahrudin.
Untuk permintaan pelayanan perbaikan titik koordinat, Disdik memberikan toleransi satu kali perubahan. Proses perbaikan ini dapat dilakukan melalui sekolah tujuan atau langsung ke Disdik Kota Depok.
“Perbaikan titik koordinat bisa dilakukan di sekolah tujuan. Kami sudah menyiapkan operator di masing-masing sekolah, sehingga orang tua tidak perlu selalu datang ke Disdik,” jelasnya.
Bahrudin mengimbau para orang tua siswa untuk memahami syarat dan ketentuan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 agar proses pendaftaran dapat berjalan lebih lancar. Rata-rata, posko Disdik menerima lebih dari 100 pengaduan setiap harinya.






