Pemerintah Jabar Akan Ambil Alih Kebun Binatang Bandung, Fokus pada Konservasi dan Karyawan

Berita3 Dilihat

DermayuMagz.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menyatakan kesiapannya untuk mengambil alih pengelolaan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) jika belum ada keputusan final mengenai siapa yang akan mengelolanya. Langkah ini diambil demi memastikan kelangsungan konservasi satwa dan melindungi nasib para pegawai.

Gubernur Jawa Barat menegaskan bahwa opsi pengambilalihan ini muncul karena belum adanya lembaga yang secara resmi ditunjuk sebagai pengelola. Proses penentuan pengelola masih berjalan dan melibatkan berbagai pertimbangan, termasuk aspek hukum dan administratif yang belum rampung.

Dalam keterangannya pada Rabu (6/5/2026) di Bandung, gubernur menyampaikan bahwa laporan dari Dinas Kehutanan Jawa Barat menunjukkan belum adanya keputusan final. Hal ini disebabkan oleh adanya berbagai pertimbangan yang masih perlu dikaji, terutama terkait aspek hukum.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung saat ini masih dalam tahap seleksi atau “audisi” terhadap sejumlah kandidat yang berpotensi menjadi pengelola. Pemerintah Kota Bandung juga telah mengajukan permohonan perpanjangan waktu selama satu bulan kepada Kementerian Kehutanan. Tujuannya adalah untuk memastikan terpilihnya pihak yang paling layak dan kompeten untuk mengelola Bandung Zoo di masa mendatang.

Baca juga: Penghargaan Nasional untuk Kepemimpinan Kolaboratif Pemkot Samarinda

Meskipun demikian, Gubernur Jabar menekankan bahwa jika dalam jangka waktu tersebut belum tercapai keputusan, maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap untuk turun tangan secara langsung. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pengelolaan melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Namun, ia menegaskan bahwa fokus utama pengelolaan ini bukanlah pada aspek komersial. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan para pegawai yang menggantungkan hidupnya di sana dan memastikan program konservasi tetap berjalan lancar.

Menurut gubernur, Bandung Zoo memiliki potensi besar sebagai kawasan konservasi yang sangat penting untuk dijaga kelestariannya. Ia menilai kondisi lingkungan di dalam area kebun binatang masih relatif baik, dengan vegetasi yang terpelihara dan keberadaan pohon-pohon besar yang menjadi bagian integral dari ekosistemnya.

“Kawasan ini sebenarnya sangat baik, tertata, hutannya masih terjaga, dan pohon-pohonnya besar. Ini harus dipertahankan,” ujarnya, menekankan pentingnya menjaga kondisi alam di kebun binatang tersebut.

Langkah proaktif Pemprov Jabar ini dapat dilihat sebagai bentuk kepedulian yang mendalam terhadap keberlangsungan fungsi ekologis sekaligus sosial dari Bandung Zoo. Selain sebagai tempat konservasi satwa, kawasan ini juga merupakan sumber penghidupan bagi banyak pekerja dan memiliki nilai edukasi yang berharga bagi masyarakat luas.

Ia menekankan bahwa pengelolaan yang tepat dan bijaksana sangat krusial untuk mencegah potensi kerusakan lingkungan yang lebih luas serta dampak sosial yang mungkin timbul. Oleh karena itu, ia berharap proses penentuan pengelola dapat segera mencapai titik terang dengan mengedepankan kepentingan jangka panjang.

“Yang terpenting adalah bagaimana kawasan ini tetap terjaga dan memberi manfaat, bukan hanya hari ini, tetapi juga untuk masa depan,” tambahnya, menggarisbawahi visi keberlanjutan pengelolaan.

Dengan adanya sikap terbuka dari Pemprov Jabar, opsi pengelolaan Bandung Zoo kini semakin mengerucut pada sebuah pendekatan yang mampu menyeimbangkan tiga aspek krusial: konservasi satwa, kesejahteraan para pegawai, dan keberlanjutan lingkungan. Keputusan akhir menjadi sangat penting, mengingat peran strategis Bandung Zoo sebagai salah satu ikon Kota Bandung sekaligus ruang konservasi yang memiliki nilai tinggi.