Pemkot Samarinda Berinovasi Pendanaan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Berita4 Views

DermayuMagz.com – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menunjukkan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memimpin upaya ini dengan mengadopsi strategi keuangan yang adaptif melalui skema pembiayaan kreatif.

Pendekatan inovatif ini bahkan telah mengantarkan Andi Harun masuk dalam nominasi kepala daerah yang akan menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dalam proses penilaian yang diselenggarakan pada Jumat malam, 17 April 2026, Andi Harun memaparkan konsep “Entrepreneur Government” yang diwujudkan melalui skema Creative Financing Tahun 2026.

Presentasi ini disampaikan secara daring di hadapan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah, Agus Fatoni.

Dalam paparannya, Andi Harun menekankan bahwa kebijakan efisiensi fiskal tidak seharusnya diartikan sebagai penghentian aktivitas belanja daerah.

Sebaliknya, ia menyoroti pentingnya mengarahkan anggaran agar lebih tepat sasaran, terutama pada sektor-sektor prioritas yang memiliki dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

“Efisiensi bukan berarti berhenti belanja, tetapi memastikan belanja tepat sasaran,” ujar Andi Harun.

Baca juga di sini: Rakhano Hidupkan Kembali Lagu Ikonik Letto, "Ruang Rindu" Dibuat Ulang

Strategi ini diaplikasikan melalui berbagai program pembangunan yang tetap berjalan meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.

Salah satu program unggulan yang diusung adalah Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya).

Program ini mengalokasikan 60 persen anggarannya untuk pembangunan infrastruktur dasar dan 40 persen sisanya untuk pemberdayaan masyarakat.

Skema Probebaya dirancang secara cermat untuk mencapai keseimbangan antara kemajuan fisik kota dan peningkatan kapasitas serta kesejahteraan warga.

Lebih lanjut, Pemkot Samarinda juga aktif mendorong pengembangan Badan Usaha Milik RT (BUMRT) sebagai salah satu instrumen ekonomi yang berbasis komunitas.

Program BUMRT ini dinilai mampu membuka lebih banyak peluang usaha di tingkat lingkungan terkecil, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal dari akar rumput.

Inovasi juga dilakukan dalam upaya meningkatkan sektor pendapatan daerah.

Salah satu terobosan yang sedang dijajaki adalah pengembangan retribusi daerah, termasuk rencana penerapan sistem parkir berlangganan.

Kebijakan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan publik, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu, Pemkot Samarinda juga menaruh perhatian pada penyehatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Upaya ini mencakup penataan aset daerah yang dilakukan secara tertib administrasi, serta optimalisasi pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) agar lebih terintegrasi dengan program-program pembangunan daerah.

Andi Harun tidak hanya fokus pada aspek kebijakan dan program, tetapi juga berupaya menanamkan perubahan pola pikir di kalangan masyarakat terkait pentingnya pembangunan.

Ia secara konsisten menekankan kesadaran publik bahwa kontribusi melalui pembayaran pajak merupakan bagian integral dari upaya bersama dalam membangun daerah.

Keberhasilan Pemkot Samarinda dalam pengelolaan keuangan tercermin dari capaian prestisius.

Kota ini berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) selama 11 tahun berturut-turut.

Prestasi ini menjadi bukti nyata konsistensi tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel di lingkungan Pemkot Samarinda.

“Semuanya kami arahkan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan berdampak luas bagi masyarakat,” tutup Andi Harun.