Penguatan Strategi Dekarbonisasi dan Transisi Energi Berkelanjutan Indonesia

News4 Dilihat

DermayuMagz.com – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengambil langkah strategis untuk memperkuat upaya dekarbonisasi dan transisi energi yang berkelanjutan di Indonesia.

Sebagai perusahaan yang mengelola energi primer, PLN EPI menyadari tanggung jawabnya tidak hanya sebatas memastikan pasokan energi yang stabil.

Namun, perusahaan juga berkomitmen untuk menjalankan operasional bisnisnya secara harmonis dengan kelestarian lingkungan, terutama di wilayah pesisir yang memiliki peran krusial bagi berbagai fasilitas energi.

Hal ini diungkapkan oleh Vice President Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3KL) PLN EPI, Muhammad Aminuddin, dalam sebuah pernyataan di Jakarta.

Ia menekankan bahwa PLN EPI memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus melindungi ekosistem pesisir.

Ekosistem pesisir, yang mencakup mangrove dan padang lamun, berperan sebagai penyerap karbon alami yang dikenal sebagai blue carbon.

Dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional pada tahun 2026, PLN EPI menggelar acara HSSE Talk #4.

Kegiatan yang mengangkat tema ‘Nature-Based Solutions for Decarbonization: Unlocking the Power of Blue Carbon Ecosystems’ ini diselenggarakan secara daring pada Jumat, 22 Mei 2026.

Acara ini dihadiri oleh jajaran manajemen dan seluruh karyawan PLN EPI Group sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya keberlanjutan dalam perusahaan.

Baca juga : Kuliah Polindra: Langsung Kerja di Korea

Kemampuan Menyerap Karbon

Muhammad Aminuddin menjelaskan lebih lanjut mengenai potensi luar biasa dari ekosistem mangrove dan padang lamun.

Ia mengemukakan bahwa kedua ekosistem ini mampu menyerap karbon hingga sepuluh kali lebih efektif dibandingkan dengan hutan di daratan.

Potensi inilah yang menjadikan ekosistem pesisir sebagai salah satu solusi berbasis alam (nature-based solutions/NBS) yang sangat penting.

Solusi ini krusial dalam mendukung pencapaian target penurunan emisi nasional dan komitmen Indonesia untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060.

Aminuddin menambahkan bahwa pengembangan bisnis energi di masa depan harus mengadopsi pendekatan yang lebih bertanggung jawab dan berorientasi pada keberlanjutan.

Keberlanjutan jadi Bagian Penting

Menurut Aminuddin, adanya peningkatan tuntutan regulasi, ekspektasi dari para investor, serta perkembangan pasar karbon domestik menjadi momentum yang tepat bagi PLN EPI.

Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat strategi bisnis yang bersifat nature positive.

PLN EPI perlu memposisikan diri sebagai pelopor dalam mengintegrasikan strategi nature-positive ke dalam operasional bisnis energinya.

Keberlanjutan kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan telah menjadi elemen fundamental dalam membangun bisnis energi masa depan yang tangguh dan memberikan nilai tambah.

Sementara itu, Senior Business Development Manager dari CarbonEthics, Farhan Prastiyan, turut menjelaskan potensi besar dari solusi berbasis alam.

Ia menguraikan bahwa solusi ini tidak hanya mendukung mitigasi perubahan iklim, tetapi juga mampu menciptakan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.

Farhan menambahkan bahwa upaya rehabilitasi mangrove, konservasi lahan gambut, hingga pengelolaan pesisir yang berkelanjutan memiliki dampak ganda.

Selain meningkatkan kapasitas penyerapan karbon, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi baru yang berbasis pada blue economy dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Ia memberikan contoh konkret melalui salah satu proyek rehabilitasi mangrove di Tanjung Pakis, Karawang.

Dalam proyek tersebut, PLN EPI bekerja sama dengan Carbon Ethics dalam upaya penanaman mangrove.

Proyek ini melibatkan partisipasi aktif komunitas lokal dan memberikan manfaat signifikan bagi ribuan masyarakat pesisir.

Manfaat tersebut mencakup pelaksanaan pelatihan, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga pengembangan ekonomi yang berfokus pada ekowisata.