DermayuMagz.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa Indonesia tidak ingin menjadi korban dari persaingan dagang yang terjadi antara negara-negara besar. Hal ini disampaikan dalam konteks meningkatnya fragmentasi ekonomi global.
Indonesia berharap setiap kerja sama internasional, termasuk dengan Uni Eropa, dapat berjalan secara adil dan memberikan keuntungan bersama. Tujuannya adalah agar negara berkembang seperti Indonesia tidak dirugikan oleh kebijakan negara-negara adidaya.
Airlangga menjelaskan bahwa setiap negara kini memiliki strategi masing-masing untuk menjaga keamanan ekonominya. Namun, kebijakan yang diambil oleh negara-negara besar seharusnya tidak menimbulkan beban baru bagi negara lain yang sedang berupaya meningkatkan daya saing industrinya.
“Jadi, pada dasarnya Indonesia tidak ingin menjadi korban ekonomi negara lain dalam hubungannya dengan Eropa,” ujar Airlangga saat menghadiri Brussels Economic Security Forum (BESF) di Brussel, Belgia, pada Jumat (5/6/2026).
Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan kebijakan perdagangan global yang berpotensi memengaruhi akses pasar dan kinerja sektor manufaktur nasional.
Dalam forum tersebut, Airlangga juga menyoroti tren kebijakan ekonomi dan perdagangan yang semakin dipengaruhi oleh pertimbangan keamanan ekonomi nasional masing-masing negara.
Ia mengakui bahwa fenomena ini semakin berkembang di berbagai kawasan, terutama di negara-negara maju yang berupaya melindungi industri strategis mereka. Namun, Indonesia berharap kebijakan tersebut tidak menciptakan hambatan perdagangan baru yang dapat mengganggu arus investasi dan perdagangan global.
“Tentu saja selalu ada pendekatan keamanan ekonomi dari setiap negara. Dan juga prioritas komoditas. Jadi, saya pikir ini adalah sesuatu yang cukup mengkhawatirkan bagi Indonesia,” pungkasnya.






