Pengungkapan Polisi Terkait Prostitusi Anak Viral di Blok M

News3 Dilihat

DermayuMagz.com – Polisi belum menemukan bukti yang valid terkait dugaan praktik prostitusi anak yang dikaitkan dengan warga negara asing di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan bahwa hingga kini pihaknya masih belum mendapatkan informasi yang akurat mengenai lokasi kejadian, waktu terjadinya, maupun identitas korban.

Penyelidikan atas kasus ini dilakukan oleh Direktorat Siber setelah adanya unggahan di media sosial yang mengindikasikan dugaan praktik tersebut. Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak (PPO) Polda Metro Jaya juga turut mendalami kasus ini.

Budi menambahkan bahwa Direktorat PPA/PPO telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Direktorat Jenderal Imigrasi, dan bahkan kunjungan dari Wakil Menteri PPA.

Ia menegaskan bahwa penanganan kasus perempuan dan anak merupakan prioritas utama bagi Polda Metro Jaya. Oleh karena itu, Budi mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika memiliki informasi yang valid terkait dugaan praktik tersebut melalui layanan 110 Kepolisian.

Baca juga : Kameramen Padamkan Api Hajatan Indramayu: Aksi Heroik Tuai Pujian

Sebelumnya, viral di media sosial video yang menduga adanya praktik prostitusi di Blok M yang melibatkan anak di bawah umur.

Budi mengonfirmasi bahwa dugaan prostitusi di Blok M masih dalam proses pendalaman oleh Direktorat PPA/PPO bersama Direktorat Siber dan Polres Metro Jakarta Selatan.

Informasi awal mengenai kasus ini berasal dari unggahan di media sosial. Polisi pun kembali meminta partisipasi masyarakat yang mengetahui praktik tersebut untuk segera memberikan laporan.

Kasus ini mulai mencuat setelah beredar unggahan dari akun media sosial berbahasa Jepang. Unggahan yang diperkirakan berasal dari periode September hingga November 2025 itu diduga mencari anak perempuan berusia 16 hingga 17 tahun.

Salah satu unggahan bahkan menyebutkan bahwa anak perempuan tersebut dapat ditemui di pinggiran Jakarta dengan imbalan Rp 200 ribu. Unggahan lain juga mengindikasikan adanya seorang anak perempuan berusia 17 tahun yang diantar oleh seorang agen ke hotel.