DermayuMagz.com – PT Pertamina Patra Niaga memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dalam kondisi aman dan tersedia. Distribusi BBM bersubsidi ini ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tetap berjalan normal sesuai dengan mandat pemerintah.
Hal ini didukung oleh sistem logistik dan infrastruktur yang terintegrasi, memastikan ketersediaan pasokan di seluruh penjuru Indonesia. Pertamina Patra Niaga secara berkelanjutan mengoptimalkan rantai pasok energi.
Upaya ini mencakup pengelolaan terminal BBM, fasilitas penyimpanan dan penyaluran, armada distribusi, serta sistem monitoring yang canggih. Tujuannya adalah untuk menjamin kebutuhan energi masyarakat terpenuhi secara berkelanjutan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa perusahaan terus memantau stok dan penyaluran BBM secara real-time di seluruh wilayah. Hal ini dilakukan demi memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
“Selain memastikan stok Pertalite dalam kondisi tersedia dan distribusi ke seluruh SPBU berjalan normal. Pertamina Patra Niaga juga terus melakukan pemantauan secara real-time terhadap kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh wilayah agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Roberth, Jumat (12/6/2026).
Dengan jaringan infrastruktur energi yang luas, membentang dari Sabang hingga Merauke, Pertamina mampu menjaga keandalan pasokan. Perusahaan juga siap melakukan respons cepat apabila ada penambahan pasokan yang diperlukan di wilayah tertentu.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, khususnya dengan jaringan unit operasi kami di 8 Cabang Kantor Wilayah (Regional 1-8). Tujuannya adalah melakukan langkah-langkah antisipatif untuk memastikan layanan energi kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” jelas Roberth.
Jika terjadi peningkatan kebutuhan di suatu wilayah, Pertamina telah menyiapkan skema penguatan distribusi agar pasokan tetap terjaga. Perusahaan juga memastikan penyaluran BBM subsidi sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan energi dengan membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya, serta sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan. Pertamina Patra Niaga akan terus menjalankan tugas penyaluran energi dengan optimal serta memastikan ketersediaan Pertalite bagi masyarakat tetap terjaga,” tutup Roberth.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, sebelumnya telah menegaskan bahwa tidak ada pembatasan pembelian Pertalite bagi sepeda motor.
Anggia menjelaskan bahwa pengendalian konsumsi Pertalite dan BBM Subsidi untuk kendaraan roda empat akan tetap diberlakukan, salah satunya melalui pemindaian barcode yang sudah berjalan. Namun, sepeda motor tidak akan dikenai pembatasan dalam membeli Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite.
“Untuk motor tidak akan ada pembatasan apapun. Itu sudah jelas disampaikan oleh Pak Menteri bahwa untuk kendaraan roda dua bebas,” tegas Anggia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Meskipun tidak ada pembatasan bagi motor, Anggia mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan BBM subsidi dengan berbagai modus. Praktik penimbunan dapat mengganggu kestabilan pasokan dan berujung pada kelangkaan.
Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panic buying. Tindakan tersebut dapat memperburuk kondisi dan menyebabkan kelangkaan di berbagai daerah.
“Jangan juga ada praktik-praktik helikopter yang bolak-balik tangkinya diisi bolak-balik SPBU kan juga banyak tuh. Itu juga yang mengakibatkan kondisinya jadi gak stabil,” ucap Anggia.
“Tambah lagi jangan ada panic buying, jangan ada penimbunan. Itu yang mengakibatkan kelangkaan di mana-mana,” sambung dia.






