Pertamina Perpanjang Kerja Sama Pasokan Gas di Sumsel dan Cikarang

Bisnis6 Dilihat

DermayuMagz.com – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui PT Pertamina EP berhasil mengamankan dua kontrak baru dalam perjanjian jual beli gas (PJBG). Perjanjian ini ditandatangani dengan PT Pertamina Hulu Rokan dan PT Cikarang Listrindo.

Acara penandatanganan ini dilaksanakan di sela-sela gelaran Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah dari pemanfaatan gas bumi.

Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y Nasroen, menjelaskan bahwa kerja sama ini akan memperkuat operasional hulu migas nasional. Sinergi ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan gas dari aset produksi.

Hal ini juga berkontribusi pada peningkatan target lifting migas nasional dan penguatan ketahanan energi. Hermansyah menekankan pentingnya kolaborasi antar entitas di lingkungan Pertamina Group untuk pengelolaan sumber daya energi yang maksimal dan berkelanjutan.

Baca juga : Dua Cara Utama Haji Ilegal

Perjanjian pertama melibatkan PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Rokan. Kontrak ini mengatur pasokan gas bumi dari Wilayah Kerja Pertamina EP Zona 4/Aset 2 yang berlokasi di Sumatera Selatan.

Gas ini akan digunakan untuk mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi di area operasi Pertamina Hulu Rokan. Total volume kontrak yang disepakati adalah 37.981 BBTU.

Penyaluran gas akan dimulai pada Januari 2026 dan berlangsung hingga kontrak terpenuhi atau paling lambat pada 31 Desember 2030. Volume penyaluran direncanakan sebesar 11 BBTUD pada tahun 2026.

Selanjutnya, volume akan meningkat menjadi 30 BBTUD pada tahun 2027. Untuk periode 2028 hingga 2030, volume penyaluran ditetapkan sebesar 21 BBTUD.

Pasokan Gas di Cikarang

Selain itu, PT Pertamina EP juga menandatangani perjanjian jual beli gas dengan PT Cikarang Listrindo. Perjanjian ini mencakup pasokan gas untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di kawasan industri Jababeka dan MM2100, Cikarang.

Gas yang akan disalurkan berasal dari struktur Akasia Bagus. Volume pasokan yang disepakati adalah 6,18 MMSCFD.

Penyaluran gas ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan pembangkit listrik di kawasan industri tersebut. Dengan demikian, pasokan energi yang andal bagi sektor manufaktur dan industri dapat terjamin.

Hermansyah menegaskan bahwa kedua kerja sama ini menunjukkan komitmen PHE dalam mengelola sumber daya gas bumi nasional secara optimal. Upaya ini sejalan dengan tujuan menjaga ketahanan energi nasional.

Pemanfaatan gas bumi ini tidak hanya mendukung sektor hulu migas, tetapi juga memenuhi kebutuhan energi industri.