Dua Cara Utama Haji Ilegal

News7 Dilihat

DermayuMagz.com – Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta berhasil mengungkap dua modus utama yang digunakan oleh para calon jemaah haji ilegal. Modus-modus ini kerap dimanfaatkan oleh oknum agen perjalanan untuk mengelabui petugas imigrasi dan memberangkatkan jemaah secara nonprosedural.

Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Kantor Imigrasi Kelas I Soekarno-Hatta, Jerry Prima, menjelaskan bahwa kedua modus utama tersebut telah diidentifikasi dan menjadi fokus pengawasan.

Modus pertama adalah penyalahgunaan izin wisata. Para calon jemaah haji ilegal ini berpura-pura akan berwisata ke negara-negara di Asia Tenggara. Tujuannya adalah negara seperti Kuala Lumpur di Malaysia atau Singapura.

Setelah tiba di negara transit tersebut, mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju Arab Saudi. Rute ini digunakan untuk mengelabui sistem deteksi awal yang mungkin tidak secara langsung mencurigai perjalanan ke negara-negara tersebut sebagai upaya haji ilegal.

Modus kedua adalah penyalahgunaan visa kerja. Jerry menjelaskan bahwa pelaku menggunakan dalih visa kerja (Visa Amil Work) untuk menutupi niat mereka yang sebenarnya. Visa ini, yang seharusnya diperuntukkan bagi pekerja asing di Arab Saudi, justru disalahgunakan untuk tujuan ibadah haji.

Visa Amil Work adalah visa resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Visa ini memungkinkan warga negara asing untuk bekerja secara legal di negara tersebut. Pemegang visa ini memiliki kewajiban untuk mengurus izin tinggal (iqamah) dan terikat kontrak dengan sponsor atau kafil selama masa kerjanya.

Jerry menambahkan bahwa keberhasilan pengungkapan modus-modus ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antar berbagai instansi. Kerjasama ini melibatkan Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah, serta Kepolisian.

Penerapan sistem profiling penumpang oleh Imigrasi menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan ini. Melalui sistem ini, data calon penumpang dapat dianalisis lebih awal, bahkan sebelum mereka tiba di bandara untuk melakukan proses check-in.

Selain itu, Imigrasi juga memanfaatkan sistem Subject of Interest (SOI). Sistem ini bekerja dengan menandai individu yang sebelumnya pernah tercatat mencoba berangkat haji secara ilegal. Ketika paspor mereka dipindai pada tahun berikutnya, sistem akan secara otomatis memicu peringatan (alert) kepada petugas imigrasi.

Tindakan pencegahan yang berhasil dilakukan ini kemudian dilanjutkan dengan penanganan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Penyelidikan mendalam dilakukan untuk menelusuri agen perjalanan yang terlibat dalam pengorganisasian keberangkatan haji nonprosedural.

Imigrasi Soekarno-Hatta menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan. Upaya ini dilakukan demi melindungi warga negara Indonesia dari praktik penipuan oleh sindikat haji ilegal. Penguatan pengawasan ini diharapkan dapat mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

Selama periode musim haji tahun ini, Imigrasi Soekarno-Hatta berhasil mencegah keberangkatan 89 orang yang melakukan haji ilegal. Angka ini terdiri dari 40 laki-laki dan 49 perempuan.

Jumlah ini menunjukkan penurunan drastis dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, di mana tercatat 721 orang dicegah. Jerry menganggap penurunan ini sebagai bukti kesadaran masyarakat yang semakin meningkat.

Masyarakat kini mulai menyadari dan juga merasa takut untuk menggunakan jalur ilegal dalam pelaksanaan ibadah haji. Kesadaran ini merupakan hasil dari upaya sosialisasi dan penindakan yang terus dilakukan oleh berbagai pihak.

Pencegahan dilakukan sejak tanggal 18 April hingga 15 Mei 2026. Upaya pengawasan yang ketat diharapkan dapat terus dipertahankan untuk memastikan seluruh jemaah haji menggunakan jalur yang resmi dan sah.

Pemerintah terus berupaya memberantas praktik haji ilegal yang merugikan masyarakat. Dengan adanya sistem pengawasan yang semakin canggih dan kerjasama antar lembaga, diharapkan praktik-praktik penipuan semacam ini dapat diminimalisir.

Peran serta masyarakat untuk melaporkan setiap dugaan praktik ilegal juga sangat penting. Informasi dari masyarakat dapat membantu petugas dalam melakukan tindakan pencegahan dan penindakan yang lebih efektif.

Baca juga : Hadiah Uang untuk Pemenang Duel Liga Champions PSG vs Arsenal

Haji merupakan ibadah yang sangat penting bagi umat Muslim. Oleh karena itu, penting bagi setiap calon jemaah untuk memastikan semua proses berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku agar ibadah dapat terlaksana dengan khusyuk dan lancar.