Pilip Tenonet: Dari Direktur Casting Menjadi Produser Film di Senja Karir

showbiz1 Dilihat

DermayuMagz.com – Perjalanan karier Pilip Tenonet dari seorang casting director kini semakin kokoh menapakkan jejaknya sebagai produser film. Setelah sukses dengan film Desa Mati, ia siap mempersembahkan karya terbarunya yang bertajuk Sisa Waktu Senja. Film yang diproduksi bersama Seev Entertainment, Langit Pictures, MariPro, dan Kesan Sinema ini telah menyelesaikan tahap post production dan dijadwalkan akan tayang pada tahun ini.

Film Sisa Waktu Senja didukung oleh jajaran pemain yang mumpuni. Kiesha Alvaro didapuk memerankan karakter Bara Darmawan, sementara Keisya Levronka akan menghidupkan karakter Alana Senja Kala. Kehadiran mereka ditopang oleh penampilan memukau dari Yessica Tamara, Jason Jordan, Ahmad Nadhif, Dhea Ananda, Iva Deivanna, dan musisi senior Nugie.

Menanggapi kabar bahwa proses syuting film Sisa Waktu Senja telah rampung, Pilip Tenonet membenarkan. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran produksi dan optimisme terhadap penerimaan film ini oleh publik.

“Alhamdulillah, film Sisa Waktu Senja sudah siap tayang tahun ini. Ini adalah langkah baru saya sebagai produser film. Banyak pengalaman baru yang menantang dan membuat saya belajar banyak,” ujar Pilip Tenonet saat ditemui awak media di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada Selasa, 2 Juni 2026.

Pilip Tenonet menambahkan bahwa ia sangat optimistis film Sisa Waktu Senja akan mampu memenangkan hati para penonton di Tanah Air. Keputusannya untuk terjun sebagai produser film berawal dari ketertarikannya yang mendalam terhadap naskah cerita.

Ia menggambarkan skenario film Sisa Waktu Senja sebagai sesuatu yang “magis”. Hal ini semakin memantapkan keyakinannya untuk terlibat lebih jauh dalam proyek ini. Menurutnya, cerita yang disajikan begitu lengkap, mencakup elemen persahabatan, cinta, dan perjuangan hidup.

“Cerita ini komplet dari persahabatan, cinta, daya juang, semua ada untuk membentuk drama utuh,” jelasnya lebih lanjut.

Cerita Yang Dekat

Film Sisa Waktu Senja disutradarai oleh Husni Ramdan. Alur cerita film ini berfokus pada perjuangan dua tokoh utama, Alana dan Bara, dalam menghadapi ketidakadilan dan perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah mereka.

Setelah membaca naskah, Pilip Tenonet menyimpulkan bahwa Sisa Waktu Senja berusaha menyajikan narasi yang sangat dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari. Hal ini diharapkan dapat menciptakan koneksi emosional yang kuat antara penonton dengan cerita yang disajikan.

Ia merasa sangat beruntung tidak melewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari film ini. Keputusan untuk menjadi produser diambilnya karena ia benar-benar terpikat oleh kualitas naskah yang ditawarkan.

Pilip Tenonet juga mengungkapkan bahwa daftar pemain untuk film ini telah diumumkan kepada publik. Kabar ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para penggemar, terutama mereka yang menantikan kolaborasi antara Keisya Levronka dan Kiesha Alvaro.

Narasi Yang Dibangun

Melalui akun Instagram resmi film Sisa Waktu Senja, pengumuman mengenai para pemain telah dibagikan sejak 26 Januari 2026. Respon positif dari netizen terlihat jelas di kolom komentar.

Salah satu komentar dari akun @yuuk**** mengungkapkan, “Keisya Levronka dan Keisha Alvaro ngga sabar sama filmnya!” Sementara itu, akun @mei**** menambahkan, “Mantap ini ada Keisha dan Keisya.”

Pilip Tenonet menanggapi antusiasme tersebut dengan menyatakan bahwa setiap karakter dalam film ini digambarkan memiliki cara uniknya masing-masing dalam menghadapi situasi, baik itu bertahan, menerima, maupun berdamai dengan keadaan yang mereka hadapi.

Bertahan, Menerima, Berdamai

Film Di Luar Nurul, sebuah serial original terbaru dari Vidio, kini telah resmi tayang. Serial yang dikategorikan sebagai teen comedy drama ini berupaya menyoroti berbagai dinamika kehidupan remaja yang sangat relevan dengan kondisi sosial masa kini.

Produser eksekutif serial ini, Kristo Damar, menekankan bahwa Di Luar Nurul bukanlah sekadar tontonan hiburan belaka bagi kalangan muda. Ia secara khusus menyoroti pentingnya tema perjuangan dalam meraih cita-cita yang diangkat dalam serial ini.

“Karena kita melihat manusia dilahirkan dengan hak yang sama, punya mimpi dan mengejarnya,” ujar Kristo Damar dalam keterangannya saat ditemui di Senayan City, Jakarta Selatan, pada Rabu, 3 Juni 2026.

Senada dengan Kristo Damar, produser kreatif Screenplay Films, Keke Mayang, menyatakan bahwa tim produksi ingin menampilkan potret kehidupan remaja yang jujur dan apa adanya. Ia merasa bahwa isu-isu yang dihadapi oleh remaja saat ini layak mendapatkan porsi yang lebih besar dalam narasi cerita.

“Kalau ngomongin series remaja pasti kita ingin tampilkan kehidupan yang relatable dengan mereka. Kita hanya ingin memotret realita di remaja. Ada percintaan, pertemanan. Tapi di mana pun remaja, masalahnya selalu sama. Jadi jadilah diri sendiri, gapailah mimpi,” tutur Keke Mayang.

Inspirasi untuk judul dan pengembangan karakter dalam serial Di Luar Nurul ternyata bersumber dari tren yang sempat viral di media sosial. Keke Mayang mengakui bahwa fenomena stereotip yang melekat pada kelompok remaja tertentu menjadi landasan utama dalam proses pengembangan naskah cerita.

“Ya, setiap generasi kan ada cirinya. Beberapa tahun terakhir ini ada The Nuruls dan The Nopal. Kemudian kita ketemu Chandra Aditya dan Sarah untuk menggodok ini. Sebenarnya ini remaja biasa saja, kita ingin memotret remaja yang unik ini,” jelasnya.

Sutradara serial ini, Angling Sagaran, merasa bahwa keberadaan fenomena yang sudah populer di masyarakat tersebut sangat membantunya. Ia berpendapat bahwa adanya contoh konkret dari dunia nyata memudahkan tim produksi dalam membangun visualisasi karakter-karakter yang ada di dalam serial.

“Itu mempermudah kami, karena ada contoh konkret yang mau kita bawa ke series. Jadi saya juga sudah berterima kasih yang sudah menginspirasi saya,” kata Angling Sagaran.

Alhamdulillah Saya Ditemani Adis

Angling Sagaran juga mengungkapkan rasa syukurnya karena tidak bekerja sendirian dalam menggarap serial ini. Kehadiran Adis Kayl sebagai rekan sutradara memberikan sentuhan dan perspektif yang berbeda dalam proses pengambilan gambar dan penceritaan.

“Alhamdulillah saya ditemani Adis, dia sudah jauh menyelami apa namanya The Nuruls. Untung saya didampingi sutradara perempuan, jadi bisa menampilkan perspektif perempuan,” ia menambahkan.

Terkait pemilihan pemain, tim produksi sepakat untuk memberikan kesempatan kepada aktor-aktor yang usianya masih tergolong remaja. Keke Mayang menilai bahwa kecocokan usia para pemain sangat berpengaruh terhadap chemistry yang terbangun di depan kamera.

“Kita memang ingin memilih pemeran remaja yang umurnya remaja. Kita ingin memilih pemain muda dan kita bersyukur tim Vidio mendukung untuk kita memakai pemain baru dengan usia sangat muda. Ini melalui proses casting sampai akhirnya kita benar-benar merasa cocok,” ungkap Keke Mayang.

Serial Di Luar Nurul sendiri bercerita tentang Kania, seorang siswi yang cerdas dan memiliki ambisi besar untuk melanjutkan pendidikannya ke Universitas Oxford. Bersama dengan sahabat-sahabatnya dalam geng The Centils, Kania kerap diasosiasikan dengan sosok “Nurul”. Istilah ini merujuk pada gambaran remaja perempuan generasi Z yang autentik, ekspresif, penuh rasa ingin tahu, serta mampu menemukan kebahagiaan dalam momen-momen sederhana masa remaja mereka.