Pramono Anung Ungkap Bukti Keunggulan MRT Jakarta Dibandingkan Jepang

Bisnis1 Dilihat

DermayuMagz.com – Gubernur Provinsi Jakarta, Pramono Anung, mengemukakan pandangannya bahwa kualitas layanan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta kini telah setara dengan sistem transportasi serupa yang ada di Jepang. Ia menekankan bahwa peningkatan fasilitas dan kedisiplinan masyarakat dalam mengantre menjadi bukti nyata kemajuan tersebut.

Menurut Pramono, MRT Jakarta telah menjelma menjadi salah satu simbol transformasi dalam pengembangan transportasi publik di ibu kota. Sistem ini kini tampil lebih modern dan terintegrasi dengan baik.

“Kalau MRT, saya yakin banyak yang sudah menggunakannya. Kita sudah tidak kalah dengan MRT yang ada di Jepang, bahkan lebih rapi. Masyarakat kita juga sekarang mempunyai tradisi untuk mengantre,” ujar Pramono saat ditemui di Menara Astra pada Jumat, 5 Juni 2026.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jakarta sedang gencar melakukan pembangunan konektivitas bawah tanah di area Bundaran HI. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat integrasi antar moda transportasi dan kawasan bisnis yang berada di pusat kota.

Proyek ambisius ini nantinya akan menghubungkan berbagai fasilitas penting seperti hotel-hotel ternama dan pusat aktivitas di sekitar Bundaran HI. Beberapa di antaranya adalah Grand Hyatt, Pullman, Mandarin Oriental, dan Hotel Indonesia Kempinski, yang akan terhubung langsung dengan jaringan MRT Jakarta.

Pramono menjelaskan bahwa jalur bawah tanah ini tidak hanya akan berfungsi sebagai akses bagi pejalan kaki menuju stasiun MRT. Lebih dari itu, kawasan ini juga dirancang sebagai ruang ekonomi yang akan memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Di bawah nanti akan ada pusat kegiatan UMKM dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya,” imbuhnya, menandakan potensi ekonomi yang akan tercipta dari pengembangan ini.

Pembangunan jalur penghubung bawah tanah ini merupakan bagian integral dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota metropolitan yang lebih maju. Konsep ini menitikberatkan pada penciptaan lingkungan yang ramah bagi pejalan kaki dan para pengguna transportasi umum.

Dengan adanya konsep ini, masyarakat tidak perlu lagi repot menyeberangi jalan di permukaan. Mereka dapat dengan mudah dan aman mengakses area bawah tanah yang terhubung langsung dengan stasiun MRT serta berbagai bangunan komersial di kawasan Bundaran HI.

“Itulah cikal bakal kota modern. Orang tidak lagi harus menyeberang di atas jalan, tetapi bisa langsung menuju MRT melalui jaringan bawah tanah yang terintegrasi,” tegas Pramono, menggambarkan visi masa depan transportasi perkotaan.