DermayuMagz.com – Kehadiran film horor terbaru, Lastri: Arwah Kembang Desa, tidak hanya menyajikan kisah mencekam yang diadaptasi dari urban legend, tetapi juga membawa kenangan mendalam bagi para pemeran dan keluarga yang terlibat.
Salah satu yang merasakan dampak emosional tersebut adalah Richa Iskak, istri mendiang aktor Gary Iskak. Kehadirannya di acara gala premiere film tersebut pada Kamis (9/7/2026) di Jakarta Selatan dipenuhi dengan campuran rasa haru dan kerinduan.
Bagi Richa, film ini bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah warisan berharga yang ditinggalkan oleh sang suami. Gary Iskak sendiri memerankan karakter Turenggo dalam film ini. Sebelum memasuki ruangan bioskop, Richa mengaku harus mempersiapkan mentalnya, mengingat film ini adalah salah satu karya terakhir sang suami yang bisa ia saksikan.
“Tadi masuk ke sini, lagi menguatkan hati sih sebetulnya,” ujar Richa saat diwawancara, mengungkapkan betapa beratnya momen tersebut baginya.
Film ini menjadi pengobat rindu bagi Richa. Ia melihat karya ini sebagai pengingat abadi akan mendiang suaminya. Kehadiran film Lastri: Arwah Kembang Desa memberikan memori berharga yang dapat ia simpan seumur hidupnya, sekaligus menjadi cara untuk sedikit meredakan rasa kehilangan.
“Aku senang banget ada kenangan memori yang insya Allah akan terkenang seumur hidup. Dengan menonton film ini, seenggaknya ada momen yang mengobati kangen ya,” tuturnya dengan nada sendu namun penuh rasa syukur.
Meskipun merasakan kesedihan, Richa juga mengungkapkan rasa penasaran yang tinggi terhadap film tersebut. Visual yang ditampilkan dalam trailer telah memberinya gambaran tentang kualitas film yang menjanjikan. Namun, ia tak bisa memungkiri bahwa air mata kerap menggenang saat memikirkan suaminya.
“Aku penasaran banget dan enggak kuat (menahan tangis) sih sebetulnya,” akunya, menunjukkan betapa dalam perasaannya terhadap film ini dan mendiang suaminya.
Keunikan lain dari film Lastri: Arwah Kembang Desa adalah fakta bahwa para aktornya belum sempat menonton hasil akhir film tersebut sebelum gala premiere. Hal ini merupakan arahan langsung dari sutradara, Hendry Tivo, yang ingin menciptakan kejutan dan mempertahankan antusiasme para pemain saat menyaksikan film mereka secara utuh untuk pertama kalinya.
“Kalian kira kami sudah pada nonton? Belum! Fun fact dan saya sangat salut, jadi dari pak sutradara, Bang Hendry. Kita kan habis roadshow nih, enggak ada yang boleh nonton!” ungkap salah satu aktor, Yama Carlos, dengan nada semangat.
Yama Carlos menambahkan bahwa strategi ini bertujuan untuk menjaga euforia dan membangun semangat para pemain di momen gala premiere. “Benar-benar dijaga euphoria-nya biar semangatnya tuh terbangun di gala premiere ini. Gambarnya aja kita enggak tahu, keren ini. Kita nontonnya cuma clip-nya Mbak Dewi. Berhari-hari keliling Jawa Timur, (aktor) belum ada yang nonton,” jelasnya.
Film Lastri: Arwah Kembang Desa sendiri diangkat dari sebuah urban legend yang cukup populer di daerah Pati, Jawa Tengah. Cerita berpusat pada Lastri, seorang istri yang sangat setia kepada suaminya. Namun, kehidupannya berubah drastis setelah ia meninggal dunia.
Konflik muncul ketika Lastri gentayangan lantaran merasa dikhianati oleh suaminya. Sang suami menuduhnya mandul setelah lima tahun pernikahan tanpa kehadiran buah hati. Kisah tragis ini akan segera hadir di layar lebar Indonesia mulai tanggal 16 Juli 2026, siap menghantui para penonton.
Sementara itu, dalam industri musik tanah air, nama April, jebolan Dangdut Academy 7 (DA7), semakin bersinar dengan peluncuran single debutnya yang bertajuk ‘Menyala’. Lagu yang dirilis pada 9 Juli 2026 ini merupakan karya istimewa yang diciptakan oleh musisi ternama, Charly van Houten.
Afriyani Mida Soleha, nama asli April, berasal dari Cirebon. Kehidupannya sebelum dikenal publik diwarnai dengan perjuangan. Sejak kecil, ia terbiasa membantu kedua orang tuanya dengan mengamen di jalanan. Pengalaman hidup yang keras ini justru memupuk kecintaannya pada musik dangdut dan mengasah bakat vokalnya.
Berbekal mimpi dan dukungan keluarga, April memutuskan untuk mengikuti kompetisi Dangdut Academy 7. Konsistensinya dalam setiap penampilan berhasil membawanya meraih posisi Juara 3, sebuah pencapaian luar biasa yang membuka pintu menuju karier profesional di dunia musik.
Perjalanan April dari seorang pengamen jalanan hingga menjadi penyanyi pendatang baru sangat inspiratif. Ia membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan dapat mengubah nasib. Pengalaman pahit manis di masa lalu kini menjadi sumber inspirasi bagi karya terbarunya.
Kini, di bawah naungan STREAM Entertainment dan label 3D Entertainment, April siap menyapa penggemar musik dangdut dengan single ‘Menyala’. Lagu ini tidak hanya menandai debut resminya, tetapi juga menjadi representasi dari kisah hidupnya yang penuh perjuangan.
‘Menyala’ telah tersedia di berbagai platform musik digital ternama sejak 9 Juli 2026. Video musiknya pun telah dirilis serentak, menampilkan visual yang memukau dan sesuai dengan tema lagu.
Charly van Houten, sang pencipta lagu, mengungkapkan bahwa inspirasi untuk ‘Menyala’ datang langsung dari kisah hidup April. Ia melihat bagaimana April, meski masih muda, telah menunjukkan ketangguhan luar biasa dalam membantu keluarganya. Lagu ini menggambarkan transisi April dari kegelapan menuju cahaya, dari ketidakpastian menjadi seorang bintang yang bersinar.
“Liriknya saya tulis kurang lebih dari kisah hidupnya April. Dari kecil dia sudah berjuang membantu orang tua, dan sekarang di usia yang masih sangat muda dia berhasil ada di titik ini. Ibaratnya dari belum ada cahaya, sekarang April sudah menyala,” ujar Charly van Houten.
Bagi April, proses rekaman ‘Menyala’ menjadi momen yang tak terlupakan. Perasaan haru menyelimutinya saat ia bisa merasakan pengalaman berada di studio rekaman profesional, sebuah impian yang dulu terasa jauh. Dari panggung jalanan hingga studio, April kini siap membawa karyanya ke telinga masyarakat luas.
“Aduh, aku senang banget akhirnya punya single. Terharu banget. Dulu biasa nyanyi di jalanan, sekarang aku bisa nyanyi di studio rekaman. Bismillah, semoga lagunya bisa diterima semua orang,” ungkap April penuh harap.
Lagu ‘Menyala’ diharapkan tidak hanya menjadi hit bagi April, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak anak muda lainnya. Lagu ini adalah simbol harapan, ketekunan, dan kekuatan untuk terus berjuang menggapai mimpi, sekaligus menjadi penanda awal perjalanan panjang April di industri musik dangdut Indonesia.






