Rupiah Terjaga Stabilitasnya Menurut Bank Indonesia

Bisnis6 Dilihat

DermayuMagz.com – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, meskipun sempat menyentuh angka Rp 17.669 per dolar AS, masih dinilai stabil.

Menurut Perry, hal ini dikarenakan mayoritas bank sentral di dunia, termasuk Indonesia, tidak menjadikan nilai tukar sebagai target utama dalam kebijakan moneter mereka.

Hanya negara-negara tertentu seperti Singapura dan Hong Kong yang secara spesifik menerapkan kebijakan penargetan stabilitas kurs mata uang.

“Sebagian besar negara, termasuk emerging market, menyerahkan nilai tukar kepada mekanisme pasar,” ujar Perry dalam sebuah rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR RI pada Senin, 18 Mei 2026.

Pendekatan ini, lanjutnya, menyebabkan nilai tukar mata uang di banyak negara cenderung berfluktuasi. Namun, depresiasi nilai tukar di satu negara belum tentu menandakan kondisi yang lebih buruk dibandingkan negara lain.

Bank Indonesia menggunakan indikator volatilitas sebagai alat ukur utama untuk menilai stabilitas pergerakan rupiah. Indikator ini memanfaatkan standar deviasi sebagai instrumen statistik.

Baca juga : Kombinasi Warna Cat dan Roster yang Sedang Tren

“Volatilitas itu dasarnya standar deviasi. Jadi ukurannya statistik, bukan kembali ke level awal,” jelasnya.

Perry menambahkan bahwa standar deviasi membantu Bank Indonesia memantau seberapa besar pergerakan nilai tukar terhadap rata-rata pergerakannya. Dengan metode ini, BI dapat mengamati stabilitas rupiah secara lebih objektif di tengah dinamika pasar keuangan global yang terus berubah.

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Charles Meikyansah, mengapresiasi upaya Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak global yang terjadi sepanjang tahun 2025.

Namun, Charles juga menyatakan keprihatinan atas tekanan yang masih dialami oleh nilai tukar rupiah.

Ia mengakui bahwa berbagai indikator ekonomi nasional menunjukkan hasil yang positif, termasuk inflasi yang tetap dalam target 2,5% dan pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran 5%. Sistem keuangan juga dinilai stabil.

“Ini tentu capaian yang diinginkan oleh kita semua dan harus terus dijaga oleh Bank Indonesia,” ungkap Charles dalam rapat bersama Bank Indonesia di Komisi XI DPR RI pada Senin, 18 Mei 2026.

Charles juga menyoroti kemajuan dalam cadangan devisa dan digitalisasi sistem pembayaran yang dinilai berjalan baik. Menurutnya, kebijakan Bank Indonesia yang mengutamakan stabilitas sekaligus pertumbuhan ekonomi telah sejalan dengan arah kebijakan pemerintah.

Meskipun demikian, ia mengingatkan mengenai tren pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang terus berlanjut. Charles menyinggung kurs rupiah yang telah mencapai kisaran Rp 17.600 per USD dan meminta penjelasan lebih rinci mengenai indikator “stabilitas rupiah” yang digunakan oleh Bank Indonesia.

“BI menyatakan stabilitas rupiah tetap terjaga. Tetapi faktanya rupiah sudah melemah cukup dalam. Pertanyaannya, apakah ini masih dianggap normal atau sudah masuk tekanan fundamental?” tanyanya.

Charles juga menyoroti posisi cadangan devisa Indonesia yang tercatat sebesar USD 146,2 miliar. Ia menekankan bahwa meskipun cadangan devisa yang besar merupakan bantalan penting untuk menjaga stabilitas rupiah, ia meminta Bank Indonesia menjelaskan ketahanan devisa jika tekanan terhadap rupiah terus berlanjut.

“Dalam tiga bulan terakhir trennya terus turun. Jangan sampai devisa terus terkikis karena intervensi dilakukan terus-menerus,” tegasnya.

Lebih lanjut, Charles meminta penjelasan mengenai potensi capital outflow atau keluarnya dana asing yang perlu diwaspadai di tengah ketidakpastian global saat ini. Ia mempertanyakan besaran arus modal keluar yang sedang terjadi serta langkah antisipasi yang telah disiapkan oleh Bank Indonesia apabila tekanan pasar semakin meningkat.

“Kami yakin BI terus berupaya menjaga nilai rupiah. Tapi kami juga ingin tahu skenario terburuk yang sudah disiapkan apabila tekanan terus berlanjut,” tutup Charles.