Serap Aspirasi Warga, Dewi Juliani Gelar Dialog Interaktif di Meranti

Berita3 Dilihat

DermayuMagz.com – Anggota Komisi VI DPR RI, Dewi Juliani, menggelar kegiatan reses di Desa Kedabu Rapat, Kabupaten Kepulauan Meranti. Dalam kesempatan tersebut, ia secara aktif menyerap berbagai aspirasi dan masukan dari masyarakat setempat.

Berbagai persoalan mendasar diungkapkan oleh warga, mulai dari kebutuhan vital terkait infrastruktur desa, kondisi akses jalan yang memprihatinkan, hingga permasalahan krusial di sektor pendidikan, seperti kondisi sekolah dan kesejahteraan guru.

Dewi Juliani menekankan bahwa momentum reses merupakan waktu yang sangat berharga untuk mendengarkan langsung keluhan dan harapan masyarakat. Ia berjanji akan membawa seluruh usulan tersebut untuk diperjuangkan di tingkat pemerintahan pusat.

“Saya hadir di sini untuk menyerap aspirasi masyarakat. Apa yang bisa saya perjuangkan, tentu akan saya perjuangkan,” tegas Dewi di hadapan warga yang hadir pada pertemuan tersebut.

Salah satu isu penting yang diangkat oleh warga adalah kondisi tanggul desa. Mereka menyampaikan bahwa tanggul tersebut memerlukan perbaikan mendesak karena dampaknya yang signifikan terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat serta sektor pertanian, terutama saat musim tertentu.

Menanggapi keluhan mengenai tanggul, Dewi menjelaskan bahwa penanganan masalah ini memerlukan sinergi dan koordinasi lintas instansi. Hal ini dikarenakan kewenangan penanganan tanggul berkaitan erat dengan sektor teknis dan infrastruktur yang spesifik.

Baca juga di sini: Musisi Internasional yang Akan Tampil di Indonesia 2026

Meskipun demikian, Dewi Juliani memberikan jaminan bahwa aspirasi yang disampaikan oleh warga terkait tanggul desa akan tetap menjadi prioritas perhatiannya. Ia memastikan bahwa masukan tersebut akan ditindaklanjuti.

“Masalah tanggul ini memang berkaitan dengan instansi teknis. Tetapi aspirasi bapak ibu saya terima, saya bawa, dan akan saya perjuangkan,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Selain isu tanggul, warga juga mengeluhkan kondisi akses jalan penghubung antar wilayah. Mereka menggambarkan bahwa jalan tersebut dalam kondisi rusak dan sangat sulit dilalui, terutama saat musim hujan tiba, yang tentu saja menghambat mobilitas masyarakat.

Menyikapi persoalan akses jalan ini, Dewi Juliani meminta agar masyarakat dapat mempersiapkan proposal yang detail beserta dokumen-dokumen pendukung lainnya. Hal ini penting agar usulan perbaikan akses jalan dapat diproses lebih lanjut sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Nanti aspirasi ini sudah dicatat staf saya. Untuk tahap berikutnya perlu proposal dan kelengkapan persyaratan agar bisa kami tindak lanjuti,” jelas Dewi, memberikan arahan konkret kepada warga.

Dalam sesi tanya jawab yang interaktif, perwakilan warga lainnya turut menyampaikan permasalahan terkait sarana dan prasarana pendidikan. Mereka melaporkan bahwa kondisi sekolah di desa tersebut membutuhkan renovasi, khususnya pada bagian atap, serta penggantian meja dan kursi yang sudah rusak parah.

Lebih lanjut, warga juga berharap adanya perhatian khusus terhadap besaran honor guru yang dirasa masih perlu ditingkatkan. Selain itu, ada pula permohonan bantuan untuk pengadaan seragam bagi kegiatan pengajian.

Menanggapi berbagai usulan terkait sektor pendidikan, Dewi Juliani menyatakan komitmennya untuk memasukkan permintaan perbaikan sekolah ke dalam daftar perjuangan program-program mendatang. Ia menyadari pentingnya lingkungan belajar yang layak bagi anak-anak.

“Karena ini menyangkut pendidikan anak-anak, tentu akan saya perjuangkan,” ujar Dewi, menunjukkan kepeduliannya terhadap masa depan generasi muda. Terkait bantuan seragam pengajian, Dewi menawarkan solusi pribadi.

“Untuk bantuan seragam pengajian, nanti saya bantu secara pribadi dan akan dikoordinasikan dengan tim,” tambahnya, menunjukkan respons cepat dan solusi yang personal.

Dewi Juliani menegaskan kembali bahwa seluruh aspirasi yang telah disampaikan oleh masyarakat akan diperjuangkan seoptimal mungkin, sesuai dengan kewenangan dan kapasitasnya sebagai wakil rakyat.

“Ini sudah menjadi tugas saya dan akan saya perjuangkan semaksimal mungkin,” pungkas Dewi, menutup sesi dialog dengan janji yang kuat untuk mewakili suara masyarakat.